Iklan
Lebaran

Mixtape (Nyentrik) Buat Lebaran ala Vice Indonesia

Karena hari kemenangan tak ada salahnya dihiasi kumpulan lagu-lagu sekuler nyeleneh yang justru membuat kalian merenung.

oleh Abdul Manan Rasudi
25 Juni 2017, 4:10am

Saat membaca judul artikel ini, barangkali pertanyaan ini melintas di kepala kamu: siapa juga yang butuh mixtape di hari kemenangan? Udah gitu lagu-lagunya nyeleneh lagi.

Benar banget, mixtape hampir enggak ada gunanya sama sekali selama lebaran. Siapa juga yang butuh mixtape kalau semua panca indera kita hampir kewalahan kebanjiran input: lidah kita nih, misalnya, sedang sibuk-sibuknya menjajal opor dan kue nastar dari satu rumah ke rumah lain. Mata kita, meski sudah bosan, kemungkinan besar lagi nonton salah satu film Warkop DKI. Yang bekerja paling berat tentu saja kuping kita. Bagian tubuh yang satu ini harus menampung curhatan, anjuran, hingga pertanyaan usil yang dilemparkan anggota keluarga besar—meski beberapa di antaranya cuma kita temui tiap lebaran doang.

Tapi, apa iya mixtape se-useless itu di hari lebaran? Pikir lagi deh.

Lebaran kan enggak cuma tentang opor, nastar, baju baru dan temu keluarga tahunan doang. Meski idealnya jadi Hari Kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, lebaran kadang berubah jadi momok tersendiri.

Akui saja deh, kalau selama lebaran kita kehilangan personal space lantaran terlalu sering berbagi kamar dengan saudara di rumah kakek atau nenek. Belum lagi, lebaran—dan liburan menyertainya—biasa banget jadi ajang investigasi keluarga dan kita—yup kita muslim milenial ini—adalah sasaran yang paling empuk dalam proses ini.

Alhasil, selama lebaran kita harus tebal muka menjawab—atau tidak menjawab—pertanyaan yang nyebelin macam "Dek, kamu kapan mau kerja kantoran, mosok freelance terus?", atau "Ada rumah murah di deket rumah Pakde, lumayan lho daripada duitmu abis borong vinyl terus?" atau yang tipikal? "Pacarmu kapan dikenalkan ke keluarga? Ayo dibawa ke rumah mumpung kelurga ngumpul semua."

Sebel kan? Tapi apa mau dikata begitulah lebaran. Masak kita mau bikin petisi online meminta agar kaum milenial dibebaskan dari cecaran pertanyaan di atas? Bisa sih. Tapi kayaknya enggak pas. Kita boleh jadi mahir internet. Orang tua kita? Belum tentu.

Nah, solusi yang lebih realistis, menurut saya, adalah bikin mixtape. Emang sih, mixtape ga mungkin bikin orang tua kita berhenti bertanya-tanya soal masa depan. Kalian juga engga bisa ngarep mixtape bikin orang sadar kalau kita butuh personal space.

Mixtape enggak bekerja seperti itu. Yang bisa dilakukan mixtape adalah menemani kita di sisi-sisi gelap lebaran. Mixtape menguatkan kita di hadapan berondongan pertanyaan absurd keluarga kita tentang kuliah, karir, atau bahkan asmara. Pendek kata, mixtape memastikan kita mengalami lebaran seperti semestinya, sebagai hari kemenangan akbar. Azek!

Belum sempat bikin? Tenang, saya sudah bikinkan untuk kalian semua. Yang kalian perlu lakukan adalah menaruh di gawai kalian dan memainkannya di saat yang tepat.

Akhirul kalam, selamat menikmati lebaran dan liburan tahun ini.

Meja - It's All About The Money

Harus diakui, lebaran adalah saat ketika semua orang menghamburkan uang. Pertama, jauh sebelum lebaran, kita sudah dipusingkan tentang dana yang kita sisihkan untuk hari raya. Entah itu untuk tiket mudik, oleh-oleh untuk saudara, baju lebaran sampai dana traktir kembang api keponakan di kampung. Kedua, kalaupun kita dapat THR dari kantor, umurnya hampir sesingkat lagu-lagu Napalm Death. Istilahnya, THR mah cuma berumah di rekening kita dalam hitungan hari selebihnya dia berubah jadi uang jajan keponakan-keponakan kita.

THR untuk jalan-jalan atau beli gawai baru? Ngarep. Yang ada adalah ketika pasrah melihat uang berterbangan dari kantong kita, serupa seperti yang dinyanyikan Meja.

"It's all 'bout the money/It's all 'bout the dum dum......./And I don't think It's funny
to see us fade away."

