Iklan
Sengketa Merek Dagang

Guns N' Roses Terlibat Sengketa Hak Cipta Gara-Gara Merek Bir Guns 'N' Rosé Ale

Oskar Blues, sang pemilik bir itu, mengaku tak terinspirasi nama band GnR. Tetapi Axl Rose tidak percaya pada pengakuannya.

oleh Jelisa Castrodale; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
20 Agustus 2019, 10:00am

Foto Axl Rose oleh Paul Kane/Getty Images

Pada pertengahan 1990-an, Guns N’ Roses tinggal punya dua anggota tetap, yaitu Axl Rose dan pemain keyboard Dizzy Reed. Mereka butuh waktu lama mempersiapkan album lanjutan The Spaghetti Incident. Nyatanya tak ada satupun lagu baru yang mereka rilis. Pada 1999, Rose mengklaim formasi baru Guns N’ Roses siap menelurkan album baru berjudul Chinese Democracy.

Proses rekamannya belum juga rampung setahun kemudian, sampai akhirnya vokalis The Offspring Dexter Holland mengumumkan pada 2003 akan merilis album Chinese Democracy. “Siapa cepat, dia dapat,” kata Holland saat itu. "Axl menyontek rambut kepangku, jadi aku tiru aja judul albumnya."

Menurut Rolling Stone, ada kabar miring yang mengatakan Axl mengirim surat peringatan kepada Holland gara-gara menggunakan Chinese Democracy. Akan tetapi, mereka berdua menyangkalnya.

Bertahun-tahun kemudian, Guns N’ Roses terlibat berbagai perselisihan merek dagang. Salah satunya, band ini bermasalah dengan produsen bir dari Colorado. Westword melaporkan Oskar Blues mendaftarkan merek dagang Guns ‘N’ Rosé untuk produk bir barunya pada Agustus 2018. Mereka mendeskripsikan rasanya sebagai “pir dan bunga hibiscus pekat yang dipadukan dengan hop lembut."

GnR mendapati nama bir itu mirip sama band mereka. Pengacara GnR segera meminta Oskar Blues menggantinya.

Dilansir Denver Post, pertemuan antara perwakilan band dan CEO Oskar Blues pada Desember 2018 tidak membawa hasil. Pembuat bir ini terus memakai namanya bahkan setelah menerima surat perintah resmi. "Penggunaan merek bir GUNS ‘N’ ROSÉ milik klien kami tidak melanggar merek GNR. Band itu tidak mendaftarkan GUNS N’ ROSES untuk produk bir atau minuman beralkohol," demikian keterangan tertulis dari pengacara Oskar Blues. "GNR tidak menggunakan merek GUNS N’ ROSES yang berhubungan dengan minuman beralkohol, sehingga mereka tidak memiliki hak atas merek tersebut dalam bir atau minuman beralkohol lainnya."

Bir kalengan Guns ‘N’ Rosé mulai tersedia di pasaran pada Februari 2019, dan pengacara band lagi-lagi meminta mereka menarik peredarannya. "Kami tidak menerima penjelasan Oskar Blues bahwa nama Guns ‘N’ Rosé murni terinspirasi oleh warna dan rasa birnya," begitu kutipan pernyataan pengacara band. "Ada banyak kata yang bisa digunakan Oskar Blues untuk menggambarkan ‘bir ala rosé’ mereka, tetapi malah menggunakan merek dagang GNR yang paling terkenal."

Maret tahun ini, pengacara Oskar Blues menarik pengajuan merek dagang mereka kepada Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, kemudian menghentikan penjualan bir itu sebelum 31 Maret 2020. Guns N’ Roses melayangkan gugatan resmi terhadap Oskar Blues Mei lalu. Kemudian Reuters melaporkan pengacara GNR menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan sejak akhir Juli 2019. Mereka berupaya menghentikan gugatan itu.

Akhir bulan lalu, Oskar Blues mengumumkan akan ada produk baru yang segera tersedia di AS. "Bir rosé menyegarkan ini memiliki rasa pir asam yang bertemu bunga hibiscus," bunyi siaran persnya. Apa namanya? Rosé for Daze. Ya elah...

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES