Iklan
Standar Kecantikan

Akun Instagram Sang Ratu Riasan Sureal Bakal Membuatmu Bermimpi Buruk

Mimi Choi adalah selebgram kecantikan. Tapi dia tidak mengikuti norma lazim makeup, melainkan ilham mimpinya. Hasil riasan Choi memukau lebih dari 700 ribu followernya.

oleh Kristen Bateman
04 Oktober 2018, 1:30pm

Semua foto diunggah seizin Mimi Choi.

Sashimi salmon yang realistis, beruang panda, masker potret diri, dan lapisan kulit yang mengelupas, memamerkan pori-pori hitam adalah kekuatan penata Rias Mimi Choi. Tak seperti beauty guru lainnya di Instagram, dia memperoleh inspirasi dari hal-hal yang tak lazim. Hasil riasannya menampilkan ilusi optik di wajah. Semuanya hiperrealis, bermodalkan makeup. Dengan lebih dari 700 ribu followers di Instagram, karya Mimi bagaikan lukisan dengan wajahnya sebagai kanvas.

Saking surealnya karya Mimi (misalnya menampilkan mata kedua di bawah mata asli) karya makeupnya lebih mirip seperti hasil photoshop. Kelihaiannya memainkan bedak, eyeliner, dan pensil alis membuatnya malah jadi lebih mengerikan ketika dia menatap ke kamera iPhonenya dengan wajah penuh makeup. Mimi biasa memakai wajahnya sendiri. Riasan super detail dan sureal ini dibuat dalam waktu lama, kadang sampai enam jam.

"Pertama kali mencoba bikin riasan sureal kayak gini aku cuman pakai dua produk," ujar Mimi mengenai percobaan-percobaan awalnya dengan eyeliner hitam dan putih. "Dalam percobaan kedua baru aku tambahin eyeshadow biar warnanya lebih menonjol. Empat tahun kemudian hasilnya seperti sekarang. Aku suka hal-hal yang unik dan berbeda, yang agak surealis, jadi itu tipe seni yang aku buat."

Mimi tinggal di Vancouver, Kanada, tapi kebetulan dia ikut serta IMATS di New York, salah satu pameran makeup terbesar di dunia. Dia bekerjasama bareng Mehron, sebuah merek makeup yang memiliki sejarah yang panjang di bidang makeup pentas dan panggung sejak tahun 1920-an- demi membuat riasan op art (seni optik) khasnya di expo kecantikan tersebut.

Sembari menggambar pita sepanjang hidung modelnya—sekaligus sebuah mata tambahan—Mimi menyempatkan ngobrol bersama kami. Sang bintang kecantikan yang tidak lazim ini membahas sumber inspirasinya yang tak terduga, metode countouring-nya yang ekstrem, dan masih banyak lagi.

Apa yang mendorong kamu untuk mulai bereksperimen dengan makeup op art ?
Mimi Choi: Aku mulai belajar makeup pertama kali pada 2013. Aku diterima di sekolah kecantikan, setelah menyadari jadi guru playgroup kurang cocok buat aku. Jadi pas aku umur 28, aku mendalami disiplin ilmu yang sepenuhnya berbeda. Aku mulai sekolah kecantikan pas mau Halloween. Karena aku lagi belajar menjadi penata rias, aku kepikiran, ‘Oke, aku enggak mau memakai kostum yang tipikal. Kenapa aku enggak memakai makeup aja sebagai kostum?’ Jadi aku bikin karya makeup kreatif aku yang pertama pakai eyeliner hitam dan putih, biar kelihatannya seperti wajahku pecah seperti kaca. Postingan itu terus jadi viral. Buat aku, itu jadi motivasi karena itu pertama kali aku bikin makeup kreatif. Aku sebelumnya enggak punya pengalaman kesenian dan belum pernah melukis.

Apa reaksi paling menarik dari follower melihat hasil makeup-mu yang sangat tidak biasa itu?
Aku bersyukur banyak orang menyukai karyaku. Aku dapat pujian dari orang di seluruh penjuru dunia. Mereka bilang karya-karyaku memancing mereka keluar zona nyaman. Tentu ada juga follower-ku yang takut, apalagi kalau aku lagi bikin makeup bertema makanan. Misalnya, waktu aku bikin lukisan burger di muka, aku enggak kepikiran itu bakal bikin orang lain ketakutan. Ternyata makeup sushi di wajahku sampai sekarang bikin banyak orang merinding.

Kamu pernah keluar rumah sambil mempertahankan makeup unik di wajah? Bagaimana reaksi orang yang melihatmu?
Kemarin aku keluar rumah dengan makeup op art. Aku jalan-jalan di sekitar Times Square, New York. Aslinya, aku cuma mau makan malam. Biasanya, cuma butuh sepuluh menit saja tapi kemarin aku makan sampai satu jam. Banyak orang yang menghalangiku. Mereka ingin berfoto bareng denganku atau malah minta aku mendandani mereka. Aku sih santai saja keluar dengan muka yang masih ditutupi makeup. Aku tak mau menghapusnya dan menggantinya dengan makeup normal. Bodo amat. Lagian, ini kan cuma lukisan.

