Iklan
Fashion

Pengin Punya Selera Fashion Bagus? Tiru Kakek Inspiratif dari Jepang Ini

Lelaki 60 tahun ini berbagi foto selfie menjajal berbagai busana ke grup FB pecinta fashion lintas negara. Katsuyuki Hamada segera jadi idola banyak orang.

oleh Lex Celera
27 Mei 2019, 3:45am

Semua foto dari arsip pribadi Katsuyuki Hamada 

Berinteraksi sama generasi lebih tua di Facebook biasaya berakhir kocak. Maksudnya generasi tua biasanya enggak melek komputer, karena mereka hidup jauh sebelum perangkat digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebanyakan Baby Boomer sulit memahami pola pikir kaum milenial saat menjelajahi dunia digital.

Tentu saja, terkadang ada pengecualian. Di grup Facebook High Fashion Talk, yang didedikasikan sebagai forum diskusi fesyen lintas negara, Katsuyuki Hamada yang berusia 60 tahun rutin panen pujian dari sesama anggota grup. Dia bahkan jadi idola anak muda yang berusia jauh di bawahnya, karena pilihan pakaiannya selalu menarik.

Hamada punya keberanian mempadupadankan jaket, celana, sampai kemeja. Koleksi pribadinya kebanyakan karya perancang busana legendaris, mulai dari Yohji Yamamoto, Takeo Kikuchi, hinga Comme des Garçons. Katsuyuki dianggap inspiratif oleh anggota-anggota grup Facebook ini, karena sukses menggabungkan hype sekaligus menciptakan gaya khasnya sendiri.

1558433026766-mr-hamada-high-fashion-talk-6
Hamada mengenakan jaket rancangan Yohji Yamamoto. Foto oleh Katsuyuki Hamada.

Foto-foto Hamada saat pamer paduan busana sangat sederhana; kebanyakan berupa selfie pakai tripod, diambil di rumahnya, tidak diedit, dengan wajah datar menatap kamera. Tetapi gayanya asyik banget.

"Yang membuat gaya Hamada unik adalah caranya memadukan pakaian. Gaya fesyennya juga sangat alami," ujar Paulo Reyes, pekerja kreatif sekaligus anggota grup FB High Fashion Talk. "Saya masih meragukan diri ketika ingin memakai baju Yohji atau CDG, tapi gaya pribadinya begitu mudah sehingga ia tampak keren mengenakan jaket longar atau celana jadul.”

Anggota-anggota High Fashion Talk lainnya turut memuji Hamada. "Aku sangat mengagumi si kakek," kata salah seorang anggota. "Aku pengin kayak dia kalau udah tua."

Meski dipuji, Hamada mengaku hanya ingin jadi dirinya sendiri. Karena tidak lancar berbahasa Inggris, dia sering memakai kamus elektronik lalu membagi gambar perancang busana dan musik kesukaannya ke grup FB tersebut.

Hamada menyukai musiknya David Bowie dan Kraftwerk. Di akun Facebook pribadinya, Hamada rutin membagi foto-foto koleksi DVD dan piringan hitam. Selama 39 tahun terakhir, dia bekerja sebagai distributor DVD. Bagi Hamada, fesyen adalah sumber kebahagiaan dalam hidupnya.

Kok koleksi pakaiannya bisa sehebat itu, padahal dia tidak kaya-kaya banget? Jawabannya: dedikasi sepanjang hidup.

Dalam sebuah postingan di High Fashion Talk, Hamad berbagi tips untuk generasi muda pecinta fesyen: "Hai anak-anak muda, saya sarankan, kalau kamu suka mengenakan pakaian dari merek terkenal, pakailah satu merek saja secara konsisten. Karena kalau kamu memakai banyak merek, gayamu jadi tidak nyambung."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.