Asian Games 2018

Siapkah Indonesia Menggelar Asian Games? Temuan yang Ada Sih Agak Bikin Pesimis

Tanggal 18 Agustus, perhelatan olah raga terbesar se-Asia akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Di ibu kota, para pekerja masih berjibaku membereskan pembangunan sarana. Belum lagi masalah polusi menghantui.

oleh Sattwika Duhita
05 Juli 2018, 8:13am

Patung Sukarno sebelumnya sempat dibuka tapi ditutup kembali, menunggu momen pembukaan Asian Games. Semua foto oleh Firman Dicho

Asian Games akan segera digelar bulan depan, dan Jakarta adalah satu dari dua kota penyelenggara. Tapi ada satu hal yang menjadi pusat perhatian sekaligus rasa heran: kawasan Senayan masih berantakan.

Kalau kamu adalah pekerja kelas menengah yang berkantor atau anak gaul Jakarta yang hobi nongkrong di Senayan dan sekitarnya, tentulah pagar seng, kerangka besi, dan alat-alat berat menjadi pemandangan yang sudah biasa terlihat dan dimaklumi. Sementara buat para pejalan kaki, lorong sempit berpagar seng bisa dibilang jalur biasa dan satu-satunya yang harus dilewati. Padahal, salah satu venue pusat untuk perhelatan cabang olahraga Asian Games akan berlangsung di Gelora Bung Karno—berlokasi tepat di kawasan Senayan.

Saya mencoba mendatangi area Senayan dan GBK untuk merasakan apakah hype Asian Games yang mulai terasa di sana. Beberapa areanya sudah mulai rapi. Menjelang sore hari, tampak orang ramai berolahraga dan memutari stadion. Jalannya sudah diaspal halus, dan kalau malam hari pun penerangannya baik. Beberapa ambience seperti logo dan penampang poster juga sudah berdiri di sepanjang area GBK.

Saat masuk ke dalam GBK, terlihat Patung Bung Karno sudah berdiri tegak. Namun, bagian dasar penampang patung masih belum kunjung jadi. Beberapa pekerja tampak sedang mengaduk semen basah. “Ini sudah 90 persenan jadi. Patungnya sih udah resmi, tapi plaza sama patung ini masih dirapihin,” kata salah satu pekerja, Putra, sambil sibuk mengaduk semen di dalam embernya. Tak sendirian, Putra bersama sembilan kawan lain membereskan sekitar patung dan plaza serta merapikan tanaman di sekitarnya.

Para pekerja menyempurnakan area sekitar patung Sukarno.

Di depan stadion utama GBK, sebuah kerangka besi juga sedang dirangkai. Bentuknya melengkung, lalu mengerucut ke atas. “Nantinya mau dipakai untuk menyalakan api Asian Games kalau ga salah,” tambahnya.

Jakarta memang sedang dibereskan besar-besaran sebagai rangkaian persiapan menjelang Asian Games 2018 yang dihelat pada bulan Agustus. Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah dan mendaku Jakarta serta Palembang sebagai kota penyelenggara. Peremajaan terhadap stadion-stadion olahraga gencar dilakukan sejak 2016. Stadion Utama GBK, misalnya, mulai direnovasi sejak bulan Agustus 2016 dengan biaya Rp 769,7 miliar.

Tapi, masalah utama bukanlah di GBK saja. Mengingat kian sempitnya waktu yang tersisa menuju Asian Games dan banyaknya delegasi negara Asia yang akan datang ke Indonesia, kawasan Senayan masih tampak tak rapi, kalau tidak mau disebut berantakan dan banyak material berserakan di sekitarnya.

Ahmadi, yang setiap hari bekerja dan mengatur pekerja lapangan area Senayan, bercerita pembangunan ini akan terus dijalankan sampai 2019 dengan rekayasa yang disesuaikan dengan jadwal Asian Games. “Kita (pembangunan MRT) tetap jalan, tapi kalau biasanya mondar-mandir taruh material ya paling malem bisanya,” kata Ahmadi kepada VICE. “Sama nanti banyakan bagian bawah tanah yang dikerjakan,”

Senayan menjadi salah satu area pilot project untuk pembangunan MRT. Jalur sepanjang 15,7 kilometer melintasi Lebak Bulus, Senayan, hingga Bundaran HI ditargetkan selesai dan mulai digunakan pada Maret 2019 mendatang. Pembangunan yang tetap berjalan selama Asian Games adalah konstruksi entrance stasiun, cooling tower dan ventilation tower. Rencana pembangunan tentu ‘tidak sejalan’ dengan jadwal Asian Games yang dihelat tahun ini, sehingga ‘menyisakan’ puing, kerukan tanah, trotoar setengah jadi dan beton-beton penyangga di sekitar area gelaran acara.

Trotoar Jalan Sudirman yang dekat dengan Gelora Bung Karno belum ramah bagi penyandang disabilitas

Namun, sekretaris perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah berujar, walau pembangunan berjalan, tetap ada upaya untuk mempercantik area yang masih dalam pengerjaan. “Pada saat pelaksanaan Asian Games, alignment Jl. Sudirman - Thamrin sudah lurus,” kata Hikmat kepada VICE. “Pagar proyek yang tersisa untuk menutupi beberapa pekerjaan entrance yg masih berlangsung akan dipercantiki dengan banner Asian Games,”

Walau begitu, perhatian tak bertumpu pada kondisi Senayan. Terwujudnya langit biru dan bersihnya udara Jakarta juga menuai keraguan. Berstatus sebagai salah satu kota dengan kondisi udara terburuk, udara Jakarta masih mengandung PM2.5, yang tak lain adalah partikel berbahaya yang bisa memicu penyakit pernapasan hingga jantung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang sudah membuat rekayasa lalu lintas dan aturan ganjil genap selama Asian Games sebagai upaya mengurangi jumlah kendaraan bermotor dan polusi udara. Namun, perlu diingat pencemaran Jakarta sendiri datang tak hanya dari transportasi umum, tetapi juga dari industri PLTU.

“Kalau bicara sumber pencemar, harusnya fair juga. Jika ada rencana, katakanlah, mengurangi kendaraan bermotor yang melewati Gelora Bung Karno—atau lokasi perhelatan Asian Games—bagaimana dengan sumber (pencemaran) yang tidak bergerak seperti industri dan PLTU?” ujar Bondan Andriyanu dari Greenpeace, seperti dilansir Tirto. Karenanya, pemerintah seharusnya menambah jumlah alat pantau udara untuk terus memonitor kondisi udara Jakarta.

Ya, jadi, sekali lagi, Asian Games akan segera tiba dalam hitungan 40-an hari saja. Namun tampaknya masih banyak pekerjaan yang belum benar-benar tuntas dan apik. Pilar beton dan rangka besi masih menyembul, beberapa jalur kendaraan masih menyatu dengan jalur Transjakarta, langit Jakarta juga tidak kunjung membiru.

Jalanan yang harus dirapikan dalam waktu sebulan lebih sedikit

Kendati di lapangan bentuknya masih perlu pembenahan, Danny Buldyansyah selaku Direktur Media dan PR INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) mengklaim infrastruktur utama dan tempat berlaga sudah 95 persen beres. “Semua on track, diperkirakan selesai pertengahan Juli dan siap untuk pertandingan paling lambat minggu pertama Agustus,” kata Danny.

Terkait dengan area Senayan yang masih dalam tahap pembangunan MRT, Danny panitia sudah berkoordinasi dengan pemprov DKI Jakarta untuk bersama membuat wilayah tersebut menjadi rapi. Bagian-bagian yang tengah dibangun akan didekorasi agar tampilan Senayan tidak sekadar dipenuhi pilar beton atau rangka besi.


Tonton dokumenter VICE mengenai infrastruktur Jakarta yang masih tak ramah bagi difabel:


“Nanti akan didekor sedemikian sehingga tidak mengganggu pelaksanaan maupun jalanan di sekitar tempat Asian Games berlangsung,” katanya.

Semoga para delegasi dan atlet Asian Games itu enggak kapok pas datang ke Jakarta dan harus lihat pemandangan konstruksi bangunan yang masih becek semen basah plus menghirup udara Jakarta yang bau asap.