Iklan
Covering Climate Now

Gara-Gara Perubahan Iklim, Ukuran Kentang Goreng Bakal Terus Menyusut

Mengecilnya ukuran kentang goreng ini baru menimpa Inggris, tapi bukan tak mungkin merembet sampai Indonesia. Hiks...

oleh Ruby Lott-Lavigna
07 Februari 2019, 3:55am

Foto ilustrasi kentang goreng via Adobe Stock.  

Kamu suka banget sama kentang goreng ala french fries? Rela menukar nasi dengan kentang goreng saat mesan makanan di restoran siap saji? Kalau iya, siap-siaplah mendengar kabar buruk dari Inggris ini: ukuran kentang goreng di Negeri Ratu Elizabeth makin ke sini makin mungil saja.

Seperti yang dilaporkan surat kabar The Guardian (2/6), kondisi cuaca musim panas 2018—yang menyebabkan temperatur setinggi 35,5 derajat celcius di selatan Inggris dan absennya hujan di beberapa daerah selama 58 hari—secara drastis menurunkan hasil panen kentang. Tak tanggung-tanggung, jumlah panenan kentang di Inggris mencapai titik terendah keempat dalam 60 tahun terakhir. Gelombang udara panas di Inggris tahun lalu mencapai rekor terpanasnya—yang sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1976, 2003 dan 2006—sejak tahun 1910.

Sebuah laporan berjudul “A Recipe for Disaster,” menunjukkan taksiran kehancuran akibat pemanasan global yang diderita sektor pertanian buah-buahan dan sayuran. Laporan tersebut dipublikasikan oleh kelompok bernama the Climate Coalition yang terdiri dari 130 organisasi seperti National Trust, WWF, The Women’s Institute serta organisasi-organisasi lainnya yang mengkampanyekan pengurangan emisi karbon dan sampah makanan. Selain kentang, laporan tersebut menyebutkan bahwa panenan apel, bawang dan wortel juga mengalami penurunan.

"Iklim ekstrem yang dijumpai beberapa tahun ke belakang—hujan salju parah, temperatur beku pada Februari dan Maret 2018 serta bulan Juni terkering di kawasan Inggris dan Wales sejak 1910," tulis The Climate Coalition dalam laporannya, "telah merugikan petani buah-buahan dan sayuran di Inggris."

Kendati sebagian besar kentang yang dikonsumsi di Inggris adalah hasil pertanian lokal, laporan itu juga memperingatkan dua pertiga lahan tumbuh kentang setempat terancam tak bisa diginakan pada 2050. Jika ramalan ini benar, maka penduduk Inggris sepertinya harus rela meninggalkan salah satu santapan utama mereka fish and chips.

"Kalau gitu tenang saja Bos, yang mengecil kan baru kentang goreng Inggris. Di Indonesia mah, kentangnya masih aman," sebagian pembaca di Indonesia mungkin berpikiran begitu. Plis deh jangan mikir kayak gini. Pasalnya, perubahan iklim itu fenomena global. Cepat atau lambat, konsekuensii perubahan iklim akan terasa di sini juga.

Kentang goreng di outlet makanan siap saja lokal berpotensi mengecil juga—apalagi kalau kita di Tanah Air setengah-setengah memerangi dampak pemanasan global.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES

Tagged:
Kuliner
Pemanasan Global
Pertanian
Kentang Goreng
Kekeringan
Panen