Iklan
Twitter

Twitter Resmi Melarang Bocah di Bawah 13 Tahun Bikin Akun

Dampaknya, Twitter mengakui memblokir beberapa akun. Alasannya karena mereka tidak bisa membedakan mana pengguna yang masih atau sudah lewat 13 tahun.

oleh Jordan Pearson
31 Mei 2018, 8:00am

Image: Shutterstock

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Sejak disahkannya UU Privasi Uni Eropa—biasa disebut General Data Protection Regulation atau GDPR—pekan lalu, banyak orang yang mengeluh akun Twitter mereka terhapus karena Twitter mengira mereka masih 13 tahun. Padahal sebenarnya data Twitter yang keliru.

Menurut juru bicara manajemen Twitter, pihaknya memblokir pengguna yang tanggal lahirnya—baik yang diberikan saat maupun setelah mendaftar—menandakan kalau usia mereka di bawah 13 tahun ketika membuat akun di medsos mikroblogging tersebut.

Misalnya, Twitter menghapus akun jurnalis Kanada Tom Yun, yang usianya sudah lebih dari 13 tahun. Menurut screenshot yang Yun bagikan di akun Twitter barunya, Twitter memberitahunya kalau “pengguna harus berusia 13 tahun untuk membuat akun Twitter” dan “Anda tidak memenuhi persyaratan usia.” Twitter sudah lama mewajibkan penggunanya berusia di atas 13 tahun apabila ingin menggunakan Twitter. GDPR menetapkan batas usia minimum 13 tahun, tapi membebaskan negara mengatur batasannya sendiri.

Twitter membenarkan kalau dulu manajemen tidak mewajibkan penggunanya memasukan tanggal lahir, tapi ada pengguna yang menyertakannya saat mereka mendaftar. Apabila tanggal lahir yang diberikan menunjukkan kalau mereka belum 13 tahun, maka Twitter akan meminta persetujuan orang tua mereka menggunakan platform tersebut. Mereka mengakui punya sistem seperti itu. Tentu saja banyak pengguna yang baru memberikan tanggal lahirnya setelah akun dibuat.

Karena itu, Twitter tidak bisa membiarkan akun yang dianggap di bawah batasan umur. Selain itu, mereka juga tidak bisa membedakan konten yang dibuat pengguna sebelum dan sesudah mereka 13 tahun.

Menurut Twitter, jejaring sosial tersebut memilih untuk menghapus semua akun yang tanggal lahirnya menandakan kalau mereka belum berusia 13 saat mendaftar. Walaupun begitu, pengguna yang akunnya terhapus, seperti Tom Yun, masih bisa membuat akun baru. Twitter sedang berupaya mencari solusi jangka panjang bagi pengguna yang dirugikan akibat pemblokiran sepihak ini.

Kecerobohan Twitter menangani pembedaan usia pengguna, sama kacaunya dengan perusahaan teknologi lain ketika berupaya mematuhi regulasi data. Dalam beberapa kasus, banyak perusahaan IT memilih sekalian memutus layanan untuk seluruh wilayah.

Pemblokiran ini memang menunjukkan kalau Twitter akhirnya menerapkan peraturan batasan umurnya yang diabaikan, tapi caranya salah. Kondisi diperparah karena mereka asal blokir akun jurnalis, yang sering menggunakan akunnya untuk menyebarkan berita dan informasi ke publik.