Iklan
Koneksi Internet

Perubahan Iklim Bakal Memutus Koneksi Internetmu

Tak peduli sama isu perubahan iklim? Kalian sekarang wajib peduli. Ponsel pintar kalian bisa enggak ada gunanya ketika lingkungan makin rusak.

oleh Shamani Joshi; Diterjemahkan oleh Jade Poa
28 Agustus 2019, 9:00am

Foto ilustrasi via Pixabay.

Mengingat empat miliar orang rutin menghabiskan waktu saban hari di internet. Baik untuk menonton satu season serial Netflix kesukaannya, atau menelusuri tempat makan enak di Google. Kita sudah terlalu sering mengandalkan internet untuk keperluan sehari-hari.

Di sisi lain, kita pun tahu perubahan iklim bakal mempengaruhi akses pada kopi dan anggur, tapi bagaimana dengan internet? Perubahan iklim ternyata mempengaruhi segala hal coy, termasuk internet. Ini alasannya:

Kenaikan permukaan laut berimbas pada kabel bawah laut

Bisa dipastikan 99 persen kabel internet berada di bawah laut. Kabel-kabel tersebut tergolong lemah dan butuh sering dipelihara. Masalahnya, karena glasier sedang meleleh, hal ini menimbulkan kenaikan permukaan laut, kabel-kabel tersebut menjadi sulit dijangkau.

Sebuah studi yang diterbitkan University of Oregon dan University of Wisconsin-Madison mengamati kabel fiber optik di dataran rendah dan bagaimana mereka akan bertahan dengan naiknya permukaan laut.

Berdasarkan prediksi bahwa permukaan air laut akan naik satu kaki per tahun dalam 15 tahun ke depan, tim peneliti menyimpulkan paling sedikit 6.400 kilometer kabel fiber optik di AS akan tenggelam, yang akan mempengaruhi semua state antara New York dan New Mexico.

Memastikan server tetap sejuk

Seandainya internet seperti seorang manusia, server dan pusat data merupakan otak dan tulang punggung yang mengendalikan fungsinya. Fungsi ini terdiri dari jutaan unit pemrosesan terpadu yang harus selalu berada dalam kondisi sejuk. Akibat perubahan iklim, kini dibutuhkan lebih banyak energi untuk memastikan unit tersebut tidak kepanasan, yang bakal memakan lebih banyak listrik dan uang.

Karena sebagian besar dunia masih mengandalkan batu bara untuk membangkitkan listrik yang menggerakkan penyebaran informasi, dampak penggunaan internet pada lingkungan ternyata jauh lebih buruk daripada yang sebelumnya disangka. Mungkin saja suatu hari kita akan terpaksa mengorbankan listrik kota demi mempertahankan koneksi internet.

Kita terlalu lama bersikap bodoh amat tentang penggunaan internet

Menurut laporan yang diterbitkan The Shift Project, sebuah lembaga kajian strategis di Prancis yang mempromosikan ekonomi pasca-karbon, teknologi digital menghasilkan 4 persen emisi gas rumah kaca global dan mengkonsumsi lebih dari 9 persen energi global.

Meskipun seluruh dunia menyumbang emisi gas rumah kaca, pencapaian teknologis seperti kecerdasan buatan, jaringan 5G, dan cryptocurrency akan memperburuk kondisi lingkungan karena memakan banyak energi.

Efek jangka panjang lainnya

Efek perubahan iklim sudah terlihat jelas. Badai, kebanjiran, dan kebakaran hutan tidak hanya mengancam infrastruktur internet, tetapi juga kelangsungan hidup manusia. Ironisnya, kemajuan teknologi berpotensi menimbulkan jatuhnya peradaban manusia.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India