'Suspiria' Adalah Soundtrack Film Horor Terbaik Sepanjang Masa

Karya legendaris Dario Argento ini diiringi lagu dan musik latar yang mendukung atmosfer horornya. Claudio Simonetti, personel band di balik soundtrack tersebut, menjelaskan proses produksinya dulu.

|
Ags 13 2018, 8:58pagi

Biarpun dikenal atas kreasinya menciptakan soundtrack film horor terbaik sepanjang masa, Claudio Simonetti tidak pernah tertarik dengan score film. Musisi Italia kelahiran Brasil tersebut lebih tertarik dengan "lagu-lagu dan album", dan sempat manggung dalam sebuah band di tahun 60an. Dia juga adalah komposer dan keyboardis band prog-rock 70an bernama Goblin.

Semua ini berubah ketika dia bertemu Dario Argento. Sutradara Italia tersebut sedang tenar akibat upayanya membangkitkan genre giallo, semacam film misteri pembunuhan dramatis Italia yang dibalut nuansa horor.

"Label mempertemukan saya dengan Dario. Saat itu dia sedang mencari sebuah band rock untuk filmnya yang berjudul Profondo Rosso [Deep Red],” ungkap Claudio. Biarpun awalnya sang sutradara memimpikan band Inggris, Pink Floyd untuk peran tersebut—"dia menginginkan sesuatu yang baru,” ujar Claudio. Dia terpukau dengan kemampuan Goblin untuk mengambil alih peran tersebut setelah adanya cekcok dengan komposer awalnya, Giorgio Gaslini. "Dia masuk ke studio, mendengarkan musik kami, dan langsung suka," ujar Claudio. "Kami hanya punya sepuluh hari untuk menulis dan mengomposisi semuanya."

Soundtrack Profondo Rosso sukses besar, terjual satu juta kopi dalam delapan bulan, dan bertengger di puncak chart pasar yang didominasi oleh peserta Eurovision yang gagal dan lagu-lagu ballad percintaan yang dramatis. Dua tahun kemudian, ketika Dario tengah mencari soundtrack untuk proyek berikutnya—cerita tentang murid balet asal Amerika yang pindah ke sebuah akademi tari bergengsi di Jerman—dia langsung tahu harus mencari siapa.

"Dario mengatakan, ‘kali ini, saya ingin sesuatu yang sangat berbeda,'" ujar Claudio. "Dia mengatakan ke saya, 'Ini bukan film thriller tradisional seperti yang pernah saya buat. Saya ingin orang merasa mereka benar-benar di sana. Saya ingin musiknya sendiri sudah cukup bisa menakuti penonton'."

Ternyata film yang dimaksud Dario merupakan Suspiria (1977), sebuah horor avant-garde klasik yang dideskripsikan situs AllMovie sebagai, "salah satu serbuan terhadap panca indra paling ganas yang pernah direkam menggunakan seluloid." Sulit rasanya membayangkan visual mengerikan film ini tanpa soundtrack besutan Goblin—musik eksperimental dan brutal yang membantah persepsi bahwa soundtrack film seharusnya hanya berfungsi sebagai musik latar belakang.

"Kami mengomposisi musik ini agar berbeda dengan musik gothic atau baroque normal," jelas Claudio. "Kami menggunakan bouzouki (instrumen senar Yunani) dan tabla (drum India). Saya menggunakan synthesizer Moog besar. Itulah sebabnya ini karya terbaik kami. Beda banget soalnya."

Film Suspiria akan diadaptasi ulang pada 2018 oleh Luca Guadagnino. Versi baru bakal dibintangi Dakota Johnson. Kali ini, soundtracknya ditangani oleh Thom Yorke, sang vokalis Radiohead.

Nyatanya, 40 tahun sejak film orisinalnya dirilis, soundtrack besutan Goblin tetap terasa kekal dan tak lekang oleh waktu, dan terus menarik penggemar baru. Tua maupun muda, semua masih merasakan kengerian dari soundtrack Suspiria.

"Menurut saya film ini punya sesuatu yang berbeda," ujar Claudio. "Saya sudah bertemu banyak generasi yang berbeda dan mengatakan mereka sudah menonton filmnya, baik ayah maupun anak. Film ini terkenal berkat fotografi, special effectnya, dan tentu saja soundtracknya. Tapi bahkan hingga sekarang, ada sesuatu yang terasa baru dalam musik kami yang sudah tua ini. Ini adalah awal segalanya bagi kami."

Artikel ini pertama kali tayang di i-D

More VICE
VICE Channels