Iklan
media sosial

Merasa Facebook dan Twitter Mulai Basi? Gini Caranya Bikin Jejaring Sosialmu Sendiri

Seniman dan programmer Darius Kazemi baru saja membagikan panduan membuat situs jejaring sosial kecil-kecilan.

oleh Nicole Carpenter
11 Juli 2019, 11:19am

Tren baru medsos di masa mendatang adalah membatasi lingkaran pertemanan. Ilustrasi oleh Kenishirotie/Getty Images 

Seniman sekaligus programmer Darius Kazemi berhasil menciptakan situs media sosialnya sendiri, Friend Camp, pada Agustus 2018. Friend Camp kini memiliki 50 pengguna, dan memang "sengaja dibuat kecil-kecilan" saja. Sebagian besar dari mereka merupakan teman Kazemi. Menurutnya, platform sosial ini mirip kanal Slack yang memungkinkan pengguna ngobrol dengan anggota grup lain.

Faktor yang membedakan Friend Camp dari Slack, Facebook, dan Twitter adalah pengguna dapat menyesuaikan grup mereka dengan peraturan dan kebijakannya masing-masing menggunakan perangkat lunak medsos open-source. Jejaring sosial ini mengandalkan server yang dimiliki pengguna, sehingga tidak melibatkan korporasi dan risiko yang menyertainya.

“Friend Camp tak menyebalkan seperti kebanyakan situs jejaring sosial besar,” terang Kazemi. “Kami tidak menjual atau mengumpulkan data pengguna, tak pasang iklan, dan jarang ada perubahan fitur utama kecuali saya sudah membahasnya ke semua anggota.”

Kazemi baru-baru ini merilis “ Run your own social” berdasarkan pengalamannya membuka situs Friend Camp. Panduan ini menjelaskan cara-cara pembuatan jejaring sosial secara terperinci.

Dia bilang, "[komunikasinya] lebih fleksibel dalam konteks internet yang lebih luas" apabila menjalankan platform medsos milik sendiri.

Panduannya menguraikan alasan orang-orang membuat situs jejaring sosial kecil-kecilan, solusi menyelesaikan masalah sosial, memperkenalkan pengguna baru ke situs, dan seperti apa penampilan jejaring sosial kecil ini di masa depan.

Kazemi juga memberikan informasi teknis, seperti cara mengatur server dan mengakali sesuatu yang tidak kalian kuasai.

Friend Camp menggunakan perangkat lunak open-source Mastodon yang memungkinkan pengguna memodifikasi kerangka jejaring sosialnya. Pengguna juga dapat melarang hard-code terhadap komunitas lain—seperti Nazi—dan mengusir mereka dari grup.

"Ada teman saya yang memiliki servernya sendiri dan mereka kayak, ‘Ngeblokir atau nge-mute Nazi kayaknya belum cukup deh,’" terang Kazemi. "Kami perlu memasang firewall dan menyembunyikannya agar orang lain tidak mengetahui keberadaannya."

Berhubung Mastodon adalah jaringan terdesentralisasi, itu berarti setiap grup bebas menggunakan jejaring sosialnya sesuka hati, termasuk buat menyebarkan kebencian. Mastodon mirip seperti utas penghubung antara server-server ini, jadi komunitas berhak memutuskan sendiri grupnya “ada” di komunitas mereka atau tidak.

Kazemi lalu membahas tentang Friend Camp. “Apabila saya menemukan server yang penuh ujaran kebencian terhadap kelompok transgender, saya bakalan langsung memblokirnya di tingkat server atas nama semua 50 pengguna.”

Membuat jejaring sosialnya tetap berskala kecil sangat penting untuk penyesuaian yang memenuhi kebutuhan semua orang. Kazemi menyarankan sebaiknya jumlah pengguna kurang dari 100 orang. Komunitas kecil lebih mudah diatur, baik secara teknis maupun sosial, tetapi juga menciptakan keakraban yang memungkinkan pengguna kenal satu sama lain. Itu berarti grupnya benar-benar terjaga.

Masalahnya, situs media sosial—bahkan yang open-source sekalipun—umumnya dirancang untuk menyebarkan pesan seluas-luasnya. Sementara itu, situs medsos kecil seharusnya memiliki opsi mengirim pesan ke grup saja. Kazemi mengungkapkan dia berusaha menyelesaikan masalah ini dengan merilis modifikasi Mastodon yang memiliki semua fitur yang dia inginkan, seperti memungkinkan pengguna cuma mengirim pesan ke komunitas mereka saja.

Kazemi saat diwawancarai Motherboard mengaku akan merilisnya “segera”, bersama opsi perangkat lunak lain yang memberikan “opsi komoditas” untuk pengguna.

"Facebook tidak mungkin bisa mengikuti komunitas kecil kami," katanya. "Platform itu memang tidak dimaksudkan untuk komunitas kecil, tetapi untuk komunitas terbesar di dunia."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard