Bersepeda di Afghanistan

Kumpulan Foto Pesepeda Perempuan Afghanistan yang Mendobrak Batasan Gender

Represi yang membelenggu perempuan Afghanistan semasa kekuasaan Taliban membuat kemunculan tim pesepeda perempuan dianggap sebagai kemajuan signifikan dalam meningkatkan hak-hak mereka.

oleh VICE Sports; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
11 Januari 2020, 6:00am

Mohammad Ismail // Reuters

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Spain.

Di Afghanistan, sekelompok perempuan melawan norma masyarakat konservatif yang membatasi ruang gerak mereka. Hak-hak perempuan kian meningkat sejak pengaruh Taliban semakin melemah. Sebelum 2001, kehidupan mereka serba diatur. Wajib mengenakan burqa, tidak boleh keluar rumah tanpa wali laki-laki, dan dilarang bersekolah atau berekreasi hanyalah segelintir perintah yang harus dipatuhi perempuan.

Namun kini, kesempatan untuk berpartisipasi di ranah publik muncul kembali. Pintu sudah terbuka bagi para perempuan Afghanistan. Mereka sekarang boleh ikut olahraga, dan bersepeda adalah aktivitas fisik yang paling digemari.

Tim pesepeda perempuan nasional Afghanistan adalah simbol yang kuat. Dibutuhkan ketabahan, kekuatan, dan komitmen besar untuk mempertahankan klub ini. Di saat bersamaan, para anggota juga berusaha membuktikan negara bahwa mereka mampu menerobos batasan-batasan yang ada. Tak dapat dipungkiri perempuan Afghanistan masih kurang terwakili dalam kehidupan publik dan politik. Pengamat internasional bisa menyaksikan sendiri betapa banyak kekerasan berbasis gender yang mereka alami. Itulah mengapa menormalkan partisipasi perempuan dalam bidang olahraga merupakan kemajuan signifikan di sana.

Bisa keluar rumah dan latihan setiap hari adalah suatu pencapaian, karena itu mewakili bentuk normalitas baru. Beberapa foto berikut memberikan gambaran sekilas ke dalam kehidupan para pesepeda perempuan di Afghanistan, serta perjuangan mereka menentukan kehidupannya masing-masing.