Iklan
10 Pertanyaan Penting

10 Pertanyaan Penting Buat Perempuan yang Sanggup Mengingat Seluruh Momen Hidupnya

Rebecca Sharrock punya kelainan tidak bisa lupa. "Hal pertama yang kuingat yaitu berada di tempat gelap dengan cahaya kemerahan. Kepalaku ada di antara kedua kakiku."

oleh Laura Woods
08 Januari 2019, 12:53pm

Semua foto dari arsip pribadi Rebecca Sharrock

Misalnya, nih, kalian buka buku Harry Potter secara acak dan mulai membacanya, Rebecca Sharrock, 29 tahun, sanggup melanjutkan semua ucapanmu. Bedanya, dia enggak baca buku sama sekali. Dia cukup mengingat penggalan kalimat itu. “There are all kinds of courage,” kataku, membaca halaman empat The Sorcerer’s Stone. “It takes a great deal of bravery to stand up to our enemies…" Rebecca melanjutkannya tanpa ragu.

Rebecca bisa melakukan ini karena dia ingat setiap momen di hidupnya, secara berurutan dan terperinci. Dia mengingatnya dalam kilas balik realistis yang mencakup aroma, potongan kata dari percakapan, dan bahkan rasa sakit fisik. Keahlian langka ini dikenal sebagai Ingatan Otobiografi Super (HSAM). Rebecca adalah salah satu dari sekitar 80 orang di dunia yang didiagnosis memiliki kondisi tersebut.

Aku menelepon Rebecca yang tinggal di Brisbane, Australia, karena penasaran. Betapa ajaib cara kerja ingatan dan otaknya. Aku juga penasaran bagaimana rasanya hidup bagaikan kamus berjalan dengan kemampuan mengingat persis seluruh pengalamanmu di dunia. Berikut petikan wawancara kami.

1545180827698-image1
Rebecca di hari dia dilahirkan. Dia ingat semua momen dalam foto ini.

VICE: Halo, Rebecca. Apa momen yang kamu ingat pertama kali?
Rebecca Sharrock: Aku ingat sedang ada di tempat gelap dengan cahaya kemerahan. Kepalaku ada di antara kedua kakiku. Aku berasumsi saat itu aku masih di dalam kandungan ibu, tapi enggak tahu usia berapa. Itu ingatan paling awal buatku karena aku ingat segala sesuatu secara berurutan.

Wow oke. Kali ini aku mau mengujimu, ya. Apa yang kamu ingat dari ulang tahun keduamu?
Sebelum adikku Jessica lahir, tapi aku enggak sadar kalau ibu sedang hamil saat itu. Aku ingat duduk di meja makan, dan kuenya dihiasi kereta plastik. Aku lebih tertarik pada kereta itu daripada lilinnya. Kuenya dilapisi perada, dan aku langsung mencopot keretanya ketika kue itu disodorkan kepadaku. Kereta ini menjadi mainan favoritku selama beberapa bulan. Pada usia itu, aku belum tahu kalau umurku bertambah. Aku cuma tahu ada yang berbeda.

Apa ingatanmu yang paling jelas?
Semakin tua, ingatanku semakin jelas. Ingatan terbaruku enggak seintens yang lama. Kalau aku harus pilih salah satu, mungkin waktu aku masih tiga tahun dan sedang duduk di kasur di rumah kakek-nenek. Aku bertanya kepada ibu soal makan malam kami beberapa minggu sebelumnya. Dia menjawab, "enggak tahu, Becky. Itu kan udah lama banget." Aku lalu menjawab, "tapi hari ini juga akan menjadi masa lalu suatu saat nanti." Terus ibu menanggapi lagi, "ah kamu akan melupakannya nanti."

Seberapa detail sih kemampuanmu mengingat semua peristiwa?
Aku mengingat segalanya. Apalagi dengan bau, yang merupakan bagian yang jelas banget dari ingatanku. Kalau aku mau pergi keluar dan pengin mempunyai perasaan tertentu sebelum aku pergi, aku memakai parfum yang terkait dengan kenangan menyenangkan.

1545180924873-image2
Rebecca sekarang menjadi pegiat kesadaran publik soal autisme. Dia rajin menggelar seminar seputar autisme untuk organisasi masyarakat dan sekolah.

