Sejarah Aksi Protes

Ada Sejarah Panjang di Balik Tradisi Melempar Telur ke Politikus (Busuk), Ini Ringkasannya

'Egg Boy', julukan remaja Australia yang populer karena melempar telur ke senator rasis pembenci muslim, sekadar mengikuti tradisi lama di berbagai negara.

oleh Jelisa Castrodale
21 Maret 2019, 10:07am

Screengrab via YouTube

Tak banyak orang di dunia kenal Fraser Anning, politikus sayap kanan dari Australia, sampai dia angkat bicara pekan lalu. Kebanyakan dari kita sebelumnya tidak tahu-menahu kalau Anning sangat homofobik, xenofobik, dan Islamofobik.

Beberapa jam setelah teroris 28 tahun melakukan penembakan massal di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, Anning menganggap insiden menewaskan 50 jemaah masjid dan melukai lebih dari 20 orang ini sebagai kesalahan umat Muslim. "Pertumpahan darah yang terjadi di Selandia Baru hari ini sebenarnya disebabkan oleh program imigrasi yang mengizinkan Muslim fanatik bermigrasi ke Selandia Baru," katanya dalam sebuah pernyataan tertulis. "Muslim mungkin menjadi korban sekarang, tapi biasanya mereka adalah pelaku."

Komentarnya sontak dikecam dunia, jadi bukan hanya warga Australia dan Selandia Baru saja yang mengutuk Anning. Komentator politik John Oliver memanggilnya “manusia brengsek.”

Lalu, terjadilah momen luar biasa dalam konferensi pers Anning pada Sabtu pagi, sehari setelah insiden di Christchurch. Remaja 17 tahun secara berani melempar telur ke kepala senator tersebut. Anning kemudian meresponsnya dengan menjotos wajah remaja laki-laki itu sebanyak dua kali.

Hampir semua orang mendukung aksi nekat William “Egg Boy” Connelly, selain Anning sendiri atau Dean Cain. Perdana Menteri Australia Scott Morrison berujar bahwa Anning pantas “dihukum” atas sikapnya yang tidak etis. Bahkan ada yang sampai membuka donasi GoFundMe untuk membayar biaya hukum Connelly dan “membeli lebih banyak telur”.

Tiga ribu orang lebih ikut menggalangkan dana, dan donasinya sudah terkumpul sebesar 63.000 Dollar Australia (setara Rp889 juta). Connelly telah menyatakan "sebagian besar uangnya donasi itu" akan disumbangkan untuk keluarga korban penembakan masjid di Selandia Baru.

Egg Boy memang pahlawan baru bagi banyak manusia waras di Internet. Tapi dia bukan satu-satunya orang yang pernah melempar telur ke politikus. Kenapa sih kita suka melakukan itu? Alasannya mungkin karena telur mudah didapat dan harganya murah. Selain itu, telur dapat mengekspresikan amarah kita dan tidak menyebabkan kerugian serius.

Orang yang kena lempar telur paling cuma butuh mandi sebersih-bersihnya dan membawa pakaian kotor mereka ke laundry. Atau bisa juga aksi melempar telur yang tepat sasaran itu menunjukkan sikap kita yang bilang, "Elo tuh payah banget, tahu gak?" sejak akhir 1500-an.

The Guardian menyatakan penonton teater di masa kekuasaan Ratu Elizabeth suka melempar telur ke arah aktor yang aktingnya jelek. Praktik ini kemudian meluas menjadi cara untuk menghukum para tahanan dan politikus rese'. (Secara umum, konsep melempar makanan ke para pemimpin politik memiliki sejarah yang amat panjang. Insiden paling awal yang tercatat terjadi pada 63 M, ketika gubernur Romawi Vespasian dihantam lobak).

Dalam buku The Making of the English Working Class, E.P. Thompson menyinggung seorang napi pada abad ke-19 yang dilempari telur atas kejahatannya. "Sehari sebelumnya di tempat yang sama, lelaki yang bersumpah palsu dilempari telur busuk, dan hampir tercekik darah dan jeroan yang dibeli dari tukang jagal hewan. Ini terlempar ke wajahnya," tulis Thompson. (Itu berarti makanan yang dilempar sekarang sudah jauh lebih manusiawi.) Dalam novel Middlemarch karya George Eliot terbitan 1871, dia membuat calon anggota parlemennya, Mr. Brooke, “disambut telur” ketika sedang pidato.

