Iklan
Makanan Ekstrem

Tertarik Menjajal Keju dari Bakteri Kulit Manusia? Sudah Ada yang Bikin Lho

Kalau penasaran pengin mencicipi rasa keju terbuat dari kulit manusia, datang saja ke museum di London.

oleh Bettina Makalintal
22 Mei 2019, 4:58am

Foto oleh Manny Rodriguez via Getty Images; screenshot via MUNCHIES 

Para arkeolog telah membuktikan fermentasi sudah ada sejak 9.200 tahun lalu, tapi banyak yang tak memercayainya. Proses ini melibatkan mikroba, sehingga hasil fermentasi cenderung berbau tak sedap dan terlihat menjijikkan. Meskipun demikian, tak sedikit orang menyukai makanan dan minuman fermentasi yang mengandung bakteri. Misalnya saja seperti daging sapi ‘dry-aged’ yang biasa tersedia di restoran bintang lima, sampai keju berbahan susu mentah.

Saat ini, Museum Victoria & Albert di London sedang menggelar “pameran gila” bertajuk “ FOOD: Bigger than the Plate”. Beberapa barang pameran berupa toilet dari kotoran sapi, botol minuman yang bisa dimakan, dan “keju manusia”.

Kombucha atau keju washed-rind yang sering ditemukan sama sekali tidak ada apa-apanya. Langsung kalah kalau harus melawan benda-benda menjijikkan itu. Contohnya “keju manusia”. Keju ini terbuat dari bakteri yang ada di dalam tubuh manusia. Menariknya, bakteri itu bukan mikroba biasa, karena berasal dari tubuh selebritas.

Kebanyakan kejunya dibuat menggunakan biakan starter, bakteri pengental susu, dan starter itu seringkali sudah satu paket. Akan tetapi, lima “keju manusia” yang dipamerkan di V&A menggunakan bakteri selebritas favorit, mulai dari pembuat kue dan penulis bidang kuliner Ruby Tandoh, koki Heston Blumenthal, sampai anggota Blur Alex James yang merupakan pembuat keju. (Rapper Inggris Professor Green dan Suggs, anggota band ska Madness, juga berpartisipasi dalam pembuatan “keju manusia”.) Kelihatannya “seperti berswafoto dengan selebritas tapi dalam bentuk keju,” bunyi postingan blog V&A.

Alasan museum mengadakan pameran ini yaitu untuk menantang “rasa jijik” pengunjung dan mengajak mereka “lebih mengapresiasi dunia mikroba.” Menurut Guardian, sampel Blumenthal diambil dari “selangkangannya.”

Kalian mungkin mengira ini pertama kalinya “keju manusia” diciptakan, padahal jenis keju ini sudah pernah ada beberapa tahun lalu. Versi V&A sebenarnya terinspirasi dari proyek “ Selfmade” pada 2013, yang mana bakterinya diambil dari pusar Michael Pollan dan air mata seniman Olafur Eliasson. Penulis Motherboard juga pernah membuat yogurt dari bakteri vaginanya. Setelah itu, dia memakannya. Serius.

Sayang sekali, keju V&A tidak untuk dimakan. “Keju manusia” ini hanya untuk dipajang selama pameran.

Tapi, tunggu deh. Kalau dipikir-pikir lagi, bakteri manusia memang berperan dalam pembuatan keju selama ini. Kenapa? Soalnya, para pembuat keju terbiasa mencelupkan tangan berkeringatnya ke dalam tong berisi keju cair.

Iyuhhhh...

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES