Iklan
perubahan gen

Begini Cara Kopi Mengubah DNA Manusia

Efek secangkir kopi ternyata lebih kuat dari yang kamu kira.

oleh Madison Margolin
06 Oktober 2018, 3:00am

Sumber foto: Public Domain 

Ada pepatah mengatakan, “kamu adalah apa yang kamu makan.” Dan ini ternyata berlaku sampai ke tingkat genetik. Makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa memengaruhi DNA dan kesehatanmu. Lalu, bagaimana dengan kopi?

Sebagai salah satu sumber kafein utama, kopi adalah minuman paling populer di dunia setelah teh. Orang mengonsumsi lebih dari sembilan miliar kilogram kopi dari 2015 hingga 2016. Trace Dominguez menjelaskan dalam video DNews (Discovery News), kanal YouTube yang membahas sains, bahwa kopi bisa merusak DNA.

Pada 1972, sebuah penelitian tentang kopi yang diterbitkan dalam Biophysical Journal menemukan bahwa kafein mengikat DNA yang rusak, yang terjadi ketika ada perubahan alami atau kimia pada untaian DNA. Jika kafein sudah ada sejak pembentukan DNA, maka senyawa ini bisa mengistirahatkan kromosom, struktur di dalam sel berupa benang yang membawa informasi genetik. Karena itulah, menurut Dominguez, wanita hamil tidak boleh minum kopi.

Dominguez menerangkan bahwa kafein memiliki kecenderungan untuk memengaruhi untaian DNA yang rusak oleh proses penguraian lainnya. Akan tetapi, studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research pada 2016 menyebutkan kalau minum kopi bisa mengurangi sepertiga kerusakan DNA, dan penurunannya berlanjut beberapa jam kemudian.

“Artinya, kopi atau kafein bisa merusak atau mempertahankan DNA tergantung kapan kopi mengenainya,” kata Dominguez.

Kamu mungkin terkejut kalau kopi bisa merusak DNA, tetapi kerusakan ini sebenarnya sangat alami terjadi dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti fungsi sel normal atau sinar UV.

Selain itu, jenis kopi yang diminum juga menjadi pertimbangan. Menurut European Journal of Nutrition, orang yang suka kopi dark roast jarang terurai untaian DNA-nya tidak seperti peminum jenis kopi lainnya.

Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa peminum kopi akan menurunkan kebiasaannya kepada anak. Bahkan, mungkin ada gen yang terkait dengan minum kopi. Misalnya, orang semakin jarang minum kopi kalau gen PDSS2-nya aktif. Itu artinya kafein bisa menyebabkan perubahan epigenetik atau fungsi gen (alih-alih gen itu sendiri), meskipun tidak mengubah DNA.

Menurut Dominguez, kopi juga bisa memiliki efek proteksi terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular, Alzheimer, Parkinson, Diabetes Tipe 2, beberapa jenis kanker, dan gangguan tidur.

Jadi, kamu boleh mempertimbangkan cara minum kopi orang tua dan anak kalau lagi ingin ngopi. Kami tidak bisa menyimpulkan apakah kopi baik atau tidak untuk DNA berdasarkan penelitian yang bertentangan ini. Meskipun begitu, kopi sangat berkaitan dengan gen lebih dari yang kita kira.

Tagged:
coffee
genetics
caffeine
motherboard show
DNews
kesehatan
Kopi
Minuman
gen
Riset
CANDU
Benih
medis
Kafein
biji