'Sulit Menjelaskan Proses Kreatif Radiohead': Wawancara Bersama Philip Selway
Wawancara

'Sulit Menjelaskan Proses Kreatif Radiohead': Wawancara Bersama Philip Selway

Pemain drum band rock legendaris asal Inggris ini menceritakan karir solo dan album barunya di luar Radiohead.
31 Oktober 2017, 6:41am

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey Spanyol.

Philip Selway menghabiskan 30 tahun masa hidupnya bermain drum di band rock asal Inggris, Radiohead. Selway, sekarang 50 tahun, sejak dulu selalu terlihat sebagai pria botak berpostur ideal. Ketika sepanggung bareng bandnya, seakan-akan tidak ada yang lebih penting baginya dibanding memainkan instrumen musik sepenuh hati. Selway tak pernah memperoleh sorotan, tapi karena itulah dia terus menggebuk drum seakan tiada hari esok.

Sama seperti anggota Radiohead lainnya, Selway sebetulnya bisa memainkan beberapa alat musik sekaligus. Dia tipikal musisi yang memiliki banyak ide untuk direalisasikan. Wajar bila Selway tidak bisa hanya berkutat di satu band saja. Karena ada hal-hal yang hanya bisa diekspresikan dirinya, maka Selway memilih untuk bersolo karier juga setelah Thom Yorke dan Johnny Greenwood melakukannya lebih dulu.

Dalam karier solonya, Selway telah menghasilkan tiga album studio, yaitu Familial (2010), Weatherhouse (2014), dan sebuah soundtrack untuk film Let Me Go garapan sutradara Polly Steele. Film itu menceritakan hubungan anak perempuan dan ibunya yang terjebak dalam sebuah rahasia keluarga kelam. Film ini dibuat berdasarkan cerita Helga Schneider, rilis awal tahun ini.

Saat bersolo karier, Selway tidak hanya memainkan drum, tapi juga gitar, bernyanyi serta menjadi pencipta semua lagu tersebut. Lagu-lagu ciptaanya memiliki aura khas: lembut dengan sentuhan melankolis yang kelas, namun mencerahkan pada saat yang sama. Lagu-lagunya bisa dibilang memiliki suasana yang sedih tapi juga membuat orang yang mendengarnya bernostalgia ke saat-saat bahagia dalam hidup. Untuk soundtrack film Let Me Go, Selway menghadirkan lagu yang cocok untuk sebuah film yang dramatis, menceritakan seorang wanita yang harus menelantarkan anaknya untuk bergabung dengan pasukan khusus SS Nazi.

Dalam soundratck ini, Selway mengeksplorasi bermacam alat musik akustik, seperti gitar akustik dan biola (string quartets). Gubahan Selway memberikan nuansa yang pas untuk film drama. Let Me Go merupakan contoh bahwa Radiohead merupakan band yang berisi musisi-musisi brilian dengan keunikan masing-masing.

Noisey Spanyol memanfaatkan rilisnya soundtrack Let Me Go pada 27 Oktober di Amerika Latin berbincang bareng Selway melalui sambungan telepon. Dalam perbincangan kami, Selway menceritakan awal mula keterlibatannya mengarang lagu soundtrack ini sambil menjalani proses rekaman A Moon Shaped Pool. Dia juga menyinggung perbedaan yang dia rasakan sebagai pemain drum Radiohead maupun sebagai musisi solo, serta peran musik di dunia saat ini.

Noisey : Beberapa tahun belakangan ini anda sibuk sama Radiohead. Tahun lalu ada momen rilis album baru, sedangkan tahun ini perayaan ulang tahun ke-20 dari OK Computer. Bagaimana anda membagi waktu sambil membuat lagu untuk Let Me Go?
Philip Selway : Ya memang belakangan ini saya agak sibuk. Untuk bisa membuat lagu Let Me Go, saya harus bisa bekerja di antara jadwal Radiohead. Contohnya, saya harus mengembangkan ide untuk membuat Let Me Go pada pagi hari, sebelum sesi rekaman Radiohead untuk lagi A Moon Shaped Pool. Saat saya memulai bersolo karier, saya harus benar-benar fokus karena saya harus mencari ritme dan lagu yang tepat untuk saya ciptakan. Awalnya agak susah untuk bisa menjalani dua karier sekaligus, namun seiring dengan berjalannya waktu, saya jadi sudah terbiasa untuk bermain dalam grup band dan bersolo karier. Terkadang memiliki dua karier adalah sesuatu yang bagus karena mereka saling melengkapi.

