Saksikan Rekaman Langka Hiu Hantu Berkeliaran di Dasar Samudra

Mahluk sekilas mirip ikan zombie ini sangat sulit ditemukan karena hidup di dasar samudra. Ilmuwan butuh kapal selam tanpa awak menuju kedalaman 2.000 meter, agar sukses merekam aktivitasnya.

|
20 Desember 2016, 2:47am

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Laut dalam adalah wilayah yang sejak lama dihuni mahluk-mahluk berbentuk aneh, seakan bukan dari dunia ini. Kemunculan 'hiu hantu' menambah daftar keunikan penghuni lantai dasar samudra. (Hiu ini tidak ada hubungannya dengan mahluk dalam film horor kelas B Ghost Shark yang tayang 2013 lalu).

Hiu Hantu masih bersaudara dengan keluarga besar hiu lainnya serta ikan pari. Ikan berwujud mirip monster ini sisiknya memendarkan cahaya, berkeliaran di dasar tergelap samudra, matanya seperti zombie, dan tampangnya cukup mengerikan. Jika keterangan itu kurang aneh, maka perlu disebutkan bahwa alat kelamin Hiu Hantu jantan terletak di kepalanya. Istilah Bahasa Inggris 'dickhead' pantas disematkan buat ikan ini.

Jika kalian sulit membayangkan seperti apa bentuk mahluk langka ini, jangan khawatir. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, ilmuwan berhasil merekam aktivitas Hiu Hantu yang memiliki hidung warna biru itu di habitat aslinya. Pemandangan yang berhasil terekam kamera itu teramat sureal, seakan-akan tidak berasal dari Planet Bumi.

Sebetulnya rekaman hiu hantu ini diperoleh sejak 2009 lalu, ketika sebuah kapal selam tanpa awak mendekati dasar samudra di perairan California. Setelah sekian tahun, baru awal bulan ini Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) merilis cuplikannya di Internet. Hiu Hantu ini ditemukan setelah kapal menyelam hingga kedalaman 2.042 meter. Rekaman itu memicu kehebohan di kalangan peneliti bawah laut. Sebab muncul banyak temuan anyar memperkaya pengetahuan mereka yang selama ini terbatas mengenai taksonomi Hiu Hantu. MBARI merilis hasil penelitian gabungan mengenai spesies ini dalam jurnal Marine Biodiversity Letters Oktober 2016.

"Hiu Hantu dengan bentuk tubuh tidak jauh berbeda, tetapi sekilas dari jenis berbeda, ditemukan di pesisir Amerika Selatan serta Selatan Afrika. Temuan serupa dilaporkan peneliti dari Samudra Hindia," demikian pernyataan tertulis dari Kim Fulton-Bennet, juru bicara MBARI.

"Jika temuan berbeda-beda ini dipastikan spesies yang sama dengan yang kami rekam di lepas pantai California, artinya ada bukti lanjutan bahwa hewan bawah laut menjelajahi setiap samudra," imbuhnya.