Pola Makan

Pakai Siasat Ini Agar Kamu Betah Tiap Hari Masak Sendiri

Para ahli meringkas lima tahap penting agar persiapan masakmu sampai pekan depan mudah dilakukan.
15 Mei 2019, 11:00am
prepping food
Suzanne Clements/Stocksy

Menyiapkan makanan terlebih dahulu untuk minggu mendatang membawa banyak keuntungan: kamu akan makan secara teratur sekaligus hemat uang. Akan tetapi, kebiasaan ini kadang sulit dipertahankan setiap minggu.

Mungkin terasa aneh bahwa tindakan yang banyak untungnya ini justru terasa sulit dijadikan kebiasaan. Padahal keuntungan yang ditawarkan pun banyak: hemat uang, makan sehat, dan meningkatkan produktivitas. Alih-alih terus-terusan pesan makanan pakai ojol dan makan Indomie, kami bertanya kepada ahli bagaimana cara paling efektif untuk membentuk rutin persiapan makanan yang bisa bertahan.

Gunakan “strategi sambil.”

Proses menyiapkan masakan tahap awal itu sangat membosankan. Kamu harus membilas, memotong, memanggang, dan menggoreng makananmu, yang cenderung membosankan, kecuali kalau kamu demen banget masak. Oleh karena itu, Gretchen Rubin, penulis The Four Tendencies, menyarankan kita untuk memadukan persiapan makanan sambil menikmati hal yang kita sukai, seperti podcast atau acara TV.

“Strategi ini mempermudah kita untuk secara teratur menyelesaikan tugas yang membosankan namun perlu dilakukan,” kata Rubin, “dan kadang bahkan kita justru jadi menantikan kegiatan tersebut.” Dengarkan podcast kesukaanmu hanya saat kamu sedang menyiapkan makanan untuk minggu depan. Kalau kamu sudah sabar menunggu selama seminggu untuk mendengarkan episode terbaru podcast favoritmu, bisa jadi kamu membatalkan janji dengan teman-teman demi rutin menggoreng buncis dan memanggang ayam.

Pastikan peralatanmu lengkap.

Talenan dan pisau kecil yang dibelikan orang tuamu saat kamu mulai ngekos tidak cukup untuk mempertahankan rutin memasak secara efektif. Menurut BJ Fogg, peneliti di Laboratorium Ilmu Perilaku di Stanford, akan terlihat perubahan ketika aktivitas yang ingin dilakukan sesuai dengan aktivitas yang mampu dilakukan.

“Kalau kamu benar-benar ingin membiasakan rutin persiapan makanan, kamu harus mempunyai alat-alat yang diperlukan,” ujar Fogg. Kalau kamu kesusahan mengatur pengeluaran untuk perlengkapan dapur, pikirkan saja betapa banyak yang bisa kamu hemat kalau kamu berhasil membiasakan rutin persiapan makanan. Investasi kecil bisa membantu kamu berhemat pada jangka panjang.

Rencanakan segalanya.

Satu lagi saran dari Fogg: Rencanakan. Segalanya. Di mana kamu membeli bahan-bahannya? Apa yang akan kamu masak? Bagaimana kamu mempersiapkannya? Peralatan apa saja yang kamu butuhkan? Pada hari apa dan pada jam berapa akan kamu mulai? Kalau kamu punya teman sekamar, apakah dapurnya akan kosong? Jangan sampai ada alasan buat kamu batal menjalankan rutin.

“Kalau ada hal-hal paling kecil yang belum direncanakan, atau satu bahan yang kamu lupa beli, kamu bakalan langsung membuat alasan–’oh, pancinya belum dicuci, besok aja deh masaknya,’” tegas Fogg.

Mulai dengan “langkah awal.”

Kalau sudah waktunya mempersiapkan makanan, tapi kamu tidak bisa berhenti menonton serial TV kesukaanmu, Fogg menyarankan kamu untuk menipu dirimu selama lima menit.

“Tipulah dirimu. Keluarkan sayuranmu dari kulkas, dan berjanjilah kepada dirimu untuk membilasnya dan memotongnya selama lima menit. Pasang alarm di ponsel, dan setelah lima menit, izinkan dirimu kembali ke depan TV,” ujar Fogg.

Tetapi saat kamu mulai, kemungkinan besar kamu akan memilih untuk terus lanjut memasak. Seladanya sudah kamu bilas, jadi sekalian saja dipotong juga. Kentangnya sudah dipotong, jadi sekalian saja digoreng juga. Habis itu, baru kamu lanjut nonton. Dan mumpung kamu sudah terlanjur di dapur, sekalian saja menggodok air buat pasta atau mencampur sayur-sayuran untuk salad.

Repetisi adalah kuncinya.

Banyak orang hilang motivasi setelah menyadari bahwa tidak setiap minggu proses persiapan memasakmu berjalan mulus. Mudah untuk berpikir “wah masak sendiri asik banget, minggu depan pasti aku bakal termotivasi lagi,” sebelum kamu menyadari kamu tidak ingin melakukannya lagi.

Wendy Wood, dosen psikologi dan bisnis di University of Southern California yang juga mendalami pembentukan dan perubahan kebiasaan, menganjurkan untuk melakukannya lebih dari satu kali agar bisa menjadi rutinitas.

“Awalnya mungkin akan sulit, tapi lama-kelamaan kamu jadi terbiasa dan lebih mudah melakukannya,” tutur Wood. “Seiring waktu, kamu otomatis melakukannya tanpa perlu dipikir dulu.”

Wood juga menyarankan strategi lain: mencicipi bahan-bahannya saat memasak, supaya prosesnya semakin menyenangkan. Oleh karena itu, kamu sebaiknya memasak makanan kesukaan. Memulai diet baru saat memulai rutin persiapan makanan itu memang menggoda, tapi akan lebih baik kalau kamu melakukannya secara perlahan. Ada manfaatnya jika kamu memasak apa yang kamu suka. Selain menghemat uang dan waktu, kamu juga lebih cenderung akan bertahan melakukannya untuk jangka waktu panjang.

Artikel ini awalnya mucul di VICE US.