Saya pernah baca bahwa anda ingin sekali membuat sebuah soundtrack film. Apa rasanya ketika akhirnya kesempatan itu datang?
Saya selalu berusaha untuk mencari tantangan baru dalam dunia musik. Tantangan pertama saya adalah membuat musik untuk sebuah pagelaran tari, yang sudah saya lakukan dengan London's Rambert Dance Company. Dan yang kedua adalah untuk membuat sebuah soundtrack untuk film. Awalnya saya belum merasa siap untuk melakukan ini, tapi Polly Steele terus mendekati saya dan akhirnya saya bergabung dengan produksi film ini. Sebenarnya saya hanya akan menjadi supervisor untuk aspek musik, tapi akhirnya saya merasa saya bisa membuat soundtracknya sendiri. Saya mengenal naskah filmnya dengan baik dan saya tahu apa hal yang penting yang harus saya masukkan ke dalam soundtrack. Kemudian seorang aktris berkebangsaan Inggris bernama Juliet Stevenson dijadikan sebagai pemeran utamanya.

Ketika proses produksi sudah mulai berjalan, semua elemen mulai menjadi satu kesatuan yang utuh. Para aktor, sutradara, dan cinematografer saling membantu untuk menciptakan suasana yag tepat dalam film. Menurut saya, ide utama dalam film ini terletak pada tiga pemeran utama, semuanya wanita, dan ini merupakan sesuatu yang jarang ditemukan dalam industri perfilman.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah dalam album ini, anda memakai biola meramaikan aransemen lagunya. Apakah pemakaian biola direncanakan sejak awal?
Saya belum pernah memakai kelompok biola untuk lagu saya, dan saya rasa ini akan menjadi percobaan menarik. Ketika anda berada di industri musik, anda harus mencoba segala sesuatu untuk mencapai hasil yang anda inginkan. Pada akhirnya, anda berusaha melakukan sesuatu sedekat mungkin dengan kata sempurna, dan apa yang anda kerjakan bisa memiliki karakter unik.

Foto oleh Alex Lake.

Hal lain yang menarik adalah aransemen gitarnya. Saya dengar awalnya anda ingin memulai karier sebagai pemain gitar sekaligus penyanyi. Kenapa akhirnya menjadi pemain drum?
(Tertawa). Saya mendapat satu set drum pertama saya di umur 16, dan mulai menulis lagu di usia yang kurang lebih sama. Beberapa tahun kemudian kami mulai membentuk Radiohead. Pada masa itu, kemampuan musik saya paling mumpuni cuma di drum, jadi saya fokus ke sana saja. Ketika anda berada dalam sebuah grup musik yang isinya orang-orang berbakat dan berkomitmen, anda harus terus mengembangkan kemamuan musik anda pada satu alat musik, agar tidak menjadi beban bagi yang lain. Keinginan saya untuk menjadi komposer harus menunggu kurang lebih satu dekade, hingga Radiohead selesai rekaman OK Computer dan semua turnya selesai. Ketika semua itu selesai, saya mulai mencoba kembali menciptakan lagu. Saya menciptakan lagu terlebih dahulu dibanding menyanyikannya. Saya merasa ketika menciptakan lagu, menyanyikannya, dan bermian gitar, saya harus berusaha segigih ketika saya bermain drum.

Apa bagian terbaik dalam proses menciptakan lagu bareng Radiohead?
Buat saya, bagian terbaiknya ketika kami memberikan ide masing-masing untuk sebuah lagu, lalu semua ide itu membuat kami mampu menciptakan lagu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Kami sudah bermain musik bersama selama puluhan tahun, jadi kami sudah bisa menciptakan harmoni melalui alat musik masing-masing. Proses kreatif macam ini agak sulit dijelaskan. Proses yang sama terjadi ketika kami bermain musik di panggung, hubungan kami tidak bisa dijelaskan dengan nalar. Hanya bisa terjadi ketika anda benar-benar fokus dalam bermusik.

Jonny Greenwood, Thom Yorke, dan sekarang giliran anda berkesempatan membuat lagu untuk film. Apakah ada hubungan khusus antara Radiohead dan film?
Sejujurnya, saya rasa kami tidak akan bisa membuat sebuah soundtrack film secara bersama-sama. Membuat soundtrack film lebih seperti pekerjaan yang dilakukan oleh satu orang, untuk mengekspresikan idenya mengenai sebuah film. Jadi saya rasa membuat sebuah lagu untuk film merupakan sesuatu yang saya, Jonny, dan Thom inginkan sejak lama, sehingga perlu kami lakukan secara terpisah.

Apakah menurut anda musik memiliki peran memperbaiki situasi dunia yang sedang suram sekarang?
Saya percaya bila musik, sama seperti bentuk seni lainnya, memiliki andil untuk bisa membuat bumi sebagai tempat yang lebih baik. Saya merasa musik bisa menjadi pelarian bagi orang banyak dari masalah yang terjadi saat ini. Musik juga bisa mengkespresikan apa yang terjadi dalam hidup seseorang. Saya percaya musik bisa memberikan harapan, dan bisa menyatukan orang banyak.