Iklan
fesyen

Sudah Saatnya Kita Berhenti Berpakaian Kayak Gembel di Rumah

Jangan mentang-mentang kalian enggak ada rencana keluar, terus kalian bisa seenaknya pakai baju lusuh atau sembarangan di rumah.

oleh Diana Tourjée
31 Januari 2019, 10:00am

Stocksy

Ada waktu di mana saya merasa malas buat bangun dari tempat tidur. Andai saja saya enggak mesti kerja, mungkin saya bakalan lanjut molor. Tak ada yang mampu membuatku semangat bangun dan melanjutkan hari selain busana. Saya suka memandangi lemari pakaianku, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari tempat tidur dan ada di atas rak pakaian tua. Saya menatap deretan pakaian sambil berpikir. Terkadang, saya sampai kebanyakan mikir. Saya paling bersemangat kalau harus menentukan pakaian yang akan saya kenakan, terlepas dari apa rencanaku hari itu.

Berpakaian karena ingin pergi itu hal yang wajar, tapi orang kadang mengabaikan pentingnya berdandan rapi di dalam rumah. Jangan mentang-mentang kalian enggak ada rencana keluar, terus kalian bisa seenaknya pakai baju lusuh atau sembarangan di rumah. Kalian seharusnya tetap berpakaian bagus meskipun enggak pergi ke mana-mana. Dan satu lagi, enggak ada satu pun orang yang keren pas telanjang. Percaya, deh.

Kebanyakan orang mungkin tidak peduli dengan penampilannya ketika di rumah. Ada yang keliaran di rumah tanpa busana, ada juga yang pakai kaus yang sudah bolong-bolong. Padahal, pakaian tidur yang layak bisa memberikan kenyamanan dan membuat kita lebih bergaya. Sayang sekali, tak ada satu pun orang yang menyadari ini.

Sudah waktunya kita mengucapkan selamat tinggal pada pakaian rumah yang sembrono. Mulailah berpakaian yang membuatmu nyaman. Diam di rumah saja memang membuat kita jadi malas memilih baju, apalagi enggak ada orang yang memerhatikan penampilan kita. Tapi, kalian harus tetap memikirkan pakaianmu meskipun kalian enggak akan pergi ke mana-mana. Tujuannya bukan untuk menyenangkan orang lain, melainkan untuk mendapatkan manfaat dari berpakaian ekstra (lebay). Saya enggak bohong. Benar ada manfaatnya. Hidup terasa jauh lebih penting saat kalian berdandan rapi, dan maknanya hilang kalau kalian cuma mengenakan pakaian yang asal-asalan. Manfaatkan kamar pribadimu untuk bereksperimen dengan pakaian. Tak ada yang bisa mengkritik atau menganggapmu aneh di sini.

Jika kalian berpikir, “Ini orang ngomong apa sih? Saya masih cakep kok meskipun di rumah doang, enggak peduli saya pakai baju apa”, maka saya menantangmu untuk melakukan hal yang lebih ekstra lagi. Berpakaian bagus di rumah enggak ada hubungannya dengan kecantikan.

Ini soal seberapa kreatif kalian saat bermain dengan pakaian. Kalian bebas berdandan senyentrik mungkin, sampai-sampai abang go-food atau grab-food kebingungan melihat pakaianmu.

Proses ini sangat individual, dan cuma kalian yang bisa menentukan penampilannya. Namun, saya punya saran bagaimana caranya mengombinasikan kostum yang bisa membuatmu nyaman. Kalian bisa membungkus kepala dengan kaus vintage, enggak peduli rambutmu habis diberi perawatan atau enggak. Kalian juga bisa mengenakan celana pendek berpinggang tinggi yang dipadukan dengan gaun sutra panjang.

Mungkin kalian dapat mencoba celana legging lembut dan baju kebesaran, atau pakai kaus kaki dan sandal. Enggak ada salahnya kalau kalian kepingin beli penghangat lengan buat dipakai saat maraton film. Jangan lupa cepol rambutmu dan oleskan masker telur di wajah. Pakaian kasual ini membuatmu serasa ada di dalam film, menyadarkan kalian bahwa gaya enggak dapat dipisahkan dari kehidupan pribadi.

Ketika sedang libur kerja, saya menghabiskan sebagian besar waktu di tempat tidur. Saya baru berpisah dengan kasur kalau ingin cari remot TV, ngambil minum, atau merenung di kamar mandi. Kasur memang tempat terindah yang pernah ada. Meskipun demikian, saya akan langsung memakai jubah satin merah tua dan kaus Star Wars asli, atau kaus kaki berjari, celana pendek, dan kaus hitam longgar saat ingin melakukan sesuatu di rumah. Saya bahkan tetap berpakaian keren meskipun cuma ingin menjelajahi internet saja.

Tagged:
tren
gaya rumahan
baju tidur
gaya sehari-hari