Iklan
Hidup Tak Seromantis Fiksi

Lelaki Ini Niatnya Berpisah Romantis Kayak AADC di Bandara, Malah Ditangkap Polisi

Berbeda dari film, berpisah di area transit keberangkatan ternyata tidak seromantis itu. Bahkan sekalipun kamu sudah beli tiket seperti kejadian di Singapura ini.

oleh Meera Navlakha; Diterjemahkan oleh Jade Poa
31 Agustus 2019, 3:27am

Foto ilustrasi oleh Grahame Jenkins via Unsplash

Tema berikut sering muncul di berbagai film komedi romantis: seorang laki-laki buru-buru pergi ke bandara, melewati titik pemeriksaan, menembak perempuan idamannya yang mau pergi ke luar negeri, dan berusaha meyakinkannya tidak naik pesawat melainkan hidup bersamanya.

Terkadang adegan macam itu benar-benar mengharukan. Tetapi nyatanya hidup tidak seromantis itu.

Pada 25 Agustus lalu, seorang laki-laki berusia 27 tahun ditahan polisi Bandara Changi Singapura karena memasuki area transit antar penerbangan untuk berpamitan dengan istrinya. Dia membeli tiket pesawat supaya diizinkan memasuki area tersebut, jadi bisa mengantar sang istri sampai ke dalam banget. Tetapi menurut pernyataan kepolisian Singapura, ia ditahan karena tidak bertujuan naik ke pesawat.

Area transit Bandara Changi tergolong "Kawasan Terbatas" yang berarti hanya penumpang bertujuan meninggalkan Singapura boleh memasukinya.

"Barang siapa menyalahgunakan tiket mereka untuk memasuki area transit tanpa niat berlanjut ke destinasi berikutnya akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Infrastruktur," kata kepolisian Singapura dalam pernyataan tertulis.

Aparat menganggap niat laki-laki tersebut untuk mengantar istri tidak sesuai aturan. Karena melanggar UU Perlindungan Infrasturuktur, si lelaki berpotensi menghadapi denda setara Rp205,8 juta dan maksimal 2 tahun penjara.

Ternyata, laki-laki mabuk cinta ini bukan korban pertama. Tahun ini, polisi bandara Changi telah menahan 33 orang untuk pelanggaran sejenis.

Follow Meera di Twitter dan Instagram .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.