Iklan
VICE News Tonight on HBO

Mengikuti Rombongan Turis Gila Rela Bayar Puluhan Juta Rupiah Buat Mengejar Tornado

Ada wisatawan kayak gitu di Amerika Serikat. Mereka pengin bisa sedekat mungkin nonton amukan badai. Udah kayak fetish. Tonton dokumenter VICE soal turis ekstrem tersebut.

oleh Lee Doyle, Dan Katherine Tutrone; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
15 Juli 2019, 5:26am

Foto oleh staf VICE News

Di saat yang lain akan kabur menyelamatkan diri, orang-orang ini malah menghabiskan ribuan dolar untuk mengejar awan pekat yang mampu menyedot apa saja di bawahnya. Jika beruntung, mereka bisa sekalian menyaksikan tornado.

"Seandainya tornado adalah keju, saya bakalan mencocol biskuit ke dalamnya," ungkap salah penggila cuaca buruk bernama Mike Worden. "Kedengarannya memang seperti fetish aneh."

Mike merupakan salah satu anggota komunitas pencari adrenalin yang ingin mewujudkan cita-citanya mengejar badai. Turis-turis ini berkendara mengelilingi Tornado Alley — bentangan Great Plains tempat munculnya tornado paling ganas sedunia — dengan naik mobil van yang telah dipasangi radar. Mereka memburu fenomena alam tersebut bersama para pengejar badai kawakan.

Dalam Tempest Tours, peserta akan jalan-jalan selama seminggu penuh untuk mengejar badai. Paket tur biasanya dilakukan setiap musim puncak tornado dari akhir April hingga Juli, yang sebagian besar orang anggap sebagai cuaca terburuk.

Biaya perjalanannya pun tidak murah. Peserta harus membayar hingga US$3.500 (setara Rp48 juta) supaya bisa menonton langsung gulungan awan gelap.

Tim redaksi VICE dapat kesempata bergabung dengan para pengejar badai ini. Kami ingin memahami serta melihat dari dekat alasan mereka rela mengeluarkan banyak uang cuma demi menyaksikan amukan angin topan.


Tonton dokumenternya di tautan awal artikel

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.