paganisme

Foto Upacara Penganut Agama Pagan Druid Merayakan Musim Gugur

Kami nongkrong bersama penganut Druidisme di Prancis, menyaksikan ritual ekuinoks musim gugur tahunan.

oleh Alexandra Scappaticci-Martin; foto oleh Mathieu Ménard
11 Januari 2019, 11:00am

Semua foto oleh Mathieu Ménard 

Bagi sebagian besar orang, masa peralihan antara musim gugur ke salju yang dingin dan gelap tidak untuk dirayakan. Alih-alih ngendon di kasur, saya malah pergi ke rumah anggota Druid Lanon di Val-d'Oise — departemen Prancis di utara Paris — untuk merayakan musim peralihan itu. Rumah Lanon berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi The Bellovaque Grove, komunitas Druid setempat. Akhir September lalu, para anggota berkumpul di sana untuk merayakan ekuinoks musim gugur dan ritual ucapan syukur atas berkah yang mereka terima tahun lalu.

The Bellovaque Grove merupakan bagian dari Aliansi Druid Prancis (French Druidic Alliance) dan Aliansi Druid Celtic (Celtic Druid Alliance), yang menyatukan 12 komunitas Druid di seluruh dunia. Inggris memang mengakui Druid sebagai agama resmi, tetapi tak ada yang tahu jelas seberapa banyak penganutnya di dunia. Alasannya apalagi kalau bukan karena tidak adanya organisasi pusat yang melacak semua komunitas.

Lanon sama sekali tak seperti gambaran kaum Druid yang kita ketahui selama ini (baca: mirip seperti Gandalf). Meskipun menyandang status kepala The Bellovaque Grove, lelaki 67 tahun tersebut hanyalah pensiunan pegawai dinas telekomunikasi.

Komunitas ini beranggotakan 12 “sahabat” dalam rentang usia 27-67 tahun. Mereka datang dari berbagai profesi, mulai dari PNS, personal trainer hingga karyawan sales.

1542630057190-reportage-druides_Vice_HD_08
Kélios, putra Lanos, sedang membuat ramuan.

Setiap anggota mempunyai nama panggilan dari bahasa Celtic Breton yang dipilihkan saat pertama kali mereka bergabung. Ada yang bernama Imrinn (satuan ukuran puitis) dan Huel doch' gescoët (kekuatan burung pelatuk). Dalam bahasa Breton, arti nama Lanon yaitu, "membersihkan dan menyucikan diri."

Pertemuan ini ada kaitannya dengan keluarga Lanon. Istrinya Gwenfea (Peri Putih) ikut menghadiri upacara. Perempuan mungil berambut pirang ini bekerja di bidang properti. Dia murah senyum dan pendiam. Putra mereka yang bernama Kélios (Petarung) adalah teknisi laboratorium berusia 43. Sudah 15 tahun dia berlatih, tetapi dia belum resmi menjadi anggota penuh Druid. Kélios masih dianggap sebagai “ovate”.

Lanon memberitahuku kalau Kélios ingin bergabung atas kemauannya sendiri. “Kami tidak pernah menghasut siapapun untuk bergabung,” katanya. “Putra sulungku tidak ingin mengikuti tradisi ini. Bergabung dengan Druidisme adalah pilihan pribadi setiap orang."

Sebelum menjadi Druid, kalian harus belajar terlebih dahulu setidaknya selama sepuluh tahun. Usia kalian juga sebaiknya di atas 40. Banyak orang yang tertarik menjadi anggota Druid, tetapi mereka tak tahu-menahu apa sebenarnya yang dilakukan oleh komunitas ini. “Banyak yang mendatangi kami dengan alasan konyol. Misalnya ingin belajar ilmu sihir,” kata Lanon. “Itu hanya delusi.” Dia lalu menjelaskan bahwa penganut Druid menghabiskan waktunya untuk belajar, bermeditasi, dan mempelajari teks dan simbol kuno melalui cerita, legenda, dan mitos.

Ada beberapa anggota yang memang mempelajari keterampilan khusus, seperti penyembuhan dengan tanaman obat, magnetisme, atau manipulasi batu. Menurut Lanon, anggota Druid bertugas membantu seseorang menemukan kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka. “Tukang kebun ingin tanamannya bermanfaat bagi dirinya, dan Druid menginginkan hal serupa bagi murid-muridnya,” terangnya. Mereka melakukannya secara cuma-cuma, karena keyakinan ini tidak mengajarkan mereka memungut biaya atas jasanya.

1542629943452-reportage-druides_Vice_HD_10
Lanon (kanan) bersiap menggelar ritual

Hujan deras tidak mengendurkan niat kaum Druid menggelar upacara. Mereka meninggalkan ruang tamu Lanon yang hangat dan bergegas pergi ke hutan terdekat. Para anggota berhenti di sebuah tanah lapang yang dikelilingi pohon ek keramat dan ditandai bebatuan kecil. Mereka lalu menyiapkan dua meja bundar yang ditutupi taplak putih.

Di meja khusus anggota laki-laki, ada mangkuk kayu berisi garam, arang, air dan dupa—yang menggambarkan keempat elemen—dan roti sebagai simbol berbagi. Sementara itu, di meja perempuan terdapat lilin dan kuali kecil. Kedua benda ini melambangkan kelangsungan hidup. Beberapa orang melapisi pakaiannya dengan saie—jubah linen putih panjang.

Upacaranya dimulai dengan penyucian lapangan. Sira Lucna menjadi Druid pertama yang mengangkat maskot mereka—naga kayu berhiaskan pita hijau, ungu dan biru—ke atas kepala. Setiap anggota melakukannya secara bergiliran. Mereka membentuk lingkaran dan berjalan di sekitarnya selama beberapa kali.

1542630084182-reportage-druides_Vice_HD_07

Dari situ, setiap anggota berdiri kembali di posisi yang sudah ditentukan sebelumnya. Lanon, Gwenfea, dan Kélios membuka koper dan mengeluarkan kertas peraturan upacara dan doa yang sudah dicetak. Setelah itu, mereka melanjutkan ritualnya: pembacaan doa elemen-elemen, penghormatan untuk para mendiang, dan litani. Selama proses ini, mereka sesekali meneguk tonik dari sebuah tanduk.

Para anggota sama sekali tidak terganggu dengan guyuran hujan atau cuaca dingin yang menusuk.

1542796522004-reportage-druides_Vice_publi_web_38
Kélios sudah resmi mengjadi anggota Druid

Kélios menyampaikan permintaannya. Dia ingin menjadi anggota penuh Druid. Dia menghampiri satu-persatu anggota untuk meminta izin mereka. Setiap Druid menyentuhkan ibu jarinya ke Kélios sebagai tanda setuju. Kélios resmi menjadi bagian dari Druid. Dia juga secara simbolis diangkat sebagai “kepala klan” selama satu tahun. Kélios dipakaikan mahkota anyaman daun ek.

Setelah itu, mereka menaruh simbol-simbol tahun sebelumnya — biji pohon ek dan dedaunan — ke dalam kuali untuk dibakar. Ritual ini menandakan kalau mereka sudah siap menyambut tahun baru. Mereka lalu membagikan rotinya, dan menaruh sisanya di akar pohon ek sebagai sesajen bagi para mendiang. Masih dalam lingkaran, kaum Druid berjalan mendekat dan saling berpegangan tangan. Mereka menutup mata dan berdoa selama beberapa menit.

1542629924827-reportage-druides_Vice_HD_11

Lanon mengumumkan bahwa upacaranya sudah berakhir. Sira Lucna mengambil maskotnya lagi, dan diikuti oleh anggota lainnya. Mereka mengitari lingkaran sambil merenung dalam kesunyian. Habis itu mereka berjalan pergi. Para Druid saling mencium dan mendoakan satu sama lain, sebelum akhirnya kembali ke rumah Lanon.

"Tradisi kami tentu saja berbeda dari leluhur," kata Lanon. Menurutnya, semua terhubung dengan energi alam sekarang. Mereka tidak saling menilai. Penganut Druid menghormati segalanya secara setara, baik itu perempuan, laki-laki, tumbuhan, hewan maupun bebatuan.

1542630139693-reportage-druides_Vice_HD_12
1542629997560-reportage-druides_Vice_HD_14
1542630174534-reportage-druides_Vice_HD_13
1542630157743-reportage-druides_Vice_HD_04
1542630276591-reportage-druides_Vice_HD_06
1542630297288-reportage-druides_Vice_HD_05
1542629841638-reportage-druides_Vice_HD_03
1542629810826-reportage-druides_Vice_HD_01

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Prancis