Kecantikan

Desainer Perhiasan ini Gugat Ide Tentang Kecantikan Lewat Karya-Karya Nyeleneh

Sudah bukan zamannya lagi operasi plastik hidung, sekarang era nya pakai kawat yang menggantung di hidung

oleh George Douglas-Davies
23 Oktober 2018, 5:41am

Perhiasan karya Joanne T.

Sulit membantah obsesi kita akan kecantikan. Barangkali karena kita makhluk sosial jadi kecantikan seperti hal yang alamiah saja. Buktinya, kalau ada rilis lipstik baru, kita langsung ngiler. Kalau ada kosmetik kontur baru kita gemetaran, dan internet pun heboh kalau produk tersebut ada berhubungan dengan Rihanna. Tapi kalau ingin mempercantikkan wajah, kenapa harus cuma pakai make-up?

Salah satu perancang yang merealisasikan konsep ini adalah Joanne T, yang merancanga perhiasan nyentrik bin nyeleneh yang dipasang di hidung. Operasi plastik hidung udah enggak zaman banget, kini adalah eranya perhiasan di hidung. Perhiasan Joanne merupakan pahatan yang bertatahkan mutiara dan berlian yang dirancang untuk membingkai keseluruhan hidungmu, dan lekuk-lekuknya disesuaikan berdasarkan bentuk hidung si model. Lagipula, lukisan Van Gogh tidak mungkin dipajang tanpa bingkai, kan? Jadi hidungmu harus diperlakukan seperti itu, dong.

“Kecantikan adalah entitas hasil bentukan,” kata Joanne kepada i-D. “Aku percaya kecantikan itu sangat dipengaruhi lingkungan kita karena kita tidak lahir dengan pengetahuan tentang lingkungan kita. Bagaimana kita memandang kecantikan dibentuk dengan kebudayaan, hubungan sosial, dan media. Makanya, daripada membuat pernyataan yang umum tentang kecantikan, aku ingin menantang apa itu kecantikan.”

1524131846765-13402521_1077921898955509_2096262003_n-1

Masa kecil Joanne yang multikultural di Klang, Malaysia sangat mempengaruhi proses desainnya. Terutamanya, dia tertarik dengan industri operasi plastik dan kosmetik yang tumbuh semakin besar dan sangat populer di Malaysia. “Waktu aku sedang merancang koleksi perhiasan hidung, aku sempat baca tentang sejarah perhiasan kesukuan. Aku juga baca tentang prosedur operasi kosmetik dan menonton cara proses tersebut dilaksanakan,” katanya. “Aku berharap bisa menantang persepsi kecantikan dan identitas diri. Buat apa melakukan prosedur operasi kosmetik untuk menutupi kekurangan kalau bisa menerimanya dan bahkan mempercantikkannya dengan Lulusan Central Saint Martins ini, yang baru berkolaborasi dengan ASAI untuk koleksi musim semi/musim panasnya, berharap ciptaannya akan membuka percakapan global tentang kecantikan dan “mengalihkan perhatian publik pada perhiasan kontemporer dan meluaskan pandangan mereka terhadap perhiasan.” Benar juga, tuh