Iklan
Timur Tengah

Mohamed Morsi, Presiden Pertama Mesir yang Terpilih Secara Demokratis, Ambruk dan Meninggal di Ruang Sidang

Sebelum meninggal, Mohamed Morsi, yang juga sosok penting gerakan Muslim Brotherhood di Mesir, telah menjalani hukuman panjang di penjara sejak turun dari kursi kepresidenan.

oleh Tim Hume
19 Juni 2019, 7:25am

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi meninggal dunia setelah pingsan di ruang sidang selama sebuah persidangan atas tuduhan spionase pada 17 Juni lalu.

Pria berusia 67 tahun tersebut memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama Mesir pada 2012, tetapi digulingkan oleh pihak militer setelah diprotes secara massal oleh masyarakat hanya setahun setelahnya.

Morsi, sosok pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin, telah menjalani hukuman penjara panjang sejak dilengserkan. Ia dihukum penjara 20 tahun terkait kematian pemrotes pada 2012, dan hukuman seumur hidup terkait kasus spionase dengan Qatar.

Mantan presiden ini hadir di persidangan Kairo pada Senin untuk menghadapi gugatan spionase terkait kontaknya dengan Hamas, seperti yang dilaporkan televisi negeri Mesir.

Dalam masa jabatannya, Morsi mengeluarkan dekrit yang secara drastis mengkonsolidasikan kekuasaannya. Hal itu memicu protes dan kudeta militer yang kemudian melengserkannya.

Setelah Morsi digulingkan, pemimpin militer Mesir melarang Ikhwanul Muslimin dan mulai bertindak keras melawan anggotanya. Militer dan Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan negara dalam keadaan waspada tinggi pada Senin setelah Morsi dikabarkan meninggal, khawatir kabar kematiannya akan memicu protes dan kerusuhan.

Kematian Morsi memicu tanggapan cepat dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengelukan Morsi sebagai martir. “Allah melepaskan saudara Morsi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,” katanya.

Banyak juga yang mengkritik perlakuan kasar yang diterima Morsi selama di penjara.

Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah untuk Human Rights Watch, mengklaim Morsi tidak diperlakukan baik oleh pemerintah Mesir selama masa hidupnya di balik jeruji.

“Situasinya mengerikan tetapi tidak mengherankan, mengingat pemerintah Mesir tidak menyediakan pelayanan medis yang memadai alih-alih memberi kunjungan keluarga,” tulisnya dalam sebuah twit.

Anak termuda Morsi, Abdullah, sempat mengeluhkan perlakuan terhadap ayahnya — ditahan di ruangan isolasi dan tidak diberi perawatan diabetes dan tekanan darah tinggi. Anaknya menulis dalam sebuah artikel opini di Washington Post pada Maret 2018 bahwa keluarganya khawatir “pihak Mesir sengaja melakukan ini, karena ingin melihat Morsi tewas ‘secara alami’ secepat mungkin.”

Foto: Mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi duduk dalam ruangan kedap suara dalam ruang sidang di Akademi Polisi Nasional di Kairo, Mesir, pada Selasa, 21 April 2015. Pengadilan pidana Mesir pada Selasa dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan pemrotes pada 2012, putusan pertama melawan presiden Mesir pertama yang dipilih rakyat. (AP Photo/Amr Nabil)

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.