Iklan
Olahraga

Breakdance Berpeluang Besar Jadi Cabang Olahraga Resmi Olimpiade

Jika terwujud, kultur kelas pekerja yang melahirkan hip hop diakui relevansinya di dunia. Kemungkinan, breakdance bisa mulai debut pada Olimpiade Paris 2024.

oleh DeAsia Paige
28 Juni 2019, 4:13am

B-Boy di New York pada masa awal perkembangan breakdance dan kultur hip hop awal 80'an. Foto oleh Getty Images

Breakdancing selangkah lebih dekat menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade. Bahkan muncul kabar, tari yang di Indonesia dulu sempat disebut 'tari kerjang' itu berpotensi mulai dipertandingkan di Olimpiade Paris 2024.

Pada Selasa (25/6) lalu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mempertimbangkan permintaan dari tuan rumah Paris untuk menambah breakdance ke program yang dipertandingkan. Jadi tidaknya rencana ini akan diputuskan pada Desember 2020. Apabila permintaan Paris disetujui, maka keputusan IOC akan menjadi kemenangan besar bagi kultur hip hop secara global.

Munculnya hip hop sebagai genre musik tersendiri pada awal dekade 70-an beriringan dengan popularitas breakdancing. Tarian agresif dengan gerak badan meliuk serta lentur itu diciptakan pemuda kulit hitam dan Latinx di New York, AS. Sebagai salah satu gaya tarian hip-hop paling terkenal, breakdancing yang bisa juga disebut breaking, b-boying, atau b-girling merupakan sarana para pemuda kelas pekerja di Negeri Paman Sam mengatasi berbagai tekanan sosial. Tarian ini memadukan unsur musik rap dengan gerakan kung fu.

Puluhan tahun kemudian, breakdancing telah memasuki budaya arus utama dan digemari anak muda di seluruh dunia. Kancah breakdance yang amat besar muncul di Korea Selatan, Britania Raya, Jepang, serta Prancis.

Di AS, hip hop lambat laun menjadi bagian dari kebudayaan papan atas Amerika. Tahun lalu, untuk pertama kalinya, hip-hop mengalahkan rock sebagai genre musik paling populer di AS. Bahkan Jay-Z baru-baru ini menjadi miliarder pertama di dunia rap. Jika breakdancing menjadi olahraga resmi Olimpiade, artinya relevansi kultural rap akan semakin jelas.

Sebenarnya gagasan tim penyelenggara Paris ini bukan momen pertama Olimpiade berusaha mengangkat aspek kebudayaan hip-hop dalam rangkaian acaranya. Chance the Rapper, sang rapper kebanggaan Chicago, pernah dilibatkan dalam konser dalam rangka merayakan ulang tahun ke-50 Olimpiade Istimewa di Chicago tahun lalu.

Breakdancing juga sudah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi ajang Olimpiade Pemuda di Buenos Aires, Argentina. Semoga, kalau memang terwujud, IOC mau mengajak para rapper muncul di pesta pembukaan atau penutupan Olimpiade sambil ditemani para b-boy.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US