Kasuari 'Si Burung Paling Berbahaya Sedunia', Kembali Menewaskan Manusia

Seorang lelaki di AS tewas akibat diserang kasuari, jadi kasus fatal kedua sepanjang sejarah modern.

|
17 April 2019, 1:20pm

Burung Kasuari di alam liar. Sumber foto: Wikimedia Commons 

Laki-laki asal Florida, Amerika Serikat, tewas setelah diserang “burung paling berbahaya di dunia” Jumat pekan lalu. Insiden ini menjadi kasus pembunuhan oleh kasuari kedua sepanjang sejarah modern.

Korban diidentifikasi sebagai Martin Hajos, laki-laki 75 tahun yang memiliki tanah pertanian dekat Kota Alachua, seperti dilaporkan Gainesville Sun. Hajos dibawa ke rumah sakit UF Health Shands dengan “tanda-tanda trauma di tubuh,” lalu dinyatakan tewas akibat cederanya.

"Dia tewas saat sedang melakukan apa yang dia sukai," kata seorang perempuan yang mengklaim sebagai calon istrin mendiang.

Tim di UGD rumah sakit memastikan Hajos tewas setelah tertusuk kaki seekor kasuari, yang masih bersaudara burung emu besar dan tidak mampu terbang. Burung ini cenderung berbahaya karena cakar di kakinya sepanjang 12 centimeter.

Kasuari merupakan hewan langka. Di alam liar mereka hanya dapat ditemukan di hutan tropis di Australia dan Papua. Kasuari rata-rata memiliki tinggi 1,5 meter dan berat 61 kilogram.

"Tidak ada kesengajaan dalam insiden ini," ujar Jeff Taylor, dari tim SAR lokal, kepada Gainesville Sun mengenai insiden ini. "Setahu saya, laki-laki ini berada dekat burung tersebut dan terjatuh. Saat ia terjatuh, ia diserang."

Burung tersebut kini dikerangkeng polisi di pekarangan milik Hajos.

Hajos merupakan manusia kedua yang pernah dibunuh seekor kasuari sepanjang sejarah modern. Pada April 1926, seorang remaja asal Australia bernama Phillip McClean meninggal setelah tenggorokannya dilukai cakar seekor kasuari.

Selain dua kasus fatal tersebut, tercatat paling sedikit 221 serangan tidak mematikan, yang disebabkan menyusutnya tempat tinggal alami kasuari, sehingga mereka berebut makanan dengan manusia. Kasuari sering merampok rumah manusia di Kota Queensland, Australia, untuk mencari makanan.

Sebenarnya citra berbahaya kasuari sedikit tidak adil. Sebagian besar serangan burung ini terjadi karena manusia menghampiri atau mengganggu burung ini lebih dulu. Pakar menyatakan ketika sampai menyerang, kasuari sebenarnya tidak ingin membunuh sasarannya.

"Memang benar bahwa kasuari itu berbahaya dan mampu melukai manusia secara fatal," tulis Darren Naish dalam Jurnal Scientific American. "Tetapi tidak tepat jika media melebih-lebihkan bahaya dari burung ini. Kita harus mengingat seringnya interaksi antara kasuari dan manusia yang tidak berakhir dengan kematian atau cedera."

Bagaimanapun, kasuari memang sangat berbahaya. Mereka bisa menendang manusia dewasa dengan cakar yang menyerupai pisau. Cedera yang paling lumrah terjadi karena serangan kasuari adalah tikaman dan patah tulang.

Cassowary attacking a human.
Cuplikan kasuari menyerang manusia. Sumber: YouTube


Detail dan kronologi kematian Martin Hajos sampai artikel ini dilansir masih belum jelas. Seorang juru bicara Komisi Konservasi Ikan dan Margasatwa Florida (FWC) mengatakan pada Gainesville Sun ada kemungkinan burung itu adalah peliharaan Martin.

"Warga biasa memang tidak membutuhkan lisensi untuk menjadikan [kasuari] ternak atau dibiakkan," kata Susan Neel, direktur hubungan komunitas FWC kepada Motherboard lewat email.

Padahal, komisi tersebut menganggap kasuari sebagai spesies “ Kelas II,” yang artinya ini jenis binatang berbahaya bagi manusia. Alhasil, perlu “pengalaman yang kuat dan syarat spesifik untuk pembuatan kandangnya."

Di dunia terdapat tiga jenis spesies kasuari. Semuanya mempunyai “pelindung kepala.” (Beberapa penelitian berspekulasi bahwa adanya pelindung tersebut untuk meregulasi suhu tubuh). Kasuari merupakan omnivora yang biasa mengonsumsi buah yang terjatuh di hutan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard