Kerusakan Lingkungan

Saksikan Dampak Polusi Tak Kasat Mata di Bumi Lewat Hasil Jepretan Fotografer Ini

Fotografer J. Henry Fair mengungkap efek pencemaran lingkungan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, dengan cara memotret dari ketinggian.

oleh Edoardo Liotta
26 Mei 2019, 3:00am

Semua foto oleh J Henry Fair. 

Saat membicarakan pencemaran lingkungan, kalian mungkin membayangkan pantai penuh sampah, hidung penyu tersangkut sedotan plastik, atau kepulan asap kendaraan yang mengotori udara.

Tapi, pernahkah terpikir oleh kalian kalau ada jenis polusi tak kasat mata? Apakah pencemaran macam itu sama buruknya dengan yang terpampang jelas di depan mata? Itulah yang ingin dibahas lebih mendalam oleh fotografer sekaligus aktivis lingkungan J. Henry Fair.

Sambil naik pesawat kecil, Henry terbang menjelajahi sejumlah lokasi penuh polusi, yang dituangkan lewat seri foto bertajuk Industrial Scars. Proyek ini bertujuan mengungkap efek polusi industri ekstraktif yang berasal dari hasrat manusia modern terhadap konsumsi massal.

Dia memotret lokasi pengeboran minyak, pabrik kertas, peternakan, penambangan batu bara, dan produksi plastik. Semua tempat ini memiliki dampak mengerikan bagi Planet Bumi. VICE ngobrol bersama Henry mempelajari lebih dalam tentang makna fotografinya yang menantang serta agenda aktivisme lingkungannya.

phosphate waste agcriulture pollution
'The End Of Agriculture'. Pipa ini menyalurkan limbah fosfat di Florida, AS. Foto oleh J. Henry Fair.

VICE: Halo. Bisa dijelaskan apa yang menginspirasimu memotret polusi dari ketinggian?
J. Henry Fair: Zaman sekarang, orang-orang sengaja menempatkan diri sendiri di ruang gema. Kalian merasa dunia baik-baik saja karena dininabobokkan algoritma media sosial. Kita hanya terbiasa dengan gagasan yang telah kita pikirkan. Tak heran jika ada orang yang percaya betul pemanasan global akibat ulah manusia cuma hoax dan bumi baik-baik saja. Tujuan saya dalam proyek foto ini adalah menciptakan karya yang menembus ruang-ruang pemikiran sempit akibat algoritma medsos. Menurut saya, seri foto ini adalah salah satu cara menyadarkan mereka yang tidak percaya kalau pencemaran lingkungan dalam skala besar benar-benar terjadi. Saya ingin memulai pembicaraan lebih serius untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Saya tak percaya jika foto-foto tersebut langsung mengubah pandangan mereka sepenuhnya. Meski begitu, kadang, yang kita butuhkan hanya mendorong seseorang mulai bertanya. Ada beberapa anak muda yang mendatangi saya, dan bilang berkat foto-foto tersebut mereka memutuskan jadi vegetarian. Saya senang mendengarnya.


Tonton dokumenter VICE soal efek buruk plastik yang tidak diolah secara serius bagi kondisi lingkungan Indonesia:


Bagaimana caramu menemukan lokasi-lokasi penuh polusi jika dilihat dari jarak ratusan meter dari permukaan ini?
Saya punya database dan melacak lokasinya. Sayamemahami apa yang terjadi dan di mana titik pencemaran setelah mempelajarinya bertahun-tahun. Saya juga memilih lokasi berdasarkan apakah karya foto saya bisa memengaruhi perubahan undang-undang.

coal power plant germany pollution
Uap beracun dari menara pendingin di PLTU batubara di Grevenbroich, Jerman. Foto oleh J. Henry Fair.