Lebih dari 100 tahun sebelum insiden Fraser Anning, kakak-beradik Pat dan Bart Brosnan dari Australia melempar telur mereka sendiri ke arah Perdana Menteri Billy Hughes sebelum dia berpidato di stasiun kereta Warwick, Queensland. Salah satu telurnya mengenai topi Hughes, dan pendukungnya merespons dengan mengusir mereka dari stasiun.

Pat balik ke stasiun dan bersikeras kalau dia melempari Hughes dengan telur karena tidak setuju dengan program wajib militer. “Billy tua bangka yang baik,” kata Brosnan pada 1952. “Saya ingin bertemu dengannya, tapi tidak bisa. Saya melempar telur saat dia tiba di stasiun Warwick. Dia berjalan terus. Si ‘little digger’ mengkampanyekan wajib militer waktu itu. Dia mungkin ada benarnya, tapi saya tidak mau ikut wamil."


Tonton dokumenter VICE mendatangi kamp pelatihan milisi sipil Eropa yang latihan perang demi melawan "teroris":


Menurut The Conversation, terlepas apa alasan Brosnan, insiden lempar telur di Warwick selalu dikenang untuk beberapa alasan. Ini adalah serangan fisik langsung kepada Perdana Menteri, dan peristiwanya berujung pada pembentukan Commonwealth Police Force (yang sekarang dikenal sebagai Polisi Federal Australia) pada Desember 1917.

Berhubung staf MUNCHIES paling suka nulis artikel yang panjang dan detail, kami mengumpulkan beberapa aksi lempar telur high-profile untuk kesenangan kita bersama.

Pada April 2010, calon Perdana Menteri David Cameron—mantan politikus Konservatif— dilempari telur oleh siswa 16 tahun ketika dia meninggalkan Cornwall College. Saat itu, Cameron diikuti oleh wartawan Daily Mirror yang memakai kostum ayam, jadi dia membuat lelucon garing setelah kena lempar telur. “Sekarang saya tahu mana yang ada terlebih dulu—ayam bukan telurnya.” (Ha ha ha.) Siswa tersebut ditangkap, tetapi tidak dituntut.

"Hal-hal seperti ini terjadi dan mungkin merupakan ungkapan marah orang terhadap politikus pada saat itu,” ujar ketua Serikat Mahasiswa Cornwall College. “Banyak mahasiswa dan warga yang melihat mereka sebagai lelucon, dan tidak menanggapinya dengan serius.” Dan ternyata belum berubah juga sekarang.


Ed Miliband pernah diceplokin telur lebih dari sekali. Begitu juga dengan pemimpin Partai Kemerdekaan Britania Raya (UKIP) Nigel Farage. Pada 2014 (dua tahun sebelum pemungutan suara Brexit), seorang pengunjuk rasa melempari telur ke Farage karena kebijakan anti-imigran sayap kanannya. "Aksi lempar telur adalah bentuk protes politik di negara ini," kata lelaki bernama Fred kepada BBC. “Saya melihat mereka di luar balai kota kira-kira 10 menit lalu. Saya pergi ke Tesco dan beli telur." Videonya bisa kalian lihat di atas tuh.

Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, kena lempar telur saat mengunjungi Masjid Finsbury Park di London. Telurnya pecah di belakang kepala Corbyn. Sang pelempar bilang dia melakukannya karena tidak setuju dengan pendapat Corbyn yang anti-Brexit. "Kamu berhak mendapatkan apa yang kamu pilih," teriak John Murphy sambil melempar telur. Murphy telah didakwa atas penyerangan, dan dijadwalkan menghadiri pengadilan pada 19 Maret.

Salah satu aksi lempar telur paling ikonik yaitu yang terjadi pada mantan Wakil Perdana Menteri John Prescott. Dia diceplokin saat sedang berkampanye pada Mei 2001 di Wales Utara. Demonstran Craig Evans melempar dari jarak dekat, dan Prescott yang dulunya petinju amatir menoyor mukanya. Kedua laki-laki ini sempat adu jotos sebelum akhirnya dipisahkan oleh polisi.

