Dunia Kerja

Daftar Istilah dan Ucapan Klise Khas WFH yang Kalau Bisa Ogah Kudengar Lagi

Jujur, aku bosen banget dengar: "mik-nya sudah nyala belum itu?" dan banyak lagi ungkapan sejenis, ketika kita pakai Google Meet atau Zoom. Semoga pandemi ini cepat berlalu deh....
27 Juni 2020, 6:00am
Ucapan Klise Khas meeting online saat WFH yang membosankan
Foto ilustrasi bete ikut rapat online via Andrea Piacquadio / Pexels

Sebelum pandemi ini menghajar seluruh bumi, lalu secara sepihak bertahan lama dan membuat siklus hidup banyak orang berubah drastis, kerja dari rumah (atau biar trendi work from home) hanya bisa kita bayangkan sebagai konsep kerja ideal. Ada beberapa kantor bereksperimen dengan WFH, tapi mayoritas bos belum percaya gagasan kayak gitu bisa diwujudkan. Kalian mungkin termasuk orang yang dulu bermimpi, "duh, enak kali ya bisa pakai celana pendek, kaos, dan duduk di kursi kamar sambil kerja sambil ngemil, sorenya jalan-jalan santai, tanpa harus ngantor sama sekali dan naik KRL yang padatnya minta ampun di jam berangkat dan pulang kerja."

Lihat, impian WFH itu terwujud sekarang. Semua gara-gara pandemi Covid-19 laknat. Apakah kita jadi lebih bahagia? Adakah harga yang harus kalian bayar?

Ternyata, konsep ideal memang tak pernah terwujud di dunia nyata. Memang ada keleluasaan dari WFH. Ongkos transport jelas menurun (tapi biaya makan dan investasi kuota internet meningkat). Kalau kalian sudah berkeluarga, ada manuver-manuver akrobatik yang harus dilakukan antara menyiapkan materi presentasi di Zoom dengan anak yang berlarian ke sana ke mari karena mereka juga sekolah dari rumah.

Hal yang paling sering dikeluhkan para pekerja dari WFH adalah kaburnya konsep waktu dalam sehari. Kita bisa istirahat kapan pun, tapi juga bekerja jam berapa pun. Malah, kerja dari rumah meningkatkan risiko karyawan lembur lebih parah dibanding ketika mereka ngantor. Kombinasi dua hal itu membuat risiko stres meningkat, karena ketika kalian letih padahal sedang di rumah, pasti terlintas pikiran macam ini: "ngapain sih aku kerja gajelas gini cuma buat bayar cicilan tiap awal bulan?"

WFH tidak seideal yang kita bayangkan, tapi ini realitas hidup masa kini selama pandemi. Hidup kalian bisa jadi lebih menderita dariku, kalau punya bos ngepet yang susah percaya sama anak buah; terutama jenis yang menganggap kerja dari rumah itu enteng dan karenanya ngasih lebih banyak beban.

Tapi, lewat artikel ini, setidaknya aku hendak menyorot satu hal yang semoga tak perlu kudengar lagi dalam waktu dekat. WFH dipenuhi oleh meeting online, lewat Google Meet atau Zoom. Rapat, koordinasi, brainstorming. Apapun itu lah. Intinya, tatap muka lewat layar laptop dan gadget. WFH punya aspek nyebelin, tapi omongan klise yang selalu muncul dari rapat virtual lebih ngeselin lagi.

Aku berharap, celetukan khas rapat online ini tidak perlu kalian sampaikan ketika meeting di Zoom. Kasus yang sama mungkin dirasakan pelajar dan mahasiswa yang belajar jarah jauh. Semoga kita semua tidak lagi mendengar ucapan-ucapan klise. Karena, sejujurnya, capek dengar komen tipikal yang sama tiap hari.

Semoga, dalam waktu dekat, ada materi etika rapat virtual. Sehingga jelas aturan main apa yang sebaiknya tidak usah diucapkan berulang-ulang tiap kali kita tersambung dalam ruang rapat dunia maya. Sayangnya, sebagian ucapan klise ini muncul akibat ketimpangan literasi digital dan kesenjangan kecepatan akses internet. Tidak semua orang familiar dengan teknologi online meeting, atau koneksinya lagi bapuk. Tapi tak mengapa. Bila pandemi ngepet ini bertahan lama, maka lambat laun banyak orang pasti makin terbiasa dengan rapat virtual, sehingga bermacam ucapan klise berikut juga menghilang dengan sendirinya.

Untuk sementara, ini daftar ucapan yang udah bikin males banget karena keseringan muncul saat rapat WFH, dikumpulkan dari pengalaman banyak teman-teman sepantaranku. Kalau kalian punya versi klise sejenis, bagikan saja di media sosial:


"Halo, kameranya dinyalain dong."

"Saya share presentasi di sini ya… Semua bisa lihat?"

"Aduh sori banget, tadi ke-mute, jadi aku ga sadar ngomong sendiri."

"Tolong semuanya nge-mute mic dulu ya."

"Bos, mic-nya mati tuh, tolong dinyalain dulu."

"Sudah saya invite ya biar bisa masuk Zoom."

"Aduh, suaranya enggak kedengeran. Bisa diulang lagi?"

"Wah, tadi kamu sempat diskonek bentar."

"Kita pasti bisa melalui ini bersama-sama."

"Sekarang memang tidak normal, tapi kita pasti bisa menyongsong new normal."

"Kinerja kita semoga bisa kembali di masa new normal."

"Si pak/bu anu sudah join belum sih? Tolong, yang bisa minta beliau gabung ke sini."


*P.S: Plis ya, kalau kalian kebagian tugas presentasi, langsung share screen aja kali, ga usah pakai basa-basi dan tanya untuk hal yang sudah jelas agendanya apa.


Follow Dhvani di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India