Kerusakan Lingkungan

Delapan Tahun Merekam Kehancuran Citarum, Sungai 'Paling Kotor Sedunia'

Aliran sungai terpanjang Jawa Barat ini rusak akibat industrialisasi, bikin Presiden Jokowi pusing. Seorang fotografer merekam berbagai bukti pencemaran itu sewindu terakhir.

oleh Iqbal Kusumadirezza
13 Juli 2019, 4:00am

Semua foto oleh Iqbal Kusumadirezza. Foto atas adalah ruas Sungai Citarum di Batujajar, Bandung yang penuh sampah, difoto pada 2019.

Indonesia memiliki banyak sekali sungai, tapi saat ini tak ada yang punya reputasi buruk melebihi Citarum. Bahkan reputasi sangar itu kesohor hingga skala internasional, ketika berbagai media asing menjuluki urat nadi Provinsi Jawa Barat itu sebagai salah satu "sungai paling kotor sedunia."

Dengan panjang aliran 286 kilometer, dari mata air Gunung Wayang di selatan Kota Bandung hingga bermuara ke Laut Jawa, tak ada sungai Jabar lainnya bisa menyaingi skala Citarum. Sebelum reputasi buruknya mengemuka, Citarum dianggap berkah. Penduduk Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan tentu saja Bandung dulunya menggantungkan hidup pada sungai ini. Kawasan pertanian seluas 420 ribu hektar juga ditopang Citarum. Seiring industrialisasi kota-kota tersebut, Citarum yang pertama jadi tumbal.

Khususnya akibat pertumbuhan pabrik tekstil di bantaran Sungai Citarum, terutama wilayah Rancaekek, Majalaya, Dayeuhkolot, dan Batujajar yang amat pesat sejak akhir 1980-an. Limbah cair berbahaya buangan pabrik-pabrik memenuhi sungai Citarum. Dekat hulu Citarum saja berdiri 300 pabrik, dan hanya sekitar 20 persennya yang mengolah limbah secara layak melalui sistem instalasi pengelolaan.

Bisa dibilang Citarum merupakan potret nyata parahnya pengelolaan air permukaan di Indonesia. Berdasarkan data Greenpeace Indonesia dan Walhi Jawa Barat pada 2012, air yang mengaliri Citarum mengandung berbagai zat kimia beracun seperti Merkuri (Hg) Timbal (Pb), Kromium (Cr),Seng (Zn), Tembaga (Cu) dan Sulfat (So4). Semua itu jelas membahayakan mahluk hidup.

Iqbal Kusumadirezza adalah fotografer lepas asal Bandung yang delapan tahun terakhir aktif mengabadikan berbagai kerusakan Citarum. Proyek pribadi ini dia jalankan karena rasa kecewanya melihat Citarum berubah menjadi aliran air beracun. Iqbal secara spesifik merekam berbagai kerusakan dan pencemaran yang terjadi di ruas sungai Kecamatan Majalaya, Rancaekek, Dayeuhkolot, Baleendah, serta Batujajar

Kawasan di Bandung Selatan ini dia pilih, lantaran menjadi tonggak berdirinya Industri tekstil di Jawa Barat, sekaligus menandai awal mula berbagai pencemaran terhadap Citarum.

1562312344617-limbah-2016-01
Limbah Pembuangan IPAL yang mengalir ke sungai cikijing (anak sungai Citarum) di daerah Rancaekek. Difoto pada 2016.

Industri tekstil pertama kali berdiri di Majalaya sejak akhir 1970'an. Berkat pabrik, kawasan itu mulai berjuluk “Kota Dollar", akibat banyaknya pesanan kain dan benang dari sejumlah merek-merek pakaian terkenal dunia. Mulai dari Yves Saint Laurent, GAP, The North Face, Wrangler, Pierre Cardin, Calvin Klein, dan banyak lagi lainnya. Peruntungan warga memang berubah, namun sejak itu pula Majalaya penyumbang terbesar polusi air hingga udara bagi kawasan aliran sungai Citarum.

Sekitar 80 persen pabrik tekstil kawasan Majalaya berada di bantaran sungai citarum atau anak sungainya. Mayoritas masih membuang limbah langsung ke sungai. Akibat berbagai zat kimia yang mencemari sumur-sumur dan areal persawahan, penduduk kecamatan Majalaya yang bermukim dekat pabrik tekstil tersebut menderita gatal hingga radang paru-paru.

Saking buruknya kondisi Citarum, pemerintah pusat terpaksa turun tangan sejak 2018. Kemenko Kemaritiman diminta aktif membantu Pemprov Jabar yang telah membentuk Satuan Tugas untuk memulihkan sungai tersebut. Jokowi berjanji, Citarum bisa bersih kembali dalam tujuh tahun. Setahun setelah ikrar itu, presiden sempat memamerkan ruas Citarum yang diklaim sudah harum. Namun, dari pantauan Iqbal, kondisi di Majalaya dan sekitarnya masih sama belaka.

Delapan tahun kerusakan itu telah direkam olehnya, dan bisa kalian simak deretan fotonya di bawah. Iqbal kini ganti berikrar memantau situasi hingga tenggat yang dipatok presiden terlewati.

1561962019624-limbah-2011-10
Sampah di tepian sungai Citarum kawasan Dayeuhkolot. Difoto pada 2011.
1562313068576-limbah-2012-34
Aliran sungai Sungai Cikapundung (anak sungai Citarum) di daerah Tamansari, Bandung. Difoto pada 2013
1562312261788-limbah-2012-22
Mengayuh sampan melewati sampah yang menutupi aliran sungai Citarum di Curug Jonpong, Kutawaringin. Difoto pada 2012
1562312293888-limbah-2017-14
Cerobong asap di aliran sungai Citarum daerah Nanjung, Bandung. Difoto pada 2017
1562312514880-limbah-2012-30
Perahu warga melintasi sungai yang seakan 'terbelah' limbah di Batujajar. Difoto pada 2015
1562312597608-limbah-2016-21
Bocah-bocah asyik bermain di Cikijing, anak Sungai Citarum. Difoto pada 2016