Iklan
The VICE Morning Bulletin

Buletin Pagi VICE: 4 Parpol Anyar Ramaikan Pemilu 2019, Pemprov Dorong Persija Hukum Suporter Perusak GBK

Ada juga ringkasan berita lain soal Rizieq Shihab (kembali) batal pulang serta dakwaan terhadap 13 warga negara Rusia karena pengaruhi pilpres AS dua tahun lalu.

oleh VICE Staff
18 Februari 2018, 11:30pm

Pemilih memindah kertas suara berisi calon anggota legislatif mewakili tiap partai peserta pemilu 2014. Foto oleh Beawiharta/Reuters

Semua kejadian penting yang perlu kalian tahu sepanjang akhir pekan lalu dari dalam maupun luar negeri tersaji berbentuk ringkasan, dikurasi awak redaksi VICE. Selamat membaca!

Kabar Seputar Indonesia

Empat Parpol Baru Resmi Bertarung di Pemilu 2019, Berebut Suara Anak Muda
Empat partai politik anyar resmi bertarung di pemilihan umum legislatif 2019 setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan nomor urut ke-14 partai peserta. Keempat parpol anyar itu adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Berkarya, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo), menyingkirkan partai kawakan semacam Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. PSI, Partai Garuda, dan Perindo secara khusus menargetkan suara anak muda maupun pemilih pemula dalam hajatan politik tahun depan yang digelar serentak bersama pilpres. Partai Berkarya secara khusus menandai kembalinya Hutomo Mandala Putra (Tommy), putra bungsu penguasa Orde Baru Soeharto di jagat politik. Berdasar pengundian KPU, Partai Kebangkitan Bangsa mendapat nomor urut 1, sedangkan Demokrat memperoleh nomor 14 alias paling buncit. —Kompas.com

Rizieq Shihab Tak Kunjung Pulang, Foto Tiket Pesawat Cuma Insiatif Simpatisan
Selama sembilan bulan terakhir Pemimpin Tertinggi Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, tak kunjung kembali dari umroh setelah polisi hendak memeriksanya atas skandal komunikasi mesum dengan seorang perempuan. Untuk ketiga kalinya, kabar ulama akrab disapa Habib Rizieq itu pulang pada 21 Februari, kembali terbukti tak benar. Foto tiket pesawat yang menjadi penanda meyakinkan Rizieq pulang ternyata dipesan atas insiatif simpatisan FPI. "Belum ada kepastian apapun tentang itu," kata Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, selaku jubir Polda Metro Jaya, yang berniat memproses pemimpin FPI itu bila benar pulang dari pelarian. —merdeka.com

Jakmania Panen Kecaman, Wagub Minta Suporter Perusak GBK Dihukum
Pengguna Internet sepanjang akhir pekan lalu mengecam aksi Jakmania, julukan suporter klub Persija, yang merusak bangku, berkelahi, serta merobohkan pagar Stadion Gelora Bung Karno. Aksi vandal tersebut sebagian terekam CCTV. Persija meraih Piala Presiden, mengalahkan Bali United dengan skor 3-0, namun pendukungnya mencoreng citra persepakbolaan nasional. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno geram melihat bermacam fasilitas di stadion internasional ibu kota itu rusak, mendesak petinggi Jakmania menindak tegas anak buahnya. "Saya meminta [suporter berulah] yang tertangkap di CCTV itu disebarkan Jakmania kepada masyarakat," kata Sandi. Panitia Pelaksana Piala Presiden berjanji akan mengganti semua kerusakan kepada pihak pengelola GBK. —Detik

Insiden Ulama Diserang 'Orang Gila' Terulang di Lamongan
Dalam periode tak sampai sebulan, di Bandung dan Tuban, insiden 'orang gila' menyerang ulama kembali terulang di Lamongan. Korban terbaru adalah KH Hakam Mubarok, pemimpin ponpes di Karangsem, Paciran pada Minggu (19/2) siang waktu setempat. Pelaku berlagak gila saat diperiksa polisi, persis seperti dua insiden sebelumnya. Saksi menuding ini serangan sistematis, karena pelaku mondar-mandir di sekitar masjid ponpes beberapa hari sebelum kejadian. Kesaksian ini mempertajam dugaan bahwa modus penyerangan ulama di beberapa wilayah dirancang oleh kepentingan politik tertentu. —Republika

Kabar Seputar Dunia

Jaksa Mendakwa 13 Warga Negara Rusia Karena Berusaha Mempengaruhi Pilpres AS
Penyidik Khusus Kejaksaan Robert Mueller dua hari lalu menjerat 13 warga negara Rusia atas pasal pidana spionase dan berupaya secara aktif mempengaruhi hasil pemilu presiden Amerika Serikat pada 2016. Pemeriksaan yang dilakukan bersama FBI itu membuktikan ada operasi internet dengan kode sandi 'Project Lachta' untuk mempengaruhi persepsi publik Amerika Serikat terhadap capres-capres dari kedua partai, serta memoles citra Donald Trump yang akhirnya terpilih menjadi presiden. Yevgeny Prigozhin, konglomerat yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dituding mendanai kegiatan tersebut. —VICE News

Ratusan Prajurit Bayaran Asal Rusia Tewas di Suriah
Laporan dari sumber independen menyatakan ada 300 prajurit bayaran asal Rusia yang tewas di Suriah selama dua tahun belakangan. Para tentara bayaran itu bertugas di sana bersama dengan prajurit resmi Rusia yang dikirim Putin untuk membantu sekutunya, Presiden Basyar al-Assad, tetap bertahan sebagai orang nomor satu Suriah. Kremlin membantah angka tersebut, namun kemarahan warga terhadap kebijakan luar negeri mereka di Timur Tengah mulai ramai disuarakan. —VICE News

Puluhan Ribu Prajurit Cina Diwajibkan Tanam Pohon Lawan Polusi
Sebanyak 60 ribu prajurit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok diperintahkan ikut serta dalam kerja bakti penamaman pohon. Program penghijauan ini sebagai awalan dilaksanakan di pinggiran Ibu Kota Beijing. Cina mengalami polusi yang parah dalam satu dekade terakhir akibat maraknya pembangunan, tanpa menyertakan ruang hijau. Program tanam pohon oleh tentara ini diharap dapat menghijaukan wilayah seluas 6,6 juta hektar. —Asia Times

Kabar Menarik Lainnya

Merekam Semaraknya Imlek di Aceh yang Turut Dirayakan Umat Muslim
Di Banda Aceh, kesan seram hukum syariah luluh saat Imlek. umat Muslim turut merayakan tahun baru Cina. Ada yang bersilaturahmi ke tetangga, sebagian meramaikan arak-arakan barongsai. Fotografer VICE merekam harmoni antar warga dalam kemeriahan Imlek di seputaran Peunayong Banda Aceh. —VICE

Agresifnya Penambang Bitcoin Membuat Kartu Grafis Komputer Langka di Pasaran
Berbagai lembaga melaporkan pada media mulai kesulitan menemukan komponen komputer kunci yang diperlukan untuk aktivitas masing-masing, yakni graphics processing units (GPU). Kejadian ini dipicu maraknya penambangan koin digital seperti Bitcoin, Ethereum dan Zcash, jadi mata uang kripto, yang membutuhkan komputer dengan GPU berjumlah banyak. Penambang membelinya dalam jumlah besar, hanya menyisakan segelintir saja untuk orang lain. —Motherboard