Wawancara

BTS Adalah Anomali Sekaligus Masa Depan K-Pop

Lirik mayoritas K-pop cenderung ‘aman’, sementara BTS justru membahas pelecehan online, bunuh diri, dan kritik terhadap kekerasan polisi. Inilah wawancara kami bersama punggawa BTS.

oleh Diyana Noory
07 Juni 2017, 9:22am

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Band K-pop BTS tidak hanya menjadi simbol globalisasi musik dunia, tapi juga bagaimana internet bisa mempengaruhi kesuksesan sebuah band pop dalam skala besar. Bulan lalu mereka menjadi band K-pop pertama yang memenangkan Billboard Music Award, mematahkan rekor enam-tahun Justin Bieber dalam kategori Top Social Artist. BTS layak mendapatkan penghargaan ini mengingat mereka memuncaki Billboard Social 50 selama 31 minggu di tahun lalu dan penggemar mereka men-tweet tagar #BTSBBMAs lebih dari 320 juta kali.

Sejak tampil di BBMA, nama BTS menjadi bahan pembicaraan berbagai media besar. Berisikan Jeon Jungkook, Jung "J-Hope" Hoseok, Kim "Jin" Seokjin, Kim "Rap Monster" Namjoon, Kim "V" Taehyung, Min "Suga" Yoongi dan Park Jimin, bila diterjemahkan, BTS berarti kurang lebih Kelompok Pramuka Anti Peluru. Tidak jauh berbeda dengan banyak grup K-pop lainnya, kelompok penggemar mereka—disebut A.R.M.Y—merupakan alasan besar dibalik kepopuleran BTS. Aksi promosi penggemar merekalah yang membuat BTS memenangkan penghargaan Top Social Artist, dan bahkan menyebabkan mereka diundang untuk menghadiri BBMA. Petisi para penggemar ditandatangani lebih dari 100.000 orang. Akhirnya melalui pengumuan resmi di Twitter, permintaan mereka pun dipenuhi. Kesuksesan album Wings di chart Billboard dan penghargaan BBMA yang diterima BTS merupakan pertanda kesuksesan grup asal Korea ini.

Banyak yang berusaha membandingkan BTS dengan boyband dari negara Barat, tapi jujur, tidak ada yang pas. BTS adalah fenomena baru. Kesuksesan mereka tidak hanya memecahkan rekor baru, tapi juga stereotip tentang band Asia Timur di AS. Mereka juga menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa dicapai tanpa harus mengikuti standar pop star Anglo-Saxon. Biarpun sikap etnosentris yang dimiliki banyak pencinta musik Barat membuat mereka kerap menyimpulkan pop star K-pop sebagai "Cowok-cowok Asia cantik yang kebanyakan pake make-up dan masker wajah", penampilan BTS di BBMA mengekspos banyak penonton terhadap wajah-wajah baru. Lagu BTS "Not Today" berhasil mengalahkan Harry Styles dan Niall Horan sukses memuncaki tangga lagu Billboard Twitter Top Tracks selama tiga minggu berturut-turut. BTS pernah memiliki 43 hit di chart World Digital Song Sales dan empat di antaranya pernah menjadi #1, setara dengan pencapaian PSY. Mereka juga satu-satunya band K-pop yang memiliki album dalam top 40 album dalam daftar Billboard 200. Saat ini, BTS sedang sibuk menjalankan tur Live Trilogy Episode III: The Wings Tour di Jepang—tiket rangkaian konser mereka di AS habis terjual dalam hitungan menit.

K-pop merupakan industri ketat yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti YG dan SM Entertainment, tapi BTS justru datang dari label rekaman independen dan management yang lebih kecil bernama BigHit Entertainment. Mereka merubah wajah industri K-pop dengan pendekatan mereka yang lebih pribadi dan tidak konvensional. BTS mulai terbentuk ketika produser Pdogg ditemukan oleh Bang Si Hyuk (dikenal sebagai "Hitman" Bang), CEO dan Produser Eksekutif BigHit. Nantinya sang produser juga bertemu Rap Monster lewat Sleepy ketika dia masih terlibat di kancah musik underground. Suga dan J-Hope bergabung via audisi. Anggota lainnya masuk belakangan. BigHit juga fasih menggunakan media sosial dan berkomunikasi dengan penggemar melalui logs, video BANGTAN BOMN, Twitter, serta Instagram.

BTS juga tidak harus menyesuaikan musik mereka dengan kuping pencinta musik Barat untuk bisa sukses disana. "Saya tidak setuju bagaimana banyak band K-pop merilis lagu berbahasa Inggris untuk pasar AS," kata Bang saat diwawancarai Majalah Billboard. Lagu-lagu populer BTS memang banyak memiliki judul dalam bahasa Inggris, tapi hampir semua lirik mereka mengalir dengan mulus dalam bahasa Korea. Rap Monster belajar bahasa Inggris dengan cara menonton serial TV Friends dan bertanggung jawab melakukan wawancara dan pidato penerimaan di BBMA (yang ditutup dengan beberapa frase Korea), diiringi teriakan histeris penggemar. Biarpun acara penghargaan musik Amerika kerap dilihat sebagai barometer kesuksesan internasional, BTS tetap setia terhadap akar mereka sebagai orang Korea. Ini bukan berarti berderet penghargaan yang mereka terima di luar AS tidak berarti, tapi justru menunjukkan bahwa untuk bisa bersaing dalam chart musik negara Barat, lirik dalam bahasa Inggris tidak lagi menjadi keharusan.

Akar musik BTS pada dasarnya adalah hip hop, dan lirik mereka cenderung membahas pergumulan generasi muda menghadapi hidup sehari-hari. Setiap anggota terlibat dalam penulisan lagu, komposisi, dan produksi. Album terakhir mereka Wings (dirilis ulang dengan judul You Never Walk Alone) jmenampilkan lagu-lagu solo memamerkan gaya musik individu setiap anggota. Rap Monster dipengaruhi oleh Nas dan Drake sementara Suga menggemari Kendrick Lamar dan vokal Jungkook dipengaruhi oleh Charlie Puth dan Justin Bieber. Lagu "N.O" mengkritik kultur edukasi kompetitif di Korea dan "Blood, Sweat, Tears" mengilustrasikan rasa cinta yang adiktif. Dalam lagu "Change", Rap Monster membahas pelecehan online, hirarki Korea Selatan yang kaku, angka bunuh diri yang tinggi dan kritik terhadap kebrutalan polisi dan pemerintah AS. Lewat mixtape Agust D, Suga secara terbuka membahas pergumulannya melawan rasa cemas dan depresi. "Kami berusaha jujur dan ini membantu kami menjadi lebih fleksibel dalam perihal menyensor musik. Biarkan musik berbicara sendiri dan kami yakin orang bisa berempati dengan musik kami apabila kami terus bersikap jujur dalam menulis lirik," kata personel BTS. Kebanyakan lirik band K-pop cenderung 'aman' karena nilai masyarakat Korea Selatan yang cenderung konservatif, tapi lagu-lagu BTS justru membahas pengembangan diri seiring mereka berusaha menjadi dirinya sendiri dalam bermusik.

Berikut petikan wawancara kami bersama para personel BTS:

NOISEY: Selamat ya udah menang Top Social Artist. Gimana rasanya dapet banyak perhatian semenjak menghadiri BBMA?
Rap Monster: Kami memperoleh 320 juta vote, itu luar biasa. Kami sangat bersyukur atas semua perhatian yang kami dapat sejak BBMA dan berusaha meyakinkan diri bahwa semua ini nyata! Rasanya enak sekali mendapat perhatian dunia, dan kami merasa terhormat telah dinominasikan dan bahkan membawa pulang penghargaan.

Pas di BBMA, paling semangat ketemu siapa?
BTS: Drake dan John Legend. Tapi jujur, hampir semua orang di atas panggung dan di deretan tempat duduk masuk dalam daftar orang ingin kami temui.

Suga, di "Agust D" kamu memprediksi akan masuk Billboard, terus kejadian. Apa prediksi berikutnya untuk BTS?
Suga: Kami akan manggung di acara Billboard.

Popularitas K-pop sudah mengglobal. Apa pelajaran yang kamu dapat ketika mengunjungi negara lain dan berinteraksi dengan fans internasional?
Rap Monster: Sangat penting untuk mempelajari bahasa dari negara tujuan, dan kamu harus selalu jujur ketika berinteraksi.

Di lagu "Spring Day", kamu sempat bercerita tentang pemulihan diri menggunakan metafora musim. Sebenarnya kalian sedang memulihkan diri dari apa?
V: Saya menyesal telah melewatkan kesempatan untuk belajar tentang banyak hal, tapi saya harus maju terus.
Jimin: Saya sedang move on dari kekecewaan pribadi atas musik saya sendiri.
Rap Monster: Saya sedang move on dari kekecewaan pribadi juga.

Apa tujuan kalian bermusik?
Jungkook: Saya ingin menulis dan menyanyikan lagu sendiri.
Jin: Agar orang mendengarkan musik BTS tanpa prasangka
Jimin: Saya ingin memiliki suara yang bagus.

Adakah ritual khusus ketika kalian menulis musik?
J-Hope: Saya biasanya mendengarkan musik yang keren ketika mengkomposisi musik.
Rap Monster: Saya selalu menyalakan lampu neon di studio saya, 'Monstudio'
V: Saya menonton satu film sampai habis.
Suga: Saya menulis kalau mood lagi pas.

Video klip kalian memasukkan banyak koreografi penuh gaya, metafora dan plot simbolik yang filmis. Kira-kira proyek MV berikutnya akan terinspirasi film apa?
J-Hope: Twenty Thousand Leagues Under The Sea.
Rap Monster: film A Silent Voice.
Suga: Get Out.

Apa pengalaman paling seru selama tur ke Amerika Serikat?
BTS: Bertemu banyak orang baru dan mengunjungi tempat-tempat menarik kayak musem dan taman. Dan tentunya makan steak yang lezat.

Apa target kalian hingga 2018?
BTS: Manggung di Billboard dan konser yang lebih besar di banyak negara.

Kalian punya hubungan yang spesial dengan penggemar. Apa pesan kalian buat mereka?
BTS: Kehormatan yang kami terima di BBMA adalah 100 persen hasil jerih payah kalian. Kami akan membuat kalian bangga, sama seperti kalian membuat kami bangga selama 4 tahun terakhir. Sayangi diri sendiri!

Diyana Noory adalah jurnalis lepas di Ontario. Follow dia di Twitter.