Iklan
The VICE Evening Bulletin

Buletin Sore VICE: Mahasiswa Indonesia Dicokok Aparat Mesir, Monas Kini Boleh Dipakai Natalan

Ada juga rangkuman berita lain soal rekor 'Pengabdi Setan' di bioskop Malaysia serta pesimisme BI akan berhasil melarang transaksi Bitcoin.

oleh VICE Staff
05 Desember 2017, 11:18am

Kolase foto dari Arief Djauhar & GGVogman/Flickr CC License

Berita penting seharian ini kami rangkum untuk menemani jam pulang kantor dan waktu senggang Anda.

Kabar Seputar Indonesia

'Pengabdi Setan' versi Reboot Pecahkan Rekor di Malaysia
Remake sutradara Joko Anwar atas film horor klasik Indonesia yang tayang pada 1980, Pengabdi Setan, berhasil menarik minat penonton mancanegara. Di Malaysia, karya besutan Rapi Film tersebut sukses menjadi film horor terlaris sepanjang sejarah Negeri Jiran. Sejak beredar 22 November lalu, Pengabdi Setan versi baru sukses meraup pendapatan kotor setara Rp16 miliar. —CNN Indonesia

Lima Mahasiswa Indonesian Ditahan Aparat Mesir Tanpa Alasan Jelas
Lima mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al Azhar dicokok kepolisian Mesir. Satu masih ditahan, dua dideportasi karena mengancam "keamanan nasional", sementara dua lainnya telah dilepas. Pemerintah Mesir menolak menjelaskan alasan keamanan tersebut kepada KBRI Kairo. Pemerintah Indonesia kini bernegosiasi agar Mesir melepaskan Muhammad Fitrah Nur Akbar yang masih dibui tanpa kejelasan. —BBC Indonesia

Larangan BI Menurut Para Pemain Bitcoin Lokal Tidak Akan Efektif
Dua perusahaan penyedia jasa transaksi Bitcoin sudah tutup akibat kebijakan keras pemerintah Indonesia sejak 2014 lalu. Namun, seiring munculnya larangan transaksi yang lebih rigid dari Bank Indonesia dalam waktu dekat, para investor maupun pemain bisnis Bitcoin lokal tidak merasa khawatir. Cina sudah mencobanya bulan lalu dan gagal total. "Pengguna dapat dengan mudah memindahkan transaksinya ke luar negeri dengan mata uang lain, misalnya dollar," kata Dimaz Wijaya, salah satu pemain mata uang kripto di Indonesia. —VICE

Izinkan Reuni 212, Selanjutnya Pemprov DKI Gelar Perayaan Natal di Monas
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat sorotan setelah pekan lalu memberi izin penyelenggaraan aksi Reuni 212 di Monas yang diikuti puluhan ormas Islam. Monas selama era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak boleh dipakai untuk kegiatan ibadah. Belakangan, Anies menegaskan pergub anyar yang dia teken memberi ruang bagi umat agama lain untuk menggelar ibadah di jantung ibu kota. Langkah ini menjadi upaya pemprov mengesankan wajah pluralis setelah sempat dituding terlalu dekat dengan kelompok sayap kanan muslim. "Saya belum cek tanggal berapa akan diselenggarakan, yang jelas kami akan menyelenggarakan Natal bersama,” kata Anies saat ditemui wartawan di Balai Kota. —Suara Pembaruan

Kabar Seputar Dunia

Latihan Perang AS-Korsel Tingkatkan Tensi di Semenanjung Korea
Ribuan personel militer Korea Selatan dan Amerika Serikat akan kembali menggelar latihan perang di Semenanjung Korea. Keputusan dua negara itu, seperti biasa, dianggap sebagai provokasi oleh Rezim Korea Utara. Diktator Kim Jong-un menegaskan, bila latihan itu jadi digelar, Korut menganggapnya sebagai isyarat peperangan. Selama ini selalu muncul konflik dan perang kata-kata ketika AS dan Korsel menggelar latihan militer bersama, mengingat Korut maupun Korsel sejak 1950-an belum resmi berdamai. —NPR

Kunjungi Myanmar, Paus Fransiskus Sengaja Tak Sebut Kata 'Rohingya'
Paus Fransiskus baru saja melawat ke Myanmar. Namun, banyak pihak kecewa setelah pemimpin umat Katolik sedunia itu tidak bersedia menyebut sekali saja kata 'Rohingya'. Dalam jumpa pers setelah lawatan, Sri Paus mengaku punya alasan khusus kenapa tidak menyinggung tragedi kemanusiaan di utara Myanmar. Bagi Paus, dialog dengan pemerintah Myanmar tak akan mudah dilakukan jika pihaknya dari awal langsung menyudutkan mereka. —LA Times

Buruh migran Indonesia Ditahan Aparat Hong Kong Atas Kasus Pornografi Anak
Asisten rumah tangga asal Indonesia di Hong Kong merekam polah tiga anak yang dia asuh saat mandi memakai fasilitas live-streaming. Akibat tindakannya, dia ditahan kepolisian setempat, atas dugaan melanggar pasal pidana pornografi anak. Pengamat hukum setempat menyatakan kasus ini sebetulnya cuma kesalahpahaman, karena si buruh migran itu tak tahu tindakannya melanggar hukum Hong Kong. —Channel News Asia

Kabar Menarik Lainnya

Muncul Kelompok Menolak Kelahiran Bayi
Antinatalisme adalah kepercayaan yang meyakini dunia akan lebih baik jika manusia tidak lagi melahirkan anak. Mereka juga berharap manusia punah. Di negara-negara Barat, pengikutnya semakin banyak dan setelah kalian mengintip aktivitas mereka di Internet, kalian akan sangat terkejut melihat fakta populernya paham ini. —VICE

Barbie Merilis Boneka Berkostum Batik
Mattel Indonesia berencana merilis koleksi boneka Barbie seri terbatas, yang mengenakan kostum Batik. Boneka itu akan beredar tahun depan dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia. Direktur Mattel Indonesia Roy Tandean menyatakan seri Barbie batik akan dijual di pasar Indonesia maupun mancanegara. —Kontan

Perempuan Indonesia Dinobatkan Punya Wajah Paling Proporsional se-Asia
Miya Alexa adalah pembawa acara yang baru saja dinobatkan sebagai wajah paling proporsional di Asia. Miya mengikuti ajang pencarian wajah oleh MAAT Golden Ratio. Miya menyisihkan peserta dari sembilan negara Asia lainnya, mulai dari Hong Kong, India, Filipina, Vietnam, hingga Korea Selatan. Kriteria wajah proporsional ditentukan oleh perbandingan panjang dan lebar wajah, proporsi horizontal, dan simetri wajah. Hmm, jadi siapkah kalian membawa mistar saat berkaca di kamar mandi? —Viva.co.id