Masalah lingkungan apa yang menurumut mendesak segera dipahami masyarakat?
Saya ingin orang-orang tahu efek merusak PLTU batubara. Salah satunya di Jerman. Saya memprioritaskan lokasi ini di pameran terbaru, karena saya ingin orang-orang mulai membicarakannya. Mereka tidak tahu seberapa banyak emisi karbon yang dilepas ke udara akibat PLTU. Pembangkit listrik membakar batu bara dalam jumlah yang sangat banyak setiap harinya. Akibatnya, pembakaran ini menghasilkan abu yang luar biasa beracun. Polusi udara adalah penyebab kematian terbesar di Uni Eropa. Kita bisa menuntaskan masalahnya dengan berhenti membakar hidrokarbon. Masalah perubahan iklim hanya apa yang terlihat saja, padahal ada banyak masalah lain yang saling berkaitan.

Jadi kamu ingin orang-orang terinspirasi melakukan sesuatu setelah melihat fotomu?
Betul sekali. Apa yang terjadi di Hutan Hambach adalah masalah lingkungan besar di Jerman. Para aktivis tinggal di hutan untuk memprotes kerusakan Hambach selama bertahun-tahun. Mereka sempat dikira orang gila, padahal sebenarnya mereka melindungi hutan agar tidak ditebang demi batubara. Isu lingkungan selalu bersifat simbolis, walaupun sebetulnya jadi masalah bagi Eropa dan dunia yang lebih luas. Tujuh dari 10 penghasil karbon terbesar di Eropa adalah PLTU batubara. Walaupun masalah awalnya tentang kondisi hutan, persoalan ini menggambarkan kebijakan Jerman yang masih mendukung bisnis batubara. Jerman adalah penghasil karbon terbesar di Eropa.

industrial water pollution
Laguna pengolahan limbah pabrik kertas. Foto oleh J. Henry Fair.

Bisa ceritakan caramu memotret polusi dari pabrik pembuatan tisu di Kanada?
Itu adalah limbah dari pabrik tisu terkenal, tapi saya tidak mau menyebutkan mereknya. Saya tidak hanya mengincar satu perusahaan tertentu. Saya ingin mengatakan kalau konsumen sebaiknya memakai tisu terbuat dari koran atau produk daur ulang kertas lainnya. Kamu bisa melindungi hutan jika melakukannya, dan kamu akan membawa perubahan besar bagi iklim dan air.

Memangnya apa yang terjadi di pabrik kertas itu? Bagaimana cara kerjanya?
Pabrik di Kanada ini menebang pohon-pohon di hutan boreal untuk membuat tisu. Benda yang menggelembung di tengah-tengah itu adalah agitator. Mereka mengagitasi limbah cair untuk mempercepat penguapan senyawa organik, dan mereka menaruh mikroba di sana untuk memakan beberapa bahan organik. Agitasi mempercepat proses itu juga.

aluminium production waste
Jejak busa dalam limbah bauksit dari kilang aluminium Burnside, Louisiana, AS Foto oleh J. Henry Fair.

Apakah pengalaman menggarap proyek foto ini memengaruhi kehidupanmu secara pribadi?
Saya jadi menghindari punya ponsel pintar selama bertahun-tahun. Alasannya karena saya tidak mau masuk ke ruang gema medsos yang rentan membuat saya jadi tidak peduli sekitar. Saya juga tahu dampak produksi ponsel pintar pada lingkungan. Itu adalah salah satu perubahan sikap yang muncul dari riset selama ini. Saya pun jarang makan daging, karena saya tahu daging merupakan salah satu komoditas pangan yang proses produksinya paling merusak Bumi.

Penemuan terpenting yang saya dapatkan selama mengerjakan seri foto ini adalah kesadaran bahwa melindungi lingkungan berarti membela alam, dan alam sama dengan manusia. Kita adalah bagian dari alam. Jangan pernah lupakan fakta itu. Peradaban mengubah cara berpikir kita tentang alam. Kita mengira manusia terpisah dari alam. Pikiran semacam itu bisa menjadi sangat berbahaya.

Bisa kasih gambaran di ketinggian berapa kamu memotret wilayah-wilayah tersebut?
Setiap foto tentu berbeda-beda, tapi kebanyakan diambil dari ketinggian sekitar 300 meter. Di titik itulah, kamub bisa melihat secara jernih situasi danau limbah beracun raksasa. Semua fotonya diambil dari udara.

oil storage tank refinery
Bagian atas tangki penyimpanan minyak di Refinery Pascagoula, Mississippi, AS Foto oleh J. Henry Fair.

