Iklan
Sepakbola Indonesia

Laga Indonesia-Malaysia Rusuh, Bikin Siapapun Makin Pesimis Sama Sepakbola Lokal

Menpora Malaysia dan suporter timnas Negeri Jiran sempat dilempari botol dan tersandera di Stadion GBK. Ketika PSSI masih tersandung skandal, suporter gantian bikin timnas terancam sanksi FIFA.

oleh Rani Rahayu
06 September 2019, 8:18am

Foto ilustrasi suporter timnas Indonesia saat memberi dukungan di Gelora Bung Karno oleh SUPRI/REUTERS

Peluit panjang belum berbunyi, ketika belasan suporter tim nasional sepakbola Indonesia tiba-tiba meloncati pagar pembatas Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis (5/9) malam waktu setempat. Indonesia saat itu tertinggal dengan skor 3-2 dalam laga penyisihan Piala Dunia melawan Malaysia. Gerombolan suporter itu mendatangi kawasan pendukung timnas Negeri Jiran.

Malaysia unggul setelah kaki Mohamadou Sumareh berhasil mencetak gol kemenangan yang mengubah skor jadi 3-2. Merujuk laporan tirto.id, ketika Mohamadou berhasil menjaringkan bola ke gawang timnas, suporter Indonesia di tribun barat dan selatan SUGBK langsung berhamburan ke luar dari tribun tempat duduk masing-masing. Seorang suporter Indonesia mengacungkan jari tengah ke arah pendukung Malaysia. Polisi berusaha mengusir mereka, namun terlambat. Bentrok terlanjur terjadi.

Suporter Indonesia terlibat kericuhan di depan pintu masuk zona 2 yang menjadi jalur keluar-masuk pendukung Malaysia. Rusuh itu sempat dipadamkan oleh polisi setelah lima menit. Aparat kepolisian kemudian membentuk barisan yang bergerak searah jarum jam. Namun, ketika baru bergerak sampai zona 1, tepat di patung panah SUGBK, botol air mineral melayang ke arah pendukung Malaysia.

Aparat terpaksa mengevakuasi pendukung Malaysia agar bisa keluar dengan aman dari GBK. Kericuhan rupanya meletus kembali menjelang berakhirnya babak kedua. Skort tetap 3-2 untuk tim tamu. Indonesia kalah di dalam sekaligus di luar lapangan hijau.

Tak hanya botol, bentrokan ini mulai pecah setelah perusuh menyulut kembang api dengan mengarahkannya ke personel kepolisian. Aparat lantas membalasnya dengan tembakan gas air mata. Butuh nyaris 30 menit sampai bentrokan berhasil diredakan. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, sempat tertahan bersama ratusan pendukung di GBK akibat kericuhan tersebut. Kericuhan ini bahkan harus membuat wasit menghentikan pertandingan beberapa menit.

Insiden ini menambah panjang rekam jejak hitam pendukung sepakbola di Tanah Air. Tak hanya merusak fasilitas publik, suporter masih saja gemar memicu keributan terhadap pendukung tim lawan. Kekacauan dala laga melawan Malaysia terjadi, hanya beberapa hari usai akun twitter PSSI mengumumkan niat Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) melaporkan kericuhan yang terjadi di laga Indonesia vs Malaysia ke FIFA. Menpora Malaysia, Syed Saddiq yang turut hadir menyaksikan pertandingan kedua negara ini memberi kesaksian pengalaman tak mengenakannya tersebut melalui akun instagram. Dia bilang suporter timnas Indonesia melemparkan botol besi dan suar ke tribun suporter timnas negaranya.

Hingga pukul 23:00 WIB, suporter Malaysia bahkan harus diamankan oleh pihak kepolisian di dalam komplek GBK demi menghindari bentrok lanjutan. Pasalnya, Saddiq berharap dengan laga ini bisa menjadi media pemersatu dua negara ini, tetapi naas yang terjadi justru malah sebaliknya.

"Saya diberitahu oleh FAM bahwa mereka akan melaporkan kejadian ini ke FIFA. Saya juga akan membuat laporan resmi kepada pemerintah Indonesia," tulis Saddiq di akun Instagramnya sesaat pasca pertandingan.

Pemerintah Indonesia tak punya alasan apapun, selain mempersilakan pihak terkait menghukum timnas. Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewabroto sampai menyatakan tidak akan protes jika sanksi berat dijatuhkan ke PSSI. "Saya ikut menyesalkan kejadian seperti ini tadi. Suporter harusnya bisa tahan emosi. Kalah menang itu sudah biasa, bahkan harusnya kita ini bersyukur tadi cuma kalah 2-3 dengan permainan di babak kedua begitu [buruk]. Saya tidak akan protes, tidak kaget kalau besok kita kena sanksi dari FIFA," kata Gatot pada awak media.

Hal senada juga disampaikan pakar komunikasi, Effendi Gazali yang kebetulan datang langsung menyaksikan pertandingan laga ini. Dia merasa kecewa dengan aksi ricuh yang ditimbulkan suporter timnas. "Harusnya tidak perlu emosi. Suporter lawan juga enggak melakukan apa-apa, kok reaksinya begitu. Dan di atas lapangan Malaysia memang lebih baik," tuturnya.

Sepak terjang suporter Indonesia dan Malaysia memang memiliki sejarah tegang. Tapi sebetulnya serigkali laga antar Indonesia VS Malaysia berujung damai. Insiden semalam jadi pukulan berat bagi persepakbolaan lokal mengingat PSSI belum juga pulih dari skandal pengaturan skor para pengurusnya.

Kericuhan ini sekaligus membuat langkah timnas makin terjal untuk menembus pentas Piala Dunia 2022. Sesudah Malaysia, Indonesia harus menghadapi Vietnam dan Uni Emirat Arab. Dan pastinya, Yang segera menjelang adalah sanksi dari FIFA untuk kesekian kalinya.