Fashion

Seoul Fashion Week Merekam Perkembangan Baru K-Pop dan K-Fashion

Selama berlangsungnya Hera Seoul Fashion Week 2018, fotografer Al de Perez mendokumentasikan generasi baru seniman, perancang, musisi, dan model yang mencerminkan tren fesyen anak muda Korea.

oleh Steve Salter
26 November 2018, 9:00am

Semua foto oleh Al de Perez 

Perpaduan bakat generasi muda baru di Fashion Week Seoul, kemampuan mereka untuk menyampaikan tren fesyen global untuk dikonsumsi Generasi Z lokal, dan keterlibatan merekalah yang membedakan Seoul dari semua ibukota fashion lainnya.

“Beda banget secara estetis sama yang aku lihat di London, Milan, dan Paris,” ujar Al de Perez, fotografer street style berbasis di London. Fesyen dan tren bergerak lebih cepat di sini dibandingkan tempat lain. K-pop dan kebudayaan generasi muda merupakan kekuatan yang hebat di Korea dan dampaknya pada street style enggak boleh diremehkan. Kalau bintang K-pop memakai gaya atau barang tertentu, biasanya hari berikutnya langsung ludes terjual di toko.”

FKorean girl photographed at Seoul Fashion Week
Difoto Al de Perez
Blonde haired Seoul youth Hyuck Jin Eum
Foto oleh Al de Perez
Balaclava wearing Seoul youth.
Foto oleh Al de Perez

Di Dongdaemun Design Plaza, gedung neo-futuristik yang didesain Zaha Hadid, di mana Fashion Week Seoul digelar, energi generasi muda Korea terasa menular. “Tampilannya, gayanya, dan suasananya selalu terasa menyegarkan dan menarik,” ucap Al de Perez. “Keseluruhan jaringan fesyen internasional kelihatannya sama aja, tapi kalau melihat lebih dalam di Asia -terutama Seoul, Tokyo, dan Shanghai- anak-anak di sini mempunyai interpretasi beda dari tren dan mereka enggak takut bereksperimen. ‘Buku aturan’ mereka beda banget. Pesannya adalah: jangan sampai kamu kelihatan menghabiskan terlalu banyak waktu mikirin baju kamu atau berusaha terlalu keras!”

“Beberapa foto favoritku di musim ini yaitu dari seri foto headshot. Gayanya amat beragam, mulai dari rambut punk warna-warni berpotongan asimetris, topeng wajah yang sering dihiasi peniti, badge atau lencana, dan kancing, hingga tato wajah. Foto-foto potretnya sangat detail,” terang de Perez. Selain menggambarkan dunia K-Fashion yang cepat berubah mengikuti tren, hasil jepretan Al de Perez juga menampilkan generasi baru yang memamerkan gaya berpakaian di Seoul pada 2018 tanpa mengindahkan standar kecantikan dan stereotip gender.

MJ, 18 tahun, Pulau Jeju, Model

South Korean male model
Foto oleh Al de Perez

“Aku menggambarkan generasi ini sebagai ‘bunga kuncup’. Kami masih muda, tapi sudah dipaksa masyarakat untuk bekerja keras, kuliah, dan mendapatkan karier yang mapan. Buatku, kota selalu menginspirasi dan menantangku. Kami dikelilingi banyak peluang dan wawasan berharga, serta beragam budaya. Aku tergerak untuk menantang segalanya. Masa depan dunia fesyen di Seoul bagaikan lautan yang dalam, banyak yang menunggu untuk ditemukan. Aku yakin ada hal-hal menakjubkan lainnya yang bisa dijelajahi.”

Aaaira, 19 tahun, Fukuoko dan Tokyo, Mahasiswa

Pink-haired girl photographed at Seoul Fashion Week.
Foto oleh Al de Perez

“Aku tinggal di Jepang, tapi sangat terinspirasi oleh apa yang kutemukan di Seoul. Saya kagum dengan K-Fashion, mulai dari model sampai desainernya. Anak-anak muda Seoul sangat berani dalam berpakaian. Aku rasa masa depan fesyen di Seoul akan semakin diterima dan dihargai dunia.”

Chauen/Jane Song, Seoul, Model

South Korean model.
Foto oleh Al de Perez

“Enaknya jadi anak muda di Seoul itu kami tidak perlu takut menantang diri sendiri. Kami juga terus belajar dari orang lain. Generasi saat ini mirip seperti spons. Kita bisa saling terhubung dengan dunia luar berkat media sosial. Selalu ada budaya baru yang muncul dan mudah diakses, baik itu musik, orang-orang dari negara lain, fesyen maupun makanan.

Bagiku, rasanya seperti menemukan dunia baru yang bisa membuat kita semakin maju. Hal-hal yang berbeda juga bisa berkolaborasi karenanya. Industri fesyen di Seoul nantinya akan didominasi oleh kolaborasi. Buktinya bisa dilihat sendiri di musim ini. Charms dan Kappa, D-Antidote dan Fila, Kye dan Louis Quatorze. Kita akan melihat banyak kolaborasi lainnya di masa mendatang.”

Tagman (Shawn Park), 37 tahun, Seoul, Seniman

South Korean artist covered in business cards.
Foto oleh Al de Perez

“Orang-orang, budaya, dan sejarah di Seoul sangat beragam. Perubahan dan perkembangan yang cepat menyebabkan kesenjangan yang besar antara generasi muda dan tua. Kadang-kadang ini bisa menjadi tantangan yang sulit, tapi aku sering menganggapnya menyenangkan dan menginspirasi kalau kita bisa memadukan unsur-unsur yang berlawanan sehingga menciptakan sesuatu yang menakjubkan. Misalnya saja seperti bibimbap. Industri fesyen di Seoul akan semakin baru, berani, dan penuh orang-orang menawan.”


Reiji Fukisawa
, 22 tahun, Tokyo, Pemilik toko pakaian vintage

Green haired youth photographed at Seoul Fashion Week.
Foto oleh Al de Perez

“Aku rasa generasi muda Korea saat ini sangat hebat. Mereka bakalan lebih berpengaruh secara global. Dunia fesyen internasional akan mengakui mereka.”

Face-tattooed Korean model Marley Hong
Foto Marley Hong, model Seoul yang baru saja berpulang awal bulan ini

Artikel ini pertama kali tayang di i-D