Bagaimana caramu bisa memotret sampai di ketinggian tersebut?
Saya menyewa pilot dan pesawat kecil supaya bisa memotret dari udara. Saya menumpangi pesawat yang bisa terbang di kisaran 300 meter, yang biasanya merupakan ketinggian minimum legal di wilayah berpenduduk. Saya kadang-kadang meminta pilot terbang lebih rendah jika memungkinkan. Ini salah satu proses produksi foto paling sulit sepanjang karir saya. Tak jarang saya kesulitan menyewa pilot dan pesawat di banyak tempat. Di Singapura, contohnya. Saya tidak bisa melakukan teknik tersebut sama sekali. Saya kepingin memotret rig pengeboran minyak lepas pantai yang banyak ditemukan di pesisir Singapura. Tapi, tak ada pilot lokal yang mau mengantar saya karena takut melanggar hukum.

Pernahkah kamu mengalami pengalaman buruk saat memotret tempat-tempat ini?
Saya pernah diinterogasi FBI, tapi mereka sangat sopan. Pemerintah Amerika Serikat gampang paranoid sejak serangan teroris 11 September 2001. Orang-orang sangat mudah dikuasai rasa takut. Salah satu pilot sewaan melaporkan saya ke FBI, karena mengira saya teroris. "Buat orang hidup dalam ketidaktahuan, buatlah mereka mudah takut" adalah formula terbaik dalam memanipulasi masyarakat sepanjang sejarah.

Di lain waktu, ada pengelola kilang yang menelepon polisi saat melihat pesawat kami. Saat itu cuacanya sangat berangin, dan saya menemukan apa yang ingin saya abadikan. Saya biasanya menggunakan lensa telefoto, tapi supaya hasil fotonya maksimal kondisi pesawat harus stabil. Anginnya sangat kencang sehingga pilot kesulitan mengatur arah pesawat. Seseorang di bawah kami melihat pesawat kami berputar-putar di atas kilang. Karena itulah, mereka menghubungi FBI.

fertilizer pollution spain
Limbah cair hijau di lahan gipsum yang berasal dari produksi pupuk fosfor di Huelva, Spanyol. Foto oleh J. Henry Fair.

Apakah bau limbahnya tercium sampai di pesawat saat kamu memotret?
Iya lah. Aroma itu benar-benar bikin mual. Baunya sangat beracun, mau itu dari PLTU batubara atau kilang. Kamu bisa menciumnya dari pesawat.

paint production pollution
Tumpukan bahan baku sebuah pabrik cat di Szczecin, Polandia. Foto oleh J. Henry Fair.

Pesan apa yang ingin kamu sampaikan lewat foto-foto ini?
Umat manusia sedang mengalami krisis. Kesempatan kita sudah hampir habis. Siapa lagi yang akan memulai perubahan kalau bukan generasi kita sekarang? Pemerintah di negara manapun tidak peduli masa depan rakyat. Mereka lebih peduli sama keinginan pemilik perusahaan. Pertambangan atau pabrik manufaktur selalu dianggap wajar, asal didukung sarana pengolahan limbah. Itu solusi yang selama ini dipercaya kaum kapitalis. Kaum elit yang menghasilkan banyak uang dari tempat-tempat ekstraktif terhadap lingkungan macam itu juga memiliki anak. Tapi mereka membohongi diri sendiri. Mereka mengira uang bisa menyelamatkan keluarganya dari hal-hal buruk akibat kerusakan lingkungan.

Beruang kutub memang akan punah dengan atau tanpa polusi. Mendingan berhenti menangisi mereka. Kita telah kehilangan banyak hal, tapi masih banyak juga yang bisa diselamatkan oleh upaya kolektif umat manusia. Satu-satunya cara kita bisa menghentikan kerusakan ini yaitu dengan turun langsung ke jalan. Tunjukkan kalau kamu tidak mau kerusakan terus berlanjut.


Tonton karya foto lain dari J. Henry Fair lewat Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.