Bagaimana caranya gejala HSAM bisa diuji atau dibuktikan? Seperti apa proses pengujiannya?
Prosesnya panjang banget. Orang tuaku menghubungi lab McGaugh/Stark di Universitas California Irvine, Amerika Serikat. Ini lab tempat HSAM pertama kali ditemukan pada 2006, dan satu-satunya tempat dimana kamu bisa didiagnosis apakah memang mengidap HSAM atau tidak. Prosesnya butuh waktu beberapa tahun. Aku melakukan beberapa ujian dan scan otak. Mereka bertanya pertanyaan tertentu kepadaku pada awal prosesnya, mencatat jawabanku, lalu bertanya kepadaku dua tahun kemudian apa yang aku jawab dua tahun lalu. Awalnya aku agak gugup sih melakukan ujian itu, karena mereka bilang sebagian besar orang enggak lulus ujiannya pas mereka ditanya pada hari apa peristiwa-peristiwa tertentu terjadi, atau kejadian apa yang berlangsung pada hari tertentu, tapi aku lulus.

Buat kamu diagnosis kalau kamu memang tidak bisa melupakan semua peristiwa itu penting enggak sih?
Penting banget. Sebelum aku tahu apapun tentang HSAM, harga diriku rendah banget karena aku pikir ada yang enggak benar sama aku. Jadi rasanya enak ada jawaban. Sama kayak pas aku didiagnosis dengan autisme, karena sebelum aku tahu, itu cuman satu pertanyaan lagi tentang diriku yang tak terjawab.

Sebelum berusia 21 tahun, aku belum pernah dengar apa-apa tentang HSAM, tapi pas remaja aku udah sadar ada yang berbeda denganku ketika aku mulai bersosialisasi. Aku cenderung memperhatikan hal-hal tertentu lebih dari teman-temanku. Sebelum aku didiagnosis, aku mengaitkannya dengan OCD-ku.

Menurutmu, tidak bisa melupakan semua peristiwa dalam hidupmu itu berkah atau kutukan?
Dua-duanya sih. HSAM itu kutukan karena aku enggak bisa melupakan pengalaman buruk dan aku harus mengalami ulang semua emosi yang terkait dengan pengalaman itu, dan itu bisa merusak suasana buatku. Tapi positifnya aku bisa mengalami kembali pengalaman baik, kayak hari ini aku mengingat kembali masa kecilku.

Apakah kamu berupaya menghindari situasi-situasi tertentu, karena tahu kamu akan mengingat pengalaman itu selama-lamanya?
Aku selalu harus hati-hati. Aku harus mengikuti berita terkini untuk ujian pengingatan, jadi aku selalu membaca koran. Kalau aku melihat sesuatu di TV yang mengkonfrontasi, hal itu bisa nempel sama aku selama-lamanya. Aku makan obat untuk mengendalikan rasa kecemasan ini, jadi kalau aku tahu aku akan berada dalam situasi yang berpotensi menimbulkan stres, aku makan Valium sebagai tindakan pencegahan. Terapisku memberiku strategi untuk menghindari situasi-situasi seperti ini, tapi ya, kadang memang enggak bisa dihindarkan.

Kamu ngerasanya gimana sih kalau ada orang penasaran ingin menguji ingatanmu?
Biasanya, aku merasa kikuk dan malu setiap ada yang mau menguji ingatanku. Aku ngerasa seperti tukang pamer gitu deh. Yang parah sih kalau ada yang berusaha membuktikan aku benar-benar punya kondisi HSAM tapi dengan cara yang skeptis gitu. Aku juga pernah dikirimi pesan via ponsel. Pengirimnya bilang aku tukang bohong.

Seandainya ada obat untuk membuatmu tak lagi mengidap HSAM, apakah kamu mau mencobanya?
Aku sih inginnya mengenyahkan ingatan-ingatan yang buruk. Yang itu aku enggak akan pikir panjang lebar. Masalahnya, ada banyak memori bahagia yang ingin aku simpan selamanya. Sampai sekarang, para peneliti masih mencari bagian otak mana yang mengendalikan ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek. Jadi, mereka masih mencari cara untuk menonaktifkan ingatan-ingatan tertentu.


Wawancara dilakukan oleh Laura Woods

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia

10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Bikin Penasaran yang Ingin Kalian Sampaikan Pada Ahli Kung Fu di Jakarta

10 Pertanyaan Unik yang Ingin Kamu Ajukan Kepada Anggota Freemason

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kamu Ajukan Untuk Pawang Harimau

Tagged:
Memory
HSAM
Highly Superior Autobiographical Memory
Kenangan
Kerja Otak
Kelainan
Sosok Unik
improve memory
Rebecca Sharrock
Tidak Bisa Lupa