The VICE Guide to Right Now

Anak Muda Berbagai Kota Tak Berhenti Tawuran, Judi, dan Balap Liar Walau Ada Corona

Tingkat ketidakpedulian warga pada pandemi corona cukup tinggi di banyak daerah. Mending kalau cuma nongkrong, dari Jakarta sampai Kendari ada yang tawuran dan balap liar mumpung jalan sepi.

oleh Ikhwan Hastanto
30 Maret 2020, 6:05am

Foto balap liar [kiri] dari arsip VICE Indonesia; screenshot tawuran pelajar dari akun YouTube MJ Qutub

Kayaknya besar banget masalah antara pemuda dua kampung di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, sampai-sampai mereka enggak bisa nahan diri untuk berhenti tawuran di tengah pandemi corona. Polisi tidak memberi peluang para pemuda itu mengisi waktu luang dengan bacok-bacokan. Tujuh pemuda yang terlibat tawuran langsung digiring ke kantor polisi.

“Kami menangkap tujuh pelaku tawuran bersama barang bukti satu buah balok kayu, dua buah pedang panjang, dan satu buah stik golf," kata Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto dilansir Detik. Ketujuh lelaki itu dilaporkan berusia 18-35 tahun dan diduga berasal dari RT 09 dan RW 01.

Akibat tawuran ini, tiga mobil mengalami kerusakan di bagian kaca. Merespons ini, Supriyanto berniat menambah lebih banyak petugas di titik yang kerap menjadi lokasi tawuran. Katanya, tawuran pelajar ini emang sering terjadi di wilayah perbatasan antara Kota Bambu Utara dan Kota Bambu Selatan, Palmerah. Polisi udah sering berjaga di sana, namun para pemuda ini emang kerap mencuri peluang untuk tetap tawuran. Hadeh, ini sih hobi namanya.

"Ketua RW menolak mendata anak-anak itu sehingga kami sulit untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak yang kerap tawuran," kata Supriyanto kepada CNN Indonesia. Sampai sini kita boleh dong curiga kalau ketua RW-nya kepingin menjaga tradisi tawuran.

Kegiatan berkerumun lain di Indonesia yang sulit sekali dibendung hasratnya adalah resepsi pernikahan. Meski udah bolak-balik pemerintah kita mengimbau untuk menunda resepsi, ternyata pesan tersebut enggak sampai ke seluruh elemen masyarakat.

Di Banyumas, tersebar video polisi marah-marah di sebuah pesta pernikahan karena ngotot menyelenggarakan hajatan. Yang empunya acara terlihat diam dan cuma angguk-angguk doang saat dimarah-marahi polisi.

Pindah ke Senayan, Jakarta, pernikahan pesohor Rica Andriani tetap dilaksanakan pada 21 Maret kemarin dengan mengundang "beberapa" kerabat dekat. Rica mengunggah beberapa kegiatan resepsi di akun Instagram pribadinya, termasuk prosesi pedang pora karena yang dinikahinya adalah seorang polisi bernama Fahrul Sudiana. Tentu saja, tidak ada insiden polisi marah-marah di acara ini.



Di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, malah warganya terang-terang nyuekin imbauan gubernur Bali untuk membatasi kegiatan keramaian karena masih saja menggelar sabung ayam, atau mereka sering menyebutnya dengan istilah tajen.

Banyak arena tajen tetap beroperasi dan masih banyak juga yang nonton. Radar Bali memantau arena tajen di Kabupaten Buleleng tersebar di Kecamatan Bileleng, Tejakula, Gerokgak, Busungbiu, dan Sukasada tanpa ada petugas kepolisian sama sekali.

Saat dikonfrontasi, polisi bilang tajen udah dibubarin semuanya. "Sudah tiarap semuanya tajen di Buleleng. Enggak ada lagi yang main. Itu [di Kresek, Kecamatan Buleleng] sudah kami bubarkan, sekitar pukul 12.30 siang. [Mengenai tajen di kecamatan lain] Saya belum ada laporan. Saya tidak berani komentar biar pimpinan nanti yang menjawab," jawab Iptu Sumarjaya kepada Radar Bali.

Kalau ada kegiatan kerumunan yang diuntungkan karena corona, tentu saja balap liar. Jalanan yang sepi akibat aktivitas masyarakat yang berpindah ke rumah masing-masing merupakan kesempatan yang tidak bisa disia-siakan sekumpulan pemuda yang bermimpi jadi Valentino Rossi.

Di Kendari, polisi membubarkan aksi balapan liar pada Minggu (29/3) dini hari di Jalan Abdullah Silondae, Made Sabara, Malik Raya, Supu Yusuf, dan Bypass Kota Kendari. Dari razia ini, polisi menyita tujuh unit motor beserta pengendaranya dan diamankan di Polsek Mandoga.

Pindah ke Samarinda dan Bali lagi, polisi juga mengamankan puluhan remaja hobi balapan yang tidak peduli atas imbauan tetap di rumah. Ada 43 motor yang disita petugas Satlantas Polresta Samarinda dan baru akan dikembalikan setelah wabah corona selesai. Sedangkan di Bali, polisi mengamankan 33 remaja yang terlibat balapan liar di Ubung, Denpasar.

Valentino Rossi jika bisa membaca kabar ini kemungkinan besar ikut menangis.

Tagged:
indonesia
Berita
Balap Liar
Tawuran
Kebodohan Remaja
Virus Corona
Pandemi Corona