Inspirasi kamu yang aneh-aneh itu datang dari mana sih?
Aku biasanya mengambil inspirasi dari arsitektur dan pola di pakaian—serta kadang karya seni hasil photoshop. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, "aku bisa bikin kayak gini lewat makeup enggak?" Aku tak pernah pakai Adobe Photoshop, cuma aku suka bikin penampilan sureal dengan makeup.

Sebenarnya, inspirasi terbesarku datang dari mimpi. Aku menderita sleep paralysis. Kalau sedang kumat, badanku tidur tapi pikiranku tetap bangun, terperangkap dalam tubuh yang tidur. Biasanya kalau sudah begini, aku jadi halu. Misalnya, aku merasa berada dalam kamar tidurku dan melihat semua yang terjadi pada tubuhku. Aku juga sering melihat sosok Slender Man. yang kelihatan cuma bayangan wajah tinggi dan gelap yang berjalan mendekatiku.

Aku bahkan pernah melihat lelaki tanpa wajah, ini yang jadi inspirasiku bikin makeup wajah berlubang. Aku pernah lihat orang dipotong-potong dan laba-laba merayap di kamarku. Lucunya, begitu sudah aku gambar, mimpinya berubah. Jadi, ini kayak caraku menghadapi ketakutan. Dulu sih, aku takut dengan mimpi-mimpi ini. Sekarang, aku malah bersyukur karena semua itu justru jadi inspirasiku.

Apa saja peralatan makeup favorit kamu?
Kuas-kuasku yang keren. Aku memakai art brush keluaran Michaels. Aku beli ketika barang ini diobral dan tak ada yang mau membelinya. Jadi, aku beli semua deh. Tadi aku beli sepuluh lagi sebelum dalam perjalanan ke sini. Kuas ini memiliki tiga bulu dan harganya murah banget, cuma $1 per satuannya. Kuas sekecil ini jarang diproduksi oleh perusahaan makeup. aku juga suka eyeshadow Mehron. Celak mata satu ini pigmented banget. Warna hitamnya benar-benar hitam. Tiap kali aku ingin melakukan countouring, aku pasti mencari hitam yang cenderung matte. Mehron mengeluarkan eyeshadow dengan warna yang solid, bagus untuk menciptakan ilusi.

Kamu pernah bilang teknik utama karyamu adalah highlighting dan contouring. Ini mengejutkan sebab orang biasanya tak mengasosiasikan keduanya dengan makeup yang kreatif.
Untuk menciptakan segala ilusi dalam makeup-ku, aku banyak memakai warna hitam, abu-abu dan putih. Ilusi dalam makeup itu tak jauh-jauh dari contouring dan highighting. Entah itu untuk memunculkan sesuatu yang sebenarnya tak ada—seperti saat kamu memberi shade pada garis rambut sehingga kelihatan kosong—atau membuat sesuatu kelihatan keluar dari wajah, modalnya cuma dua: warna putih dan hitam.

Tapi kamu tetap mengerjakan makeup standar juga?
Iya dong. Aku sering dapat order untuk makeup pernikahan. Cuma aku tak memasang hasilnya di medsos. Aku masih sering dapat pesanan makeup resepsi pernikahan, meski aku sudah kepalang terkenal berkat makeup kreatif. Aku sih tak mempromosikannya di Instagram, tapi sering memberi uji coba gratisan, dan orang suka.

Apa alasanmu waktu bikin makeup sushi di wajah yang ternyata bikin banyak orang takut itu?
Makeup itu dibuat setelah aku makan sushi. Waktu itu sih, aku lagi sering ngidam sushi. Aku ingat pas lagi pengin-penginnya makan sushi, aku sempat kepikiran, "aku kudu bikin riasan bertema sushi nih mumpung lagi ngidam." Awalnya, aku tak yakin bakal bagus jadinya. Terus, aku kepikiran lagi, "tanganku ini kalau dipikir-pikir tanganku ini bentuknya kok kaya Sushi." Ya sudah, aku mulai gambar deh. Pas lagi enak-enaknya mengerjakannya, suamiku datang dan bilang “wah, mirip sushi yang besar nih.” Jadi, begitu mulanya. Setelahnya, aku bahkan bikin seri makeup sushi. Aku coba berbagai macam sushi. Lalu, aku mulai menggambari wajah, bentuknya burger. Malah, aku pernah bikin gambar kentang goreng di lengan.

Dalam peragaan busana oleh Gucci beberapa waktu lalu, para model diberi makeup mata yang unik di tangan dan wajah mereka. Menurutmu, apakah makeup nyeleneh seperti ini bakal makin populer?
Jelas dong. Empat tahun lalu, aku mulai bikin mata seperti itu. Cuma waktu itu belum populer. Aku kaget ketika pertama kali memposting makeup yang banyak menampilkan gambar mata yang realistik banget. Makeup ini terinspirasi foto yang blur, macam foto yang diambil saat obyeknya bergerak.

Intinya, makeup buatan aku dapat banyak sorotan dan orang mulai menirunya, padahal dulunya kurang populer. Aku berharap foto makeup itu sudah menginspirasi banyak orang. Buktinya, aku sering melihatnya sekarang di mana-mana.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D