Seri Foto

Foto-Foto Keseharian Abu Dhabi dan Dubai yang Jauh dari Gemerlap Kemewahan

Fotografer Lars Moereels mengabadikan momen-momen sunyi dari dua kota paling sibuk di Uni Emirat Arab itu.

oleh Lars Moereels
01 Oktober 2018, 5:00am

Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab, tercatat dalam 28 rekor dunia. Kota metropolis ini memiliki hotel termahal di dunia, theme park paling besar sejagat serta buku paling berat—beratnya sampai satu ton. Lanskap gedung pencakar langit dan deret mega shopping center Abu Dhabi sudah kelewat kesohor.

Sementara itu, Dubai, dengan segela kegemerlapannya adalah kota dengan biaya hidup paling tinggi di kawasan Timur Tengah.

Lars Moereels adalah seorang fotografer jalanan dan fesyen yang kini bermukim di Jerman, tepatnya Berlin. Kendati demikian, dia masih punya keterikatan dengan Uni Emirat Arab sebab kerabatnya masih tinggal di sana. Dalam setahun, Moereels setidaknya dua kali mengunjungi Uni Emirat Arab. Baginya, baik Abu Dhabi atau Dubai, dua kota penting di kampung halamannya itu, tak melulu erat dengan kemegahan.

Semua foto oleh Lars Moereels

Foto-foto Moereels menangkap momen-momen keheningan di dua kota yang berderap kencang itu. Lensa kamera Moereels seakan mengintip di tengah hiruk-pikuk Abu Dhabi dan Dubai guna mengabadikan sisi lembut dari jalanan kedua kota tersebut. Tak ayal, apa yang ditangkap Moereels jauh dari citraan kemakmuran dan kemegahan yang identik dengan Dubai dan Abu Dhabi.

Siapa sangka kedua kota ini menyimpan keindahan yang bikin kita merinding. Entah itu bangunan setengah jadi yang dibiarkan terbengkalai, para buruh yang menikmati keheningan pantai, dan kadang realitas brutal tentang penduduk setempat yang mengais-ngais kehidupan dari kawasan gurun di Timur Tengah.