Iklan
musibah

Ledakan Besar di Jepang Diduga Karena Pengharum Ruangan

Ledakannya sangat hebat sampai-sampai warga Sapporo mengira sedang gempa bumi.

oleh VICE Staff
18 Desember 2018, 4:56am

Foto drone di tkp ledakan Sapporo, Jepang. Foto oleh Kyodo/ via Reuters

Sebuah bangunan kayu berisi pub, klinik, dan agen real estate di Sapporo, Jepang hangus terbakar pada Minggu pekan lalu. Kepolisian meyakini ledakannya disebabkan oleh 100 kaleng pengharum ruangan.

Ya, pengharum ruangan yang wanginya kayak kue atau buah-buahan bisa menyebabkan ini:

Insiden itu masih dalam proses penyelidikan, tetapi pihak berwajib mencurigai kebakarannya bisa terjadi karena ada orang yang menimbun kaleng bekas pengharum ruangan untuk nantinya dibuang ke tempat yang aman. Perlu diingat bahwa kita tidak bisa sembarangan membuangnya ke tempat sampah, apalagi kalau tinggal di Jepang. Negeri Sakura ini memiliki sistem pembuangan sampah yang sangat ketat dan rumit. Beberapa isi kalengnya bocor dan meledakkan seluruh gedung ketika pemanas air menyala.

Ledakan ini mengguncang kota Sapporo sejauh 70 meter, dan melukai 42 orang dengan pecahan kaca. Media lokal melaporkan bahwa penduduk yang lokasinya jauh dari bangunan tersebut mengira ada gempa bumi.

“Saya tiba-tiba mendengar dentuman keras. Tubuhku sampai terangkat dan terlempar ke lantai,”

kata seorang korban ledakan berusia 28 yang ada di pub pada saat kejadian. “Listriknya mati setelah ledakan, dan api langsung menyebar ke seluruh ruangan. Saya langsung loncat ke jalanan dari jendela yang terbuka.”

“Kami semua terjebak karena plafonnya ambruk dan lantai atas runtuh. Kami berhasil menyelamatkan diri setelah orang-orang menendang dindingnya.”

Menurut media lokal, tempat usaha itu tidak memiliki langkah-langkah keselamatan dasar jika terjadi kebakaran. Padahal, mereka sudah berulang kali diingatkan risikonya.

“Kami sudah meminta mereka meningkatkan titik-titik penyelamatan saat mengadakan inspeksi ke bangunan itu pada Oktober, tapi belum ada kemajuan juga,” kata Takashi Shida, petugas pemadam kebakaran Sapporo, kepada AFP.

Ada beberapa tangki propana juga di sana, baik di dalam maupun di luar gedung. Benda-benda tersebut kemungkinan berkontribusi dalam ledakan yang dahsyat itu.

Kobaran api dengan seketika meludeskan bangunan tersebut:

Untuk berjaga-jaga, lebih dari 50 penduduk Sapporo segera diamankan ke tempat pengungsian begitu kebakaran mulai menyebar. Korban lukanya mencapai 42 orang, termasuk seorang bocah 1 tahun. Sebagian besar korbannya merupakan pengunjung pub. Menurut seorang penyintas, jumlah korbannya bisa saja lebih tinggi. Para pengunjung bar dapat menyelamatkan diri karena lantai kedua bangunannya runtuh saat terjadi ledakan.

Kalau tidak? Situasinya mungkin jauh lebih parah dari ini, menurut seorang pengunjung bar kepada Kyodo News.

“Semua orang mungkin akan terjebak dan tewas terbakar,” kata laki-laki 49 tahun itu.