“Waktu saya melewati laki-laki ini, dia melempariku telur. Saya tidak tahu kalau itu telur. Saya cuma merasakan ada yang hangat-hangat mengalir dari leherku. Saya kira ada orang yang menusuk atau menyerangku. Ini semua terjadi dalam hitungan detik, dan saya melihat orang berbadan besar. Saya balik badan dan bereaksi," kata Prescott dalam episode Top Gear pada 2011. "Ketika Tony [Blair] tanya apa yang terjadi, saya bilang kalau saya menjalankan suruhannya; dia meminta kami berinteraksi langsung dengan pemilih, dan saya melakukan itu."

Sementara di Eropa, mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl bukan sekali mengalami insiden lempar telur pada musim semi 1991. Selama kunjungan ke Halle pada pertengahan Mei, lebih dari 30 orang menyerangnya pakai telur, dan reaksinya mirip seperti John Prescott. Kohl “ditarik oleh pengawal dan diberi pembatas yang memisahkannya dari kerumunan.” Dia berusaha menarik beberapa orang ketika mereka meneriakinya “Dasar pembohong!” Perjalanannya “lancar,” katanya kemudian. “Beberapa pembuat onar tidak mewakili Halle."

Emmanuel Macron, mantan Menteri Ekonomi Prancis, dilempari telur pada Juni 2016. Saat itu, dia pergi ke kantor pos Paris untuk mengungkapkan cap peringatan. Lebih dari 100 pengunjuk rasa Partai Komunis sudah menunggunya di sana. Mereka membawa telur dan sayuran, dan wajahnya kena sekali sebelum masuk ke dalam kantor pos.

Politikus Amerika tak luput dari peristiwa ini—meskipun aksi lempar telurnya yang paling dahsyat kebanyakan terjadi di Amerika Serikat. Richard Nixon pernah diceplokin telur dalam tiga dekade di setidaknya tiga negara berbeda. Pada 1958, mantan wakil presiden tersebut pernah dihujani telur, batu, dan proyektil lain ketika iring-iringan mobilnya melewati Lima, Peru. “Mereka melempari telur ke arah mobil, bukan saya,” dia bersikeras. Ya, terserah apa katamu saja.

Nixon juga pernah dua kali dilempari telur di hari yang sama ketika mengunjungi Michigan pada 1960, saat mobilnya melaju di jalanan dalam kunjungannya ke Dublin pada Oktober 1970, dan setelah rally Partai Republik di San Jose, California pada bulan yang sama.

Saat perjalanan ke Republik Ceko pada Mei 2000, mantan Menteri Luar Negeri Madeleine Albright diserang oleh dua anarkis yang meneriakkan “Matilah imperialisme Amerika!” sebelum melempar dua telur ke arahnya. Juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa Albright—yang tidak kena telur—bergurau bangun terlalu pagi jadi tidak sempat sarapan. “Ini dia telur kita,” katanya.

Setahun kemudian, mantan presiden AS Bill Clinton yang keluar dari toko barang antik di Warsaw, Polandia, juga dilempari telur oleh pemberontak yang masih 19 tahun. Clinton melepas jaketnya yang bernoda dan mengabaikannya. Dia berujar, “Tidak ada salahnya kalau ada anak muda yang marah karena sesuatu.”

Salah satu aksi lempar telur paling hebat terjadi di Curitibia, Brasil pada musim panas 2017. Kerumunan marah berkumpul di luar gereja supaya mereka bisa melempari anggota pemerintah di HARI PERNIKAHANNYA. Lebih dari 100 orang menunggu Maria Victoria Barros, dan mereka merayakan hari pernikahannya dengan berteriak marah dan menghina tamu-tamunya.

Saking banyaknya telur yang dilempar, dia sampai dibawa pergi menggunakan kendaraan lapis baja. Ayahnya juga dulu merupakan anggota pemerintahan Presiden Michel Termer, tepat ketika Termer dituduh melakukan korupsi dan menerima uang suap. Yah, setidaknya aksi itu bakalan menjadi hari pernikahan yang tak terlupakan buat Maria.

Sir Malcolm Rifkind, politikus yang pernah menjabat jadi Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Britania Raya, memuji "tradisi panjang melempar telur ke politikus." Selama telur masih dijual bebas—dan politikus tetap ngeselin—tradisi ini seharusnya tidak akan pernah mati.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES