Iklan
Serba Serbi Emoji

Facebook-Instagram Batasi Emoji Terong dan Muncratan Air karena Berkonotasi 'Seksual'

Emoji itu masih bisa dipakai, asal tidak ada kesan mesum. Tahu sendirilah emoji-emoji itu kalau dijejerin maksudnya apa.

oleh Ikhwan Hastanto
04 November 2019, 3:59am

Sumber foto latar oleh Safin Hamed/AFP; Semua cuplikan emoji dari emojipedia

Dua perusahaan media sosial penyita waktu terbesar kita sehari-hari, Facebook dan Instagram, akhirnya enggak tahan ketika emoji buah dan sayur yang mereka buat digunakan untuk kepentingan lain. Mereka resah dan gelisah melihat terong didapuk jadi simbol penis dan buah persik jadi simbol bokong. Selain dua itu, emoji muncratan air juga termasuk dalam daftar pelarangan karena sering digunakan sebagai tanda ejakulasi.

Peraturan ini pertama kali diungkap XBIZ, situs media dan publisis tentang industri seks di Amerika, yang menemukan aturan baru Facebook bahwa emoji jurusan seksualitas akan dihapus dan dilarang penggunaannya. Apabila ada yang masih ngeyel memakainya, Facebook mengancam penonaktifan akun.

Menurut XBIZ, pelarangan ini khusus ditujukan untuk para pekerja seks yang menjual layanannya di Facebook. Namun, kebijakan ini ditakutkan bisa jadi pasal karet yang akan berpengaruh kepada pengguna lain yang menggunakan emoji tersebut untuk bercanda.

Facebook sendiri menyatakan pembaruan dalam Facebook’s Sexual Solicitation Community Standards ini dilakukan dalam rangka mengurangi kasus eksploitasi dan kekerasan seksual yang bisa jadi terdukung oleh fasilitas Facebook. Salah satu pembaruannya membatasi emoji dengan “elemen sugestif”.

"Kami membatasi bahasa seksual eksplisit yang menjurus pada godaan seksual karena pengguna di komunitas global kami bisa jadi sensitif terhadap jenis konten tersebut dan menghalanginya menggunakan Facebook untuk berhubungan dengan teman-teman dan komunitasnya," demikia dikutip dari keterangan resmi Facebook dikutip Mirror.

Instagram menenangkan netizen dengan mengatakan bahwa kebijakan ini murni hanya untuk mencegah eksploitasi dan kekerasan seksual saja. "Konten hanya akan dihapus dari Facebook dan Instagram jika memuat emoji seksual dibarengi dengan permintaan tidak langsung untuk foto telanjang, pasangan seksual, dan percakapan seksual," ujar Instagram kepada The Post.

Keputusan ini lantas jadi perbincangan netizen, mayoritas merasa kebijakan baru Facebook ini absurd.

Respons perusahaan besar untuk menghapus atau mengganti emoji karena mengikuti isu yang berkembang pernah terjadi sebelumnya kepada emoji pistol. Pada 2016, Apple memutuskan untuk mengubah emoji pistol miliknya menjadi pistol mainan ketika kelompok aktivis bernama New Yorkers Against Gun Violence melakukan protes kepada Apple soal emoji ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.

"Kami mengerti bahwa perubahan emoji tidak mempengaruhi kekerasan bersenjata di negara ini, Kami menggunakan tuntutan penghapusan emoji pistol ini untuk membawa perhatian masyarakat bahwa kekerasan bersenjata membunuh 36 ribu orang Amerika setiap tahun," ujar aktivis Leah Barret kepada Business Insider. Meski hanya diubah dan tidak dihapus, kebijakan ini dirasa sebagai solusi menang-menang. Pengubahan emoji pistol oleh Apple kemudian diikuti oleh Samsung, Google, Microsoft, dan Facebook.

Enggak cuma soal kekerasan seksual dan kontrol senjata, penggunaan emoji juga pernah dipermasalahkan dalam konteks agama. Tiga tahun lalu, Wajdi Akkari, pendakwah yang juga dosen agama di Arab Saudi, menyatakan umat islam harus berhati-hati menggunakan emoji di WhatsApp, karena tidak semuanya halal.

Beberapa contoh yang ia larang: emoji berdoa dilarang karena itu cara berdoa umat Kristen dan Buddha, emoji tangan metal dilarang karena simbol setan, dan emoji malaikat dilarang karena ia merasa kita tidak tahu bagaimana bentuk malaikat sehingga dilarang menggambarnya.

Tagged:
Instagram
Facebook
emoji
media sosial
Ponsel Pintar
Mesum
Komunikasi Modern