Iklan
Coronavirus

Wabah Coronavirus Memicu Banyak Teori Konspirasi Liar yang Sayangnya Dipercaya Netizen

Teori-teori ini pada akhirnya memicu hoax dan ketakutan berlebihan pada warga asing (terutama asal Tiongkok).

oleh Anna Merlan
29 Januari 2020, 9:34am

Sumber foto: Akun YouTube InfoWars 

"Peradaban manusia sudah berakhir," kata Mike Adams, lelaki yang mengaku sebagai Health Ranger dan penganut teori konspirasi paling produktif. "Hanya satu yang bisa bertahan. Kita harus segera mengganti strateginya. Kalian bisa saja selamat. Kami bisa membantumu, asalkan kalian mengikuti informasi yang kami sediakan di Infowars."

Adams adalah pendiri dan pengisi suara utama Natural News, “situs kesehatan” yang selama ini menggalakkan kampanye anti-vaksin, mengiklankan obat kanker palsu, dan memperingatkan bahaya laten globalis. Baru-baru ini, Adams mengklaim ada serangan tak tampak yang menghambatnya berbagi informasi tentang coronavirus di situsnya. Padahal, situs itu sudah menerbitkan lusinan artikel coronavirus.

Pada suatu sore, dia dan pendiri Alex Jones dengan tenang meramalkan akhir dari peradaban manusia pada webcast siaran langsung InfoWars. Selama dua jam, kedua laki-laki itu menyiarkan berita dengan dua tujuan: saling memuji satu sama lain karena keberanian mereka melawan Deep State, serta menimbulkan kepanikan dan ketakutan tentang coronavirus—epidemi yang berasal dari Wuhan, Tiongkok dan sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 81 jiwa.

Coronavirus hanyalah satu dari sekian banyaknya isu yang berkembang menjadi teori konspirasi dan berita bohong. Bagaimana tidak? Para penganut teori konspirasi hidup dari situ. Mereka menghasilkan uang dan mempertahankan audiensi mereka dengan menjual kepanikan lewat teori omong kosong. Mereka tentu takkan melewatkan epidemi baru ini.

Selama masih ada kesempatan, mengapa tidak? Para penganut teori konspirasi memanfaatkan ketakutan warga untuk memasarkan produk yang patut dipertanyakan, dan pada akhirnya mendorong pemerintah untuk mengeluarkan larangan travel bagi orang Tiongkok yang didasarkan pada sikap xenofobik. Di Indonesia sendiri, teori konspirasi serupa berkembang. Misalnya kabar bahwa virus ini sebenarnya bocor dari lab penelitian di Wuhan. Kebencian terhadap orang Tiongkok pun menyusup dalam tagar-tagar mendukung larangan turis Cina datang ke Tanah Air.

Klaim-klaim aneh semakin bertambah setiap harinya di banyak negara. Situs konspirasi Kanada, Global Research, secara keliru mengklaim virusnya “hanya menjangkit warga Tiongkok” dan dibawa oleh negara Barat. “Universitas dan LSM Amerika mendatangi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir untuk melakukan eksperimen biologis yang begitu ilegal sampai-sampai otoritas Tiongkok marah besar,” tulis Global Research. Sementara itu, situs Communal News menyatakan coronavirus bocor dari “laboratorium senjata perang biologis” Tiongkok. Teori ini juga diberitakan oleh Washington Times.

Kemudian ada juga situs berita abal-abal Health Impact News yang menjajakan video bahwa peserta Event 201 telah memprediksi coronavirus. Event 201 adalah forum yang diselenggarakan Johns Hopkins Center for Health Security bersama Forum Ekonomi Dunia dan Bill and Melinda Gates Foundation. Bill Gates dituduh mengambil untung dari coronavirus atau memegang paten untuk penyembuhannya. YouTuber QAnon Jordan Sather mengklaim “paten” untuk coronavirus sudah diajukan pada 2015, sama halnya seperti yang diucapkan Rob Dew dari InfoWars. Lebih gila lagi, coronavirus ditimbulkan oleh kekuatan bayangan untuk memaksakan teknologi dan radiasi 5G yang “berbahaya” pada populasi yang tak tahu apa-apa. Hal ini memanfaatkan kontroversi yang berkelanjutan tentang penggunaan 5G.

