Iklan
Kejadian unik

Berikut Kisah Buaya Peliharaan yang Bikin Lansia Terhindar Dari Depresi

Buaya itu menyukai sayap ayam, pijat kepala, dan menonton ‘Gator Boys’ di TV. Kisah inspiratif ini barangkali bisa ditiru (asal kalian terlatih menghadapi buaya lho ya).

oleh Allie Conti
28 Januari 2019, 4:18am

Foto oleh Heather Khalifa/The Philadelphia Inquirer via AP

Joie Henney tak mau mengambil obat demi mengatasi depresinya, jadi dia melakukan hal yang menurutnya sama baiknya—mendaftarkan hewan peliharaannya, seekor buaya sepanjang 1,5 meter bernama Wally, sebagai hewan pendukung kestabilan emosional. Setelah Joie sadar suasana hatinya lebih positif dengan kehadiran Wally, dia memperoleh izin dokter untuk mengajak Wally keluar rumah dengan tali, menurut Philadelphia Inquirer.

Bapak berumur 65 tahun ini yang tinggal sekitar 160 kilometer dari kota Philadelphia, mengadopsi Wally dari Orlando, Florida. Joie semakin mengandalkan Wally setelah tiga teman dekatnya meninggal berturut-turut. Wally menghabiskan waktunya di ruang tamu Henney menonton acara TV seperti Gator Boys, memakan sayap ayam, dan menikmati pijat kepala. Kalau Wally tidak sibuk berendam di kolam plastik 140 kilogram, artinya dia lagi baringan bersama pemiliknya. Henney, yang juga memiliki buaya lebih kecil bernama Scrappy, bercerita kepada Inquirer bahwa dia bahkan memperbolehkan Wally tidur bersamanya di kasur.

“Kami berpelukan dan bergulat. Dia demen banget berantem main-main,” katanya. “Dia memukulku dengan ekornya.”

Henney adalah pecinta hewan yang tumbuh besar di sebuah perkebunan di Pennsylvania. Ia pernah merawat burung hantu terluka dan juga ikut seru-seruan dalam rodeo. Membesarkan seekor buaya yang mampu tumbuh sebesar 450 kilogram tentunya merupakan tantangan unik, tapi bagi Joie, Wally adalah buaya manis. Dia suka “berpelukan,” dan lebih memilih berteman dengan ikan dan kodok daripada memakan mereka. Dia juga takut dengan kucing.

Meskipun Wally melakukan meet and greet yang disukai 18 cucu Joie, serta pacarnya agak skeptis pada awalnya, tidak semua orang yakin mempunyai buaya pendukung emosi adalah ide yang bagus.

Jurnalis Inquirer menyatakan Wally tampaknya betul-betul sayang dengan Joie, tetapi agak ngambek ketika disuruh mengenakan tali. Dalam sebuah dunia dimana orang mendaftarkan burung merak sebagai peliharaan pendukung kestabilan emosi, Pendaftaran Anjing Layanan AS berpendapat bahwa menjinakkan dinosaurus mungil itu agak berlebihan.

“Terapis kami takkan pernah menyetujui kliennya memiliki buaya sebagai hewan dukungan emosional,” ujar seorang juru bicara kepada surat kabar.

Follow Allie Conti di Twitter .

Tagged:
Budaya
Emosi
Depresi
Binatang
Hewan Peliharaan
buaya