Morfem - Jalan Darat

Tahun ini, mudik bareng keluarga lewat Jalan Darat? Kalau iya, ini lagu yang pas buat kalian. Iya sih, ini lagu aslinya tentang tur Morfem awal tahun 2012, bukan tentang mudik. Namun, tur darat atau mudik lewat jalan darat bukannya sangat mirip ya? Selama mudik dengan—katakanlah—mobil keluarga, kalian harus rela kehilangan personal space karena harus berdesak-desakan dalam mobil. Udah gitu, kalian bisa ribut lantaran hal-hal sepele macam pilihan playlist selama di jalan. Dalam skala yang lebih besar, musisi adalah hal yang sama. Mereka iklas berbagi tempat tidur di van sempit selama tur dan kerap terlibat friksi dengan anggota band lainnya.

Tapi, kalau kamu bisa berkompromi dengan hal-hal sepele ini, jalan darat bisa bikin nagih seperti yang diakui Jimmy

"jalan jalan anti boring uu woo oo/kita kan kembali lagi uu woo oo"

A Tribe Called Quest - Ham 'N' Eggs

Ada sebuah pemeo: lebaran boleh, lebar-an jangan. Cuman gitu deh, ngomong doang emang lebih mudah daripada menjalaninya. Selama lebaran, peluang membuat badan melebar terbuka luas. Opor dan santapan berbahan dasar santan bertebaran. Sungkan rasanya menolak tawaran untuk makan di tempat saudara selama lebaran.

Masalahnya tubuhku = otoritasku. Kita adalah yang apa yang kita santap. Kalau kamu berkukuh menjaga asupan kolesterol dan keukueh manjauhi opor selama lebaran, langsung bilang saja. Kalau ayah, ibu atau saudaramu ngotot, setel lagu ini dan kencangkan di bagian ini.

I don't eat no ham n' eggs, cuz they're high in cholesterol
A yo, Phife do you eat em? (Nah, Tip do you eat em?)
Uh uh, not at all (Come again, y'all)
I don't eat no ham n' eggs, cuz they're high in cholesterol
Jarobi, do you eat em? (Nope, Shah, do you eat em?)
Nope, not at all
I don't eat no ham n' eggs, cuz they're high in cholesterol

NB: kalau ortu atau keluarga kamu rese bilang "Kok kamu malah nurut omongan bule?", katakan kalau Qtip—pentolan grup jazz-rap legendaris ini—adalah seorang muslim. Selesai perkara.

Saves The Day - Freakish

Well here I am. I don't know how to say this.
The only thing I know is awkward silence.
Your eyelids close when you're around me to shut me out.

Gimana liriknya mirip kan dengan perasaan kamu ketika mau diberondong pertanyaan macam "kamu itu lulusnya kapan?" di hadapan keluargamu pas lebaran dan kamu cuma bisa cengok?

Porcupine Tree - Don't Hate Me

Momen yang berpeluang jadi menyebalkan selama lebaran adalah ketika kerabat kita—entah dekat atau jauh—mulai memamerkan CV atau perjalanan karir mereka. Ya gapapa sih, namanya juga lebaran. Wayahnya semua anggota keluarga memberikan update tentang progres hidup masing-masing.

Masalahnya baru muncul kalau orang terdekat kita mulai membanding-bandingkan. "Nah, contoh tuh Mas Anu, sekolah sampai ke Zurich, kamu toh ya cepet lulus terus cari beasiswa," bisa saja ayah kalian tiba-tiba ngomong gini.

Dalam situasi seperti ini, kalian bisa pilih salah satu dari opsi berikut: 1) mengeras dengan bilang "Ayah, hidup saya mah atuh kumaha saja atuh." atau 2) memelas tapi lakukanlah seelegan seperti yang diajarkan modern prog-rock prince, Steven Wilson, dalam lagu ini

Don't hate me
I'm not special like you
I'm tired and I'm so alone
Don't fight me
I know you'll never care

Paling-paling, setelah itu ortumu luluh dan bilang "heish, Jangan gitu, kamu ya anak ayah paling pinter kok!"

Julian Cope - World, Shut Your Mouth

Kalau kamu rebel banget nih anaknya, atau emang sudah lelah dibanding-bandingkan saat kumpul keluarga Lebaran, kamu tentu saja boleh menerapkan taktik fight fire with fire.

Caranya? Gampang, kutip dua larik refrain lagu ini dan katakan dengan lantang pada siapapun yang menurut kalian "berisik"

World shut your mouth, shut your mouth
Put your head back in the clouds and shut your mouth.

Hanya saja, kalau ini jalan yang kamu ambil, saya berdoa semoga kamu diberi kekuatan oleh Allah SWT menghadapi kemarahan keluarga.

Amin.

Tagged:
indonesia
mixtape
Musik
Julian Cope
Idul Fitri
Morfem
Kumpul Keluarga