Situs-situs seperti Health Impact News atau Global Research memiliki alasan lain untuk menyebarkan berita palsu tentang coronavirus. Mereka mengaku sebagai satu-satunya sumber tepercaya yang mengungkap kebenaran epidemi ini, sehingga pembaca seharusnya lebih mengandalkan mereka ketimbang situs berita lain. “Situs kami mungkin segera diblokir karena melaporkan krisis kesehatan yang terjadi di seluruh dunia, jika simulasinya secara akurat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya,” seru Health Impact News. (Dalam pop-up window, pembaca diminta berlangganan berita selagi masih bisa.)

Penganut teori konspirasi dan xenofobik yang lebih terkenal memiliki fokus berbeda. Mantan blogger Game of Thrones Jack Posobiec—yang kini menjadi bintang media sayap-kanan—dan perempuan rasis Ann Coulter (sering menyebarkan berita palsu, termasuk seperempat populasi Meksiko telah menduduki AS) menyarankan agar larangan travel untuk orang Tiongkok segera dikeluarkan. Posobiec menyebut wabah ini “mirip seperti bagian pembuka buku World War Z.”

Tak hanya itu, pemerintah juga dituduh kurang atau terlalu berlebihan menanggapi epideminya. Twisted Truth menyebarkan rumor pemerintah AS segera memberlakukan darurat militer terhadap orang Amerika untuk mengatasi wabah tersebut.

Adams dan Jones—yang memercayai teori FEMA camps—juga melihat ada yang aneh dari wabah coronavirus. Menurut mereka, ini hanyalah upaya depopulasi global.

“Coronavirus jelas merupakan simulan yang dipersiapkan dengan matang,” Jones menyatakan. “Ini hanyalah pengalihan isu, karena ada hal lain yang sedang dikerjakan. Mereka mendapatkan virusnya,” imbuhnya dengan sedikit bingung. “Maksudnya, kalian bisa melihat semua hal terjadi. Kita sekarang berada dalam permainan. Sudah dimulai. Sekarang 2020. Tatanan Dunia Baru melawan kemanusiaan.”

“Manusia akan dibantai,” Adams menambahkan. “Agenda depopulasi tidak bisa dihentikan. Kalian ngerti maksudnya apa, kan?”

Adams tak percaya akan solusi. Selama segmen berita, dia mengklaim vaksin coronavirus—kalau sampai ada—takkan menyelesaikan apa-apa. Baginya, vaksin ini mengandung “virus hidup”. Apabila massa benar-benar menyadari apa yang terjadi sesungguhnya, “jutaan orang akan menuntut kendali atas perbatasan” supaya penyakit menular ini tidak masuk ke AS. Adams dan Jones sepakat coronavirus adalah “sistem senjata biologis yang dilepaskan dengan sengaja.” Penyembuhan alaminya akan dikriminalisasi karena “kaum globalis ingin membunuh orang sebanyak mungkin.”

(Asal kalian tahu, Natural News pernah menyarankan baking soda dapat “mempercepat” penyembuhan kanker dan penyakit auto-imun.)

Uniknya, di setiap artikel InfoWars tentang coronavirus, bagian akhirnya pasti mengiklankan jualan Jones. “Bagi orang-orang yang sudah sadar,” bunyi iklannya, “jangan lupa ada diskon 50% untuk makanan yang bisa disimpan ini.”

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Tagged:
Internet
indonesia
xenofobia
Diskriminasi
Teori Konspirasi
Tiongkok
penyakit menular
Ketakutan Pada Orang Asing
Epidemi Coronavirus
natural news