Iklan
The VICE Guide to Right Now

Satu Keluarga di Belanda Dipaksa Tinggal di Bungker Selama 9 Tahun Buat Menunggu Kiamat

Lelaki WN Austria memaksa enam orang untuk tinggal di ruang bawah tanah sebuah pondok pedesaan. Polisi sudah mengamankan pelaku dan mendalami motif soal kiamat itu.

oleh Elisabeth Glory Victory
17 Oktober 2019, 7:42am

Di kawasan rumah pedesaan Ruinerwold inilah, satu keluarga dipaksa tinggal di bunker oleh seorang warga negara Austria. Foto oleh Vincent Jannink/AFP

Tinggal di sebuah ruang rahasia yang terletak di belakang lemari ternyata bukan cuma monopoli film-film thriller. Di sebuah peternakan Desa Ruinerwold, Provinsi Drenthe, Belanda, enam orang anggota keluarga—terdiri dari ayah dan lima orang yang sudah dewasa di rentang usia 18-25 tahun yang disebut-sebut sebagai anaknya—menghabiskan sembilan tahun hidup di bungker dengan alasan sedang menanti kiamat. Kisah itu pertama kali dilaporkan RTV Drenthe, dan segera mengejutkan masyarakat.

Isolasi diri yang mengejutkan tersebut mencuat ke media setelah si anak sulung pergi ke bar di kota terdekat untuk membeli bir. Saat ngobrol dengan bartender, dia lantas meminta bantuan agar keluarganya diselamatkan. Dia mengaku bersama adik dan ayahnya sudah tinggal sembilan tahun di ruang bawah tanah, dan ingin gaya hidup tersebut "diakhiri."

Berdasarkan laporan pegawai bar, polisi segera mendatangi lokasi rumah, dan mendapati memang ada enam orang tinggal di sebuah ruangan bawah tanah. Polisi menemukan sebuah tangga rahasia di belakang lemari ruang tamu yang menuju bungker.

Keluarga tersebut bisa mengisolasi diri bertahun-tahun, sebab desa itu termasuk terpencil dan cuma memiliki populasi kurang dari 3.000 orang. "Kami menemukan enam orang tinggal di sebuah ruangan sempit yang bisa dikunci, tapi bukan merupakan basement," kata juru bicara kepolisian dalam keterangan tertulisnya dikutip BBC.

Polisi menangkap sang ayah, yang berusia 58 tahun, bernama Josef B. Dia warga negara Austria dan berprofesi sebagai tukang kayu. Belum jelas apakah seluruh anggota keluarga tersebut tinggal di situ secara sukarela atau atas dasar paksaan. Menurut aparat yang sudah bertemu anak-anak yang disekap, sebagian korban mengira tinggal mereka manusia yang tersisa di Bumi.

Kepala desa Ruinerwold Roger de Groot mengatakan tidak menyadari ada keluarga yang mengurung diri di wilayahnya. Dia juga mengatakan beberapa anggota keluarga itu tidak terdaftar di catatan sipil. Roger menduga Josef B sebenarnya bukan ayah biologis dari lima orang tersebut.

Polisi menyatakan Josef B pertama kali pindah ke Belanda pada 2010. Aparat sudah menghubungi Kedutaan Austria untuk mengabarkan kasus isolasi diri ini, tapi menurut keterangan dari kedubes, Josef menolak ditemui. Josef pada Kamis (17/10) akan segera menjalani sidang perdana atas tindakannya mengurung lima anak itu di bungker.

Ancaman pidana yang dikenakan padanya, merujuk laporan kantor berita AFP, adalah perampasan kemerdekaan dan menyebabkan orang lain sakit. Belum jelas apakah Josef memiliki keyakinan religius tertentu atau tergabung dalam sekte soal kiamat.

Pemilik bar, Chris Westerbeek, saat diwawancarai media lokal, mengatakan si anak sulung datang dan langsung memesan lima gelas bir. Penampilannya kumal dengan rambut gondrong dan jenggot berantakan. Dia terlihat kebingungan, kata Chris.

"Dia bercerita kalau dia kabur dan butuh pertolongan… kami lantas menelepon polisi," kata Chris. "Dia bilang dia enggak pernah sekolah dan belum cukur rambut selama sembilan tahun."

Tagged:
WTF
Austria
Berita
Kejahatan
Agama
Belanda
Kiamat
Penculikan
Menanti Kiamat