Seri Foto Artistik Berikut Mengajak Kita Menertawakan Hidup yang Penuh Humor

Fotografer Kyle Berger di Toronto sangat berbakat menciptakan hal-hal jenaka dari binatang atau kebetulan yang biasa kita temui dalam hidup sehari-hari.

oleh Kyle Berger
12 Juni 2019, 4:40am

Semua foto oleh Kyle Berger 

Seri foto ini tayang dalam Photo Issue 2019 VICE Magazine. Pada edisi kali ini, kami ingin merayakan hal-hal absurd yang lucu dan menyenangkan. Kita semua perlu rehat sejenak dari dunia nyata yang kejam. Menyadari segala yang terjadi di sekitar kita memang penting, tapi tak ada salahnya untuk menghibur diri sekali-kali. Silakan baca surat redaksi kami agar bisa lebih memahami tema humor edisi ini.

Kami juga membuat versi situs interaktif edisi ini untuk kalian kunjungi. Jangan lupa berlangganan majalah kami.

***

Kyle Berger, fotografer kelahiran 1991 yang tumbuh besar di “pinggiran kota Kanada Barat yang gemerlap penuh mal”, sering keluyuran malam-malam saat musim panas. Dia mengelilingi setiap parkiran Wal-Mart dan “menguapkan milkshake McDonalds dengan bahan peledak buatan sendiri.” Ketika beranjak dewasa, Berger mulai serius menempuh pendidikan. Dia mendalami kajian budaya (cultural studies) di University of Calgary dan fotografi di Alberta College of Art and Design sebelum akhirnya pindah ke Toronto.

Kami menemukan hasil jepretan Berger tepat saat mulai menyusun photo issue untuk majalah VICE tahun ini. Merasa terkesan, kami bersikukuh memasukkan karyanya ke dalam edisi terbaru ini. Sama seperti para fotografer lainnya, dia mampu mengubah absurditas kehidupan sehari-hari menjadi sesuatu yang lebih menarik dengan keterampilan Photoshop-nya. Misalnya seperti seekor rakun yang tertangkap basah mengais makanan di tempat sampah, anjing sedang BAB saat matahari terbenam, sampai seorang remaja berambut mohawk yang melewati deretan pot berisi tanaman berdaun lancip.

Menurut Berger, karyanya "terinspirasi dari waktu dan asalnya. Saya tergila-gila dengan budaya konsumen dan konsumsi konten kontemporer. Seakan-akan kita telah tergelincir ke dalam dunia ‘post truth’. Saya ingin hasil karyaku menjadi wadah untuk menilai realitas skeptisisme yang menghibur, atau bias pribadi ‘memercayai apa yang dilihat’, dalam dunia absurd yang dikuasai kapitalisme."

1556833995026-dog-shit-VICE_300
1556834006661-dogshumpinglol-VICE_300
1556834017104-mcdondsman-VICE_300
1556834035282-drop-the-bucks-VICE_300
1556834047587-oldlady-olddogs-VICE_300
1556834061260-mohawk-VICE_300

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Magazine