Film

Kabar Gembira, Studio Ghibli Garap Dua Film Animasi Baru

Salah satunya adalah film panjang disutradarai Hayao Miyazaki selepas dia batal pensiun. Rencana tayangnya 2021 atau 2022.
03 Januari 2020, 5:05am
​Princess Mononoke film animasi terbaik Studio Ghibli Jepang
Cuplikan adegan dari film Princess Mononoke/Arsip Ghibli/imbd

Banyak kabar baik datang dari Studio Ghibli. Setelah filmnya akan tersedia di layanan streaming pada April mendatang, studio animasi Jepang ini juga tengah mempersiapkan dua film baru. Pengumumannya disampaikan dalam surat ucapan tahun baru 2020 mereka.

Suratnya dibuka dengan merekap pengumuman resmi, seperti pembukaan taman hiburan Ghibli di Kota Nagakute pada 2022 dan Nausicaä of the Valley of the Wind yang akan diadaptasi menjadi sandiwara panggung kabuki.

“Bencana seperti topan dan hujan lebat terus melanda Jepang. Betapa menyedihkan melihat banyak sekali orang terpaksa hidup susah karenanya,” bunyi keterangan tertulis Ghibli yang ditulis dalam bahasa Jepang.

“Kami dengan tulus bersimpati kepada mereka yang terkena dampak kerusakan dan berharap mereka bisa segera membangun kembali kehidupannya.”

Mereka kemudian membahas ramalan tahun tikus 2020. “Tikus melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Saya harap masyarakat menerima banyak harapan dan perubahan baik di tahun ini.”

Belum banyak yang bisa diketahui dari film keduanya, tetapi Studio Ghibli sudah bertahun-tahun memberi kode tentang rencana film pertama yang disutradarai Hayao Miyazaki selepas kembali bekerja. Cofounder Ghibli itu akan mengadaptasi novel terbitan 1937 berjudul Kimi-tachi wa Dō Ikiru ka ( How Do You Live?). Dengan genre fantasi petualangan, karya Genzaburō Yoshino tersebut mengisahkan kehidupan bocah 15 tahun Koperu dan pamannya. Ini akan menjadi film fitur pertama Miyazaki sejak dia memutuskan batal pensiun pada 2016.

Meskipun tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan, Studio Ghibli berencana mengeluarkannya bertepatan dengan Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo. Toshio Suzuki selaku produsernya Hayao Miyazaki memperpanjang perilisannya antara 2021 dan 2022. Hal ini dikarenakan filmnya baru 15 persen rampung pada Oktober lalu. Miyazaki dikabarkan bekerja sangat lambat, membuat satu menit animasi per bulan. Dia menyukai kesempurnaan, jadi tidak heran kalau butuh waktu lama menyelesaikannya.

Akan tetapi, tahap awal produksi yang rumit (membuat storyboard dan mengembangkan cerita) sudah lewat. Dengan begitu, dia seharusnya bisa bekerja lebih cepat. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D