TV

Industri Film Pakai Manekin Buat Syuting di Tengah Pandemi, Termasuk untuk Adegan Seks

Trik saat editing juga berperan lebih besar untuk menghasilkan adegan-adegan film di era Covid-19.
16 Juli 2020, 9:48am
maneken
Foto: @Eluoec on Unsplash

Seiring dengan penyebaran COVID-19 yang makin meluas, pemerintah di seluruh dunia mengeluarkan serangkaian protokol kesehatan baru guna meminimalisir penularan penyakit. Aktivitas ranjang juga ikut diatur, seperti anjuran bermasturbasi yang dikemukakan Pejabat Kesehatan New York beberapa waktu lalu.

Menurut Departemen Kesehatan NYC, “COVID-19 bisa tertular lewat ciuman dan seks anal… Dirimu adalah teman seks paling aman. Masturbasi tidak dapat menularkan COVID-19, terutama kalau kalian rajin cuci tangan (dan mainan seks) dengan sabun dan air.”

Untuk merayakan kebangkitan perfilman di Amerika Serikat, kru film telah menyiapkan sejumlah langkah kreatif supaya bisa tetap menghasilkan tontonan berkualitas meski penuh keterbatasan. Salah satunya yaitu mengganti pemeran film dengan maneken.

Produser eksekutif The Bold and the Beautiful mengaku kepada New York Times, penulis naskah serial TV CBS awalnya ingin menghentikan semua adegan seks. Namun, rencananya dibatalkan dengan alasan drama di antara tokoh akan terasa “datar”.

Mereka akhirnya menjatuhkan pilihan pada maneken. Meskipun sempat skeptis, para bintang film menyetujui keputusan ini. Kesehatan jauh lebih penting sekarang.

Kru serial Riverdale hanya akan memasukkan maneken ke dalam adegan wisuda. Untuk adegan seks, showrunner memberi tahu NY Times akan ditampilkan secara implisit ala film jadul.

Serial Netflix You yang kental dengan adegan intim masih mencari cara untuk mengakali peraturan social distancing.

“Dalam dunia perfilman, segala sesuatunya dipalsukan,” kata showrunner Sera Gamble.

Amanda Blumenthal, koordinator adegan intim dalam serial HBO Euphoria yang juga mendirikan Intimacy Professionals Association, berujar perubahan ini mengingatkannya pada proses pembuatan film di masa lalu.

“Rekan koordinator bergurau kita kembali ke era 1920-an saat masih penuh sensor,” katanya kepada Daily Mail. “Kalian tidak perlu melakukan apa-apa untuk menunjukkan adegan bercinta. Penonton tahu mereka akan ML setelah pintu tertutup.”

Produksi film di Asia akan mengambil tindakan pencegahan serupa dan memanfaatkan trik pengambilan angle.

Produksi film Thailand melarang adegan bercinta selama pandemi, serta perkelahian dan adegan lainnya yang membutuhkan kontak fisik dekat. Bollywood juga menghentikan adegan ciuman.

Selama syuting drama korea Move to Heaven dan Love Alarm, semua aktor wajib melakukan tes COVID-19. Kepala konten Netflix Ted Sarandos menjelaskan proses produksinya harus ditunda jika ada yang menunjukkan gejala.

Pada Mei, Film Development Council of the Philippines (FDCP) merilis protokol kesehatan untuk syuting film dan audiovisual selama pandemi. Ada persyaratan khusus yang mengatur adegan intim.

“Aktor harus menunjukkan hasil tes negatif sebelum melakukan adegan ciuman, seks, atau menyentuh wajah dan tubuh orang lain,” FDCP menyatakan. “Semua dilakukan sesuai persetujuan mereka. Aktor berhak menolak akting dalam adegan semacam itu.”

Pengambilan angle dan proses pengeditan sangat berperan besar di sini. Kru akan memutar otak bagaimana caranya menghasilkan adegan seks tanpa meningkatkan risiko penularan.

“Kami bisa mengakali seolah-olah tokohnya akan berciuman,” ungkap Rachel Flesher, koordinator adegan intim GLOW dan Never Have I Ever, menurut Cosmopolitan.

Bradley Bell, produser eksekutif The Bold and the Beautiful, membagikan trik pascaproduksi yang memungkinkan penerapan social distancing selama syuting.

“Kami akan merekam satu sisi pasangan di kamar, tapi mereka melihat ke suatu arah di dekatnya. Setelah itu, kami merekam pasangan di sisi lainnya sendirian juga. Ketika diedit, mereka seperti sedang bersentuhan,” terangnya kepada The Hollywood Reporter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA