Iklan
Motivasi Diri

Ikuti Saran Ini Bila Kamu Ingin Berhenti Membandingkan Diri Sama Orang Lain

Rumput tetangga tidak selalu lebih hijau. Semua tergantung bagaimana kamu menyikapi hidup (dan citra di medsos).

oleh Anna Goldfarb
27 April 2018, 1:30am

Photo via Getty Images

Membandingkan diri sendiri sama orang lain adalah hal yang tak terelakkan dalam hidup. Semua orang pasti pernah melakukannya. Setiap melihat kesuksesan orang lain (atau minimal sukses yang nampak dari postingan Instagram dan Facebook mereka), kita cenderung segera membandingkannya sama pencapaian pribadi. Kadang terbersit rasa iri karena hidup mereka nampak sangat bahagia, sedangkan hidup dan prestasi kita begitu-begitu saja. Akibatnya, kita jadi merendahkan diri sendiri dan merasa gagal.

Saya tidak akan menyalahkanmu, andai pernah membandingkan diri dengan orang lain. Saya dulu juga sering melakukannya. Ditambah lagi, penelitian yang baru-baru ini diterbitkan jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menunjukkan Facebook adalah faktor terbesar yang menyebabkan hilangnya kepercayaan diri banyak responden, buruknya kesehatan mental pengguna, serta mendorong seseorang merasa tidak pede sama bentuk badannya sendiri. Malahan, penelitian lain menyimpulkan seseorang berpeluang lebih percaya diri dan berpikiran positif setelah menonaktifkan Facebook.

Sebenarnya membandingkan diri ada manfaatnya, apabila hal itu membuatmu tergerak berbenah dan menata hidup. Tapi, kalau kamu malah merasa iri dan gagal, lantas depresi, sebaiknya kamu berhenti melakukannya sebelum perasaanmu memburuk. Saya meminta saran yang mudah diterapkan dari empat pakar—baik itu psikolog sampai perencana keuangan—untuk mengenyahkan perasaan gagal dari benak.

Unfollow Influencer, Fokus Sama Pencapaian Pribadimu

Kehidupan mewah selebgram dan YouTuber favoritmu bikin sirik? Ya unfollow dan unsubscribe saja mereka! Tidak akan buat kamu rugi kok. Saya sarankan kamu sebaiknya berhenti mengikuti siapa saja yang bikin kamu rendah diri. Tidak peduli itu teman dekat sekali pun. Kamu berhak untuk merasa lebih baik. Tapi, kalau kamu masih ingin menjalani hubungan yang baik dengan mereka, maka tidak ada salahnya kalau kamu mengurangi penggunaan media sosial. Jangan sering-sering buka Instagram atau Facebook. Yang ada kamu malah tambah iri nantinya. Jauh lebih baik kalau kamu membandingkan kondisimu saat ini dengan masa lalu. Kamu akan merasa lebih bersyukur atas apa yang kamu punya sekarang. Tentukan tujuan hidupmu dan fokus mewujudkannya. Percayalah kalau ini jauh lebih produktif dan bermanfaat bagi diri sendiri. —Kayla Buell, Pendiri Gen Y Girl

Kendalikan Diri

Ada hal positif dari membandingkan diri, tapi bisa jadi tidak sehat kalau malah membuat muram. Apalagi kalau sampai menghambatmu dalam mencapai impian. Kamu jadi tidak fokus dengan apa yang ingin dicapai. Sebaiknya kamu mengendalikan diri dan pikirkan hidupmu sendiri. Kamu hanya akan menyia-nyiakan waktu yang berharga kalau terlalu fokus pada kesuksesan orang lain. Kiaundra Jackson, Psikolog Spesialis Pernikahan dan Keluarga

Hargai Dirimu

Setiap kali kamu mulai membandingkan diri dengan orang lain, kamu harus sadar kalau kenyataan tidak selalu sama dengan apa yang mereka tampilkan di media sosial. Contohnya nih, kamu bisa mengubah pikiranmu menjadi, “Dia memang cantik dan populer, tapi aku tidak tahu apa yang dia jalani setiap harinya.

Tidak ada orang yang bisa hidup mulus tanpa cobaan.” Selain itu, kamu juga bisa mengatasinya dengan mensyukuri apa yang kamu punya sekarang. Kamu akan merasa lebih bahagia dan berhenti membanding-bandingkan diri. Dr. Susan Biali Haas, psikolog sekaligus pakar pengendalian diri

Bersikaplah Lebih Ramah

Mulailah berusaha lebih bersikap baik kepada semua orang. Tanya kabar kenalanmu. Kalau kamu merasa ada temanmu yang hidupnya bahagia, ajak mereka ngobrol. Sekadar tanya kabar saja. Mungkin mereka malah akan menceritakan yang sebenarnya. Kamu akan sadar kalau setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Jadilah teman yang baik buat mereka. Kasih saran jika memang mereka membutuhkan. Selain itu, kamu juga bisa bermeditasi. Saya biasa pakai aplikasi Headspace untuk bermeditasi. Bobbi Rebell , Perencana Keuangan sekaligus penyiar podcast Financial Grownup

Setiap jawaban para pakar telah disunting agar lebih ringkas dan enak dibaca.

Follow Anna Goldfarb di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Tagged:
Tips
Advice
self-care
Kesehatan Mental
Depresi
Meditasi
Kecemasan
Kebahagiaan
Rasa Iri
Kiat Mengubah Hidup