Iklan
masalah medis

Australia jadi Negara Pertama Bakal Sukses Membasmi Kanker Serviks Sampai Punah

Penelitian optimis dalam 20 tahun mendatang, kanker serviks bukan lagi penyakit yang meresahkan publik (setidaknya di Australia).

oleh Gavin Butler
05 Oktober 2018, 5:54am

Gambar via Shutterstock

Untuk pertama kalinya di dunia, Australia sedang bergerak menuju terobosan medis yang menakjubkan: membasmi kanker serviks sampai punah. Penyakit ini—yang pada tahun 2018 terekam 930 kasus pada perempuan di Australia—diharapkan akan langka dalam 20 tahun mendatang, sehingga tidak dapat dianggap sebagai masalah kesehatan publik lagi.

Para ahli memprediksi hanya empat dari 100.000 wanita akan menderita kanker serviks pada tahun 2035. Pada tahun 2022, hanya enam dari 100.000 wanita akan menderita kanker serviks, menurut penelitian dari diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Umum Lancet dan seperti yang dinyatakan oleh Badan Kanker minggu lalu.

Perkembangan positif ini dikatakan telah muncul berkat kelancaran program vaksinasi Gardasil pertama di dunia yang telah memberi vaksinasi kepada anak sekolah di Australia melawan human papillomavirus (HPV) selama sepuluh tahun terakhir. SBS melaporkan 79% dari perempuan berumur 15 tahun telah menerima vaksinasi ini. Perempuan-perempuan yang pertama kali menerima vaksinasi kini sudah berumur 30-an tahun.

Media Fairfax melaporkan bahwa program pap smear (tes kanker serviks) di Australia menjadi unsur yang penting dalam perjuangan melawan penyakit ini dengan mengidentifikasi kelainan. Sejak pertama kali program ini diperkenalkan pada 1991, perempuan penderita kanker serviks turun sebesar 50 persen.

Pada saat ini, di Australia 7 dari 100.000 perempuan berpotensi terkena kanker serviks. Jumlahnya nyaris separuh dari probabilitas di tingkat global. Para peneliti percaya bila kegiatan-kegiatan ini berlanjut, kanker serviks akan tereliminasi total dalam 50 tahun. Menurut prediksinya, hanya satu dari 100.000 wanita akan menderita kanker serviks pada tahun 2066. Saat ini, penyakit ini menewaskan 21 dari satu juta wanita. Pada 2100, angka ini bisa berubah menjadi tiga orang per 100 ribu populasi.

Profesor Karen Canfell, direktur riset di Badan Kanker NSW, merayakan sukses perjuangan Australia melawan penyakit destruktif ini dan menyarankan agar menyebarkan perkembangan medis ini ke seluruh dunia.

"Berita ini sangat menyenangkan bagi wanita di Australia," ujarnya. "Kami sudah bertahun-tahun berusaha mengontrol kanker serviks dan kami akan membagi riset dan teknik kami dengan seluruh dunia dalam upaya mengeliminasi kanker ini yang mudah dicegah."