Jelas Saja Perempuan Tak Setuju Ide Wine ‘Handmaid’s Tale’, Dijual Pakai Nama Korban Pemerkosaan

Emang sih korban pemerkosaannya diambil dari cerita fiktif, tapi tetap saja tak etis. Perusahaan anggur Lot18 menarik kembali koleksi wine problematis ini dari pasaran sehari setelah diluncurkan.

|
Jul 13 2018, 5:00pagi

Foto dari Hulu

Kurator wine Lot18 secara resmi membatalkan koleksi terbarunya yang bertemakan The Handmaid’s Tale—distopia perbudakan seksual berdasarkan buku Margaret Atwood dengan judul sama. Menurut People, perusahaan tersebut memutuskan untuk menarik kembali wine tersebut dari peredaran, dan koleksi ini tidak tercantum lagi di website Lot18.

Wine ini pada awalnya dinamakan berdasarkan karakter-karakter perempuan di serial tersebut: Pinot Noir “Offred”, Cabernet Sauvignon “Ofglen”, dan Bordeaux Blanc “Serena Joy”. Koleksi ini dibatalkan karena protes keras di Twitter—ya, tentu saja perempuan-perempuan tidak tertarik pada produk yang bertujuan mengambil keuntungan dari premis penyiksaan dan pemerkosaan perempuan yang disetujui negara. Selain itu, pemilihan waktu peluncuran anggur ini juga buruk, yaitu pada saat episode terakhir serial ini tayang—yang, menurut banyak kritikus, merupakan “torture porn” dan “kebrutalan tanpa makna.”

Selain premis yang ceroboh itu, rincian pemasarannya membuat koleksi wine ini tampak lebih ngaco lagi. Copy yang digunakan untuk menggambarkan koleksi ini berupaya membuat eksploitasi tersebut terdengar seksi. Deskripsi yang paling parah adalah untuk wine Offred: “Percuma menolak godaan wine dengan rasa halus dan earthy ini, lebih baik pasrahkan saja.” Ya, itu memang kelewatan. Untungnya, copy tersebut juga sudah hilang dari website Lot18.

Menamai salah satu wine Serena Joy—yang, meski merupakan karakter berlapis, pada dasarnya adalah seorang pendukung perkosaan—dan perempuan-perempuan lain yang paling tersiksa di Gilead, adalah langkah yang luar biasa dungu. Lot18 seharusnya sekalian saja, memasukkan Aunt Lydia Zinfandel ke dalam koleksi ini.

Ya, Game of Thrones memang memiliki koleksi wine mereka sendiri, dan penggemar Bachelorette bisa menegak ”The Fantasy Suite” Cabernet Sauvignon atau “The Final Rose.” Tapi, perusahaan-perusahaan wine ini tidak menamai minuman yang secara stereotip dianggap feminin dengan nama-nama korban perkosaan (meski fiktif) untuk meraup keuntungan. Sayangnya, masih ada banyak perusahaan yang mencoba menjual produk-produk dungu sepertu itu kepada perempuan— BIC Cristal For Her Ball Pen atau permen lolipopFlat Tummy Tea Co's (yang tidak tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan-nya AS)

Sapa Nicole Clark di Twitter.

More VICE
VICE Channels