Iklan
The VICE Guide to Right Now

Setelah 72 Tahun, Angkatan Udara India Akhirnya Memiliki Komandan Perempuan

Pencapaian Shaliza memberi harapan bagi para perempuan bahwa mereka juga bisa mewujudkan cita-citanya di negara yang sangat patriarkis itu.

oleh Shamani Joshi; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
30 Agustus 2019, 3:48am

Foto dari arsip IAF

Pepatah mengatakan gapailah cita-cita setinggi langit. Masalahnya, enggak semua orang bisa mewujudkan impian mereka. Akan tetapi, ini enggak berlaku buat Shaliza Dhami. Tentara Angkatan Udara (IAF) itu menjadi komandan penerbangan perempuan pertama di India.

Shaliza berhasil menerobos batasan gender dengan menjadi satu-satunya perempuan yang bertugas sebagai Instruktur Terbang Berkualifikasi IAF untuk helikopter Chetak dan Cheetah dan orang bertanggung jawab kedua pada unit helikopter Chetak di pangkalan udara Hindon. Pencapaian Shaliza memberi harapan bagi para perempuan bahwa mereka juga bisa mewujudkan cita-citanya.

Menurut postingan blog Military Airforce and Internal Security, perempuan yang besar di Ludhiana, Punjab ini memang sudah bermimpi jadi anggota AU sejak kecil. Sebagai Komandan Wing, jam terbangnya sudah lebih dari 23.000 jam. Dia mampu melakukannya, bahkan sambil mengurus putrinya yang masih sembilan tahun.

Komandan Wing Shaliza juga menjadi tentara perempuan pertama yang diberikan komisi permanen bekerja dengan IAF. Perempuan angkatan udara di India telah diizinkan bertugas untuk jangka waktu pendek sejak 1994, dan IAF mulai merekrut pilot tempur perempuan pada 2016. Namun, mereka baru dipertimbangkan menerima komisi permanen pada Maret 2019. Perempuan angkatan udara di India juga baru bisa meminta diperlakukan setara dengan lawan jenisnya tahun ini.


Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India.