Iklan
Teknologi Pangan

Manusia Sudah Bisa Bikin Daging Sintetis di Luar Angkasa

Pekan lalu perusahaan start up asal Amerika Serikat mengumumkan keberhasilan mengolah potongan kecil daging di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

oleh Jelisa Castrodale
13 Oktober 2019, 9:58am

Foto ilustrasi dari Getty Images 

‘Daging luar angkasa’ terdengar seperti gimmick produk jualan di festival hipster. Berkat kolaborasi antara perusahaan daging asal Israel, cetakan-bio 3D buatan Rusia, dan dua perusahaan start-up Amerika, wacana daging luar angkasa sudah bukan lagi sekedar materi cerita fiksi ilmiah.

Aleph Farms mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah berhasil mengolah potongan kecil daging di Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang tentu saja jaraknya jauh dari peternakan terdekat manapun. Kok bisa? Aleph Farms menduplikasi proses regenerasi jaringan otot alami sapi dalam situasi laboratorium yang terkendali. Sel bulat sapi dipanen di Bumi, kemudian dikombinasikan dengan faktor pertumbuhan dan materi lain di ISS, sebelum akhirnya “dicetak” dengan cetakan-bio 3D spesial yang dikembangkan oleh Bioprinting Solutions 3D asal Moskow.

“Penelitian canggih dalam lingkungan yang sangat ekstrem ini, berfungsi sebagai indikator perkembangan metode produksi makanan berkelanjutan yang tidak memperbanyak polusi tanah, polusi air, dan polusi udara,” ujar Aleph Farms lewat pernyataan tertulis. “Metode ini dimaksudkan untuk memberi makan populasi manusia yang meningkat secara cepat dan diprediksi mencapai 10 miliar jiwa pada 2050.”

Perusahaan ini telah berhasil “mengolah” steak dalam lab di Bumi, tapi harus melakukan modifikasi untuk lingkungan gravitasi nol di ISS.

“Proses jatuh tempo organ dan jaringan hasil cetakan bio jauh lebih cepat dibanding kondisi gravitasi Bumi. Jaringannya dicetak dari semua sisi secara bersamaan, seperti bikin bola salju, sedangkan kebanyakan pencetak-bio lainnya melakukannya lapis demi lapis,” ujar juru bicara Aleph Farms saat diwawancarai terpisah oleh Space.com. “Di Bumi, sel selalu jatuh ke bawah. Di gravitasi nol, selnya menggantung di udara dan saling berinteraksi satu sama lain. Pencetakan lapis demi lapis dalam gravitasi membutuhkan struktur yang mendukung. Pencetakan dalam gravitasi nol membuat jaringan bisa dibuat hanya menggunakan materi sel, tanpa dukungan langsung.”

Aleph Farms mengembangkan prototipe steak laboratorium Desember lalu, tapi para eksekutifnya mengaku “PR mereka masih banyak” untuk membuatnya terasa seperti daging biasa. (Mari ambil waktu sejenak untuk mengapresiasi orang-orang yang harus memasukkan benda ini ke dalam mulut mereka agar mereka tahu seberapa “dekat” benda ini dengan daging betulan.)

Didier Toubia, salah satu pendiri dan CEO Aleph Farms, membandingkan pencapaian ISS perusahaannya dengan misi luar angkasa pertama Yuri Gagarin, dan langkah historis pertama Neil Armstrong di bulan.

“Kami tengah mengerjakan sebuah metode baru untuk memproduksi daging yang sama, tapi dengan cara yang menggunakan kurang dari setengah gas rumah kaca,” ujar Toubia saat diwawancarai Bloomberg. “Eksperimentasi di luar angkasa menunjukkan bahwa daging bisa diolah dalam kondisi paling keras sekalipun, di manapun, kapanpun, dan untuk siapapun.”

Biarpun penilaian Toubia terhadap daging luar angkasa terbilang lebay, toh dia juga mengaku bahwa minimal dibutuhkan tiga tahun lagi sebelum steak laboratorium tersedia bagi konsumen di Bumi.

Kalau rendang luar angkasa gimana tuh ya bikinnya?

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Tagged:
teknologi
Luar Angkasa
Daging
Pangan
Daging Sintetis
Stasiun Luar Angkasa Internasional