Melawan Bosan

Pelajaran yang Saya Petik Setelah Menonton Rekaman CCTV 24 Jam Selama Seminggu Penuh

Aku seperti diingatkan kembali bahwa manusia bukanlah episentrum dunia
20 Juni 2018, 3:00am
Di suatu toko di Kazakhstan. Semua foto via insecam

Rasanya dunia ini sedang kisruh-kisruhnya dan tak menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti ricuh. Saat menulis artikel ini, sebuah gunung vulkanik di Hawaii baru saja menyemprotkan abu setinggi 3.2 kilometer ke udara. Masih ingat dengan pesawat Malaysia Airlines yang sempat menghilang empat tahun lalu? Para ahli sekarang menduga para penumpangnya dibunuh oleh pilot dengan cara mengacaukan tekanan udara dalam pesawat dan membuat semua orang jatuh pingsan. Minggu lalu, sepuluh orang kembali terbunuh akibat penembakan di sebuah sekolah di AS.

Ya kalian semua pasti pahamlah. Berbagai berita yang disiarkan membuat kita mengira peristiwa-peristiwa besar terjadi setiap menit. Saya juga berasumsi seperti ini. Mengingat besarnya planet kita, sudah pasti dong banyak kejadian macam-macam?

Kemudian saya menemukan yang disebut Insecam.

Some horses in Overpelt, Belgium

Insecam merupakan direktori online dari CCTV tidak aman—alias bisa diretas—dan saat ini ada sekitar 73.000 live-stream dari seluruh penjuru dunia. Insecam sudah ada sejak lama—Motherboard menulis tentangnya pada 2014—tapi belum banyak yang menyelaminya. Insecam adalah satu-satunya jendela yang kita punya untuk melihat apa yang sedang terjadi di mana-mana, secara real time. Kita bisa nge-scroll feed sosmed sampe tangan pegel, mengumpulkan data statistik sampe puas, berputar-putar menggunakan Google Earth, tapi semua ini tidak memberikan informasi yang sama dibanding ketika kita bisa secara visual mengawasi masa sekarang dari berbagai sudut.

Gereja, restoran, peternakan, jalanan, bar, taman pribadi, pantai, barbershop—semuanya bisa diawasi dan bisa di-stream 24 jam sehari berdasarkan kategori seperti “peternakan” dan “kemacetan” dan “menarik.” Mengingat pemilik CCTV-CCTV ini mungkin tidak sadar bahwa rekaman mereka di-stream secara online, kita semua kurang lebih seperti pengamat yang tidak terlihat. Kalau kamu merasa ih kok kedengarannya menyeramkan dan gak etis sih, selamat datang di 2018—seseorang mungkin sedang menonton kamu membaca artikel ini.

Di dalam senuah kafe di Paris, Perancis

Sekadar informasi tambahan: saya orangnya sangat obsesif. Saya pernah saking banyaknya meminum vitamin, tubuh saya mati rasa selama enam bulan. Saya tipe orang yang tidak bisa memiliki hobi kalau hobi itu tidak mengambil alih hidup saya selama durasi tertentu. Dengan konteks barusan, mungkin kamu bisa mengerti kenapa—selama sekitar seminggu—Insecam menjadi obsesi baru saya.

Saya menonton Insecam ketika baru bangun pagi, ketika seharusnya sibuk bekerja di kantor, dalam perjalanan bus pulang ke rumah, dan seterusnya. Saya mengatur posisi ponsel saya agar penumpang lain tidak menyadari bahwa saya sedang bengong menonton rekaman langsung sebuah pabrik kentang di Boston. Biasanya, kita sengaja menyisihkan bagian kehidupan kita yang membosankan dari sosmed, tapi dengan Insecam, tidak ada bagian yang membosankan. Coba lihat sebentar ah ada kejadian apa di salon Taiwan ini, terus tau-tau kamu menghabiskan beberapa jam menonton jalanan kosong, aktivitas gereja, dan toko roti Israel.

Gereja di Donegal, Irlandia

Setelah menonton rekaman CCTV 24-jam dari seluruh dunia selama seminggu penuh, berikut pelajaran yang saya petik: dunia ini membosankan. Beneran deh. Kita selalu menganggap dunia kita penuh dengan bencana—penuh dengan peristiwa dan pergerakan yang non-stop. Namun justru, ketika kita sedang tidak melihat, ketika kita sedang tertidur atau sibuk beraktivitas, dunia di sekitar kita hanyalah ruang-ruang kosong dan obyek yang tidak bergerak.

Yang paling menarik dari live streaming bukanlah perkelahian, atau perselingkuhan, atau kecelakaan, tapi bagaimana kekosongan mengisi setiap sudut planet Bumi. Ketika kamu pergi ke kantor misalnya, kamar tidurmu kosong dan semua barang kepunyaanmu sama sekali tidak bergerak. Coba bayangkan itu dalam skala global. Mesin-mesin cuci tidak mengeluarkan suara, dan jalanan kosong tanpa mobil selama beberapa jam. Lautan tentunya terus bergerak bahkan di pukul 5 pagi, ketika langit masih gelap. Ini semua luar biasa.

Pernik, Bulgaria

Ilham lain yang datang dari pengalaman ini adalah manusia bukan pusat dari alam semesta. Kita mengira kita pusat alam semesta karena evolusi manusia, tapi kenyataannya kita masih jauh dari mengisi seluruh dunia. Di luar sana, ada burung flamingo yang menyelam ke danau dengan tenang sendirian, sapi yang sedang tidur, dan kuda menatap langit tanpa diganggu. Dan ketika manusia muncul—berbondong-bondong seperti pasukan semut, sibuk berbicara lewat ponsel di parkiran, menyetir menembus hujan di jalanan—apa yang kita lakukan sama sekali tidak menarik.

Himmelried, Switzerland

Faktanya, ketika saya menonton orang di Insecam, mereka biasanya sedang bekerja. Rasanya aneh menyaksikan proses roda kapitalisme bergerak dalam skala besar: Saya menonton segerombolan orang sibuk menjahit garmen, mengetik di kantor, dan mengemas barang untuk dijual. Kalau kamu penasaran apa yang kebanyakan orang sedang lakukan sekarang, kalau mereka tidak tidur, mereka kemungkinan sedang bersiap-siap pergi ke kantor, atau sedang di kantor, atau pulang dari kantor. Mengambil kesimpulan dari streaming Insecam, rasanya waktu senggang itu cepat sekali berlalu

Corinaldo, Italia

Colek Daisy di twitter @daisythejones